Polres Banjar Disulap Jadi Lautan Biru Saat Nobar Persib vs PSM Makassar
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan bobotoh memenuhi halaman Polres Banjar saat nobar Persib Bandung vs PSM Makassar, Minggu (17/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarost.com, BERITA DAERAH – Suasana halaman Polres Banjar berubah total pada Minggu malam ketika ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti nobar Persib Banjar saat laga panas Persib Bandung melawan PSM Makassar berlangsung. Lautan biru bobotoh, sorak sorai penonton, hingga yel-yel dukungan membuat atmosfer pertandingan terasa seperti berada langsung di stadion.
Sejak sore, para pendukung Persib mulai berdatangan dari berbagai wilayah di Kota Banjar. Mereka mengenakan jersey biru, syal klub, hingga atribut khas bobotoh yang langsung mencuri perhatian masyarakat sekitar.
Di beberapa sudut halaman Mapolres, kelompok suporter terlihat sibuk mengabadikan momen sebelum pertandingan dimulai. Ada yang membawa bendera besar. Ada pula yang datang bersama keluarga sambil duduk lesehan di area nobar.
Malam itu terasa berbeda.
Bahkan sebelum layar pertandingan menyala penuh, suara teriakan “Persib Juara!” sudah menggema lebih dulu.
Nobar Persib Jadi Ajang Kebersamaan Warga dan Polisi
Kegiatan nobar Persib vs PSM tersebut turut dihadiri Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, Wakil Wali Kota Banjar Supriana, jajaran Forkopimda, serta unsur pemerintah lainnya.
Kapolres Banjar mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar menonton pertandingan sepak bola bersama. Menurutnya, nobar menjadi ruang kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam suasana santai tetapi tetap tertib.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan kepada Persib Bandung,” ujar AKBP Didi Dewantoro.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan bobotoh yang memenuhi area nobar.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan pengamanan khusus agar kegiatan berlangsung aman hingga pertandingan selesai. Petugas terlihat berjaga di sejumlah titik sambil membantu mengatur arus penonton yang terus berdatangan.
Namun menariknya, suasana malam itu justru terasa cair. Banyak warga terlihat santai bercengkerama dengan petugas kepolisian. Bahkan beberapa bobotoh sempat mengajak foto bersama aparat yang ikut mengenakan atribut Persib.
Pemandangan seperti itu jarang muncul dalam kegiatan formal biasa.
Sorak Bobotoh Menggema Sepanjang Pertandingan
Saat pertandingan dimulai, suasana langsung pecah. Ribuan bobotoh serempak berdiri ketika Persib mulai membangun serangan.
Sorakan demi sorakan terus terdengar sepanjang laga. Ketika peluang emas tercipta di depan gawang lawan, penonton spontan berteriak bersamaan. Sebaliknya, ketika peluang gagal berbuah gol, suara kecewa langsung terdengar di seluruh halaman.
Beberapa penonton bahkan tampak merekam reaksi massa menggunakan telepon genggam mereka. Di media sosial, suasana nobar Polres Banjar mulai ramai dibagikan sejak babak pertama berlangsung.
Ada momen kecil yang menarik perhatian. Seorang anak kecil yang mengenakan jersey Persib ukuran kebesaran tampak ikut berteriak sambil berdiri di atas kursi plastik. Di sampingnya, sang ayah terus mengangkat tangan setiap kali Persib menyerang.
Suasana seperti itu membuat nobar terasa lebih hidup. Tidak sekadar ramai, tetapi juga penuh emosi khas sepak bola.
Wakil Wali Kota Apresiasi Ketertiban Bobotoh
Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, tingginya jumlah penonton tidak menimbulkan gangguan berarti karena bobotoh mampu menjaga suasana tetap kondusif.
Hal itu terlihat hingga pertandingan berakhir. Tidak ada kericuhan. Penonton tetap menikmati laga dengan tertib sambil terus memberikan dukungan kepada Persib Bandung.
Selain itu, panitia pelaksana juga sigap mengatur jalannya kegiatan. Area layar utama, jalur penonton, hingga titik parkir kendaraan terlihat tertata cukup rapi meski jumlah warga terus membludak.
Di luar area nobar, sejumlah pedagang kaki lima ikut merasakan dampak keramaian malam itu. Penjual kopi, gorengan, hingga minuman dingin tampak sibuk melayani pembeli sejak pertandingan dimulai.
Dan seperti biasa, obrolan antar bobotoh tidak hanya soal skor pertandingan. Ada yang membahas peluang juara. Ada pula yang masih memperdebatkan keputusan wasit sambil tertawa.
Sepak Bola Jadi Perekat Kebersamaan di Kota Banjar
Kegiatan nobar Persib di halaman Polres Banjar menjadi bukti bahwa sepak bola masih memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan.
Di tengah suasana pertandingan yang penuh tensi, masyarakat tetap menunjukkan solidaritas dan kebersamaan. Aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga warga bisa duduk bersama menikmati pertandingan dalam suasana aman dan harmonis.
Karena bagi bobotoh, mendukung Persib bukan hanya soal hasil pertandingan. Ada rasa memiliki yang tumbuh sejak lama. Ada kebanggaan yang sulit dijelaskan dengan angka di papan skor.
Dan malam itu, halaman Polres Banjar bukan sekadar lokasi nobar. Tempat itu berubah menjadi ruang kebersamaan yang dipenuhi warna biru, suara dukungan, dan semangat yang terasa hidup sampai peluit akhir berbunyi.
Sepak bola memang hanya berlangsung 90 menit. Tetapi malam itu di Banjar, kebersamaan yang tercipta terasa jauh lebih panjang dari sekadar waktu pertandingan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar