Asisten Desa Diluncurkan, Pelayanan Warga Garut Masuk Babak Baru
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peringatan Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG) di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (17/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat transformasi digital mulai terasa hingga tingkat Rukun Warga di Kabupaten Garut. Melalui momentum Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG), inovasi bertajuk Asisten Desa Garut atau Asdes resmi diperkenalkan sebagai sistem pelayanan publik berbasis internet yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan masyarakat.
Peluncuran aplikasi pelayanan digital itu berlangsung di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (17/5/2026). Sejak pagi, suasana acara terlihat hidup. Pengurus RW datang mengenakan seragam khas daerah masing-masing. Sebagian tampak sibuk memotret layar presentasi menggunakan ponsel mereka. Ada juga yang langsung berdiskusi kecil soal kemungkinan penerapan layanan digital di lingkungan masing-masing.
Bagi banyak RW, momen ini terasa berbeda. Biasanya forum seperti ini identik dengan rapat formal dan laporan kegiatan. Namun kali ini nuansanya berubah. Ada semangat baru yang terasa lebih segar.
Asdes Jadi Langkah Baru Pelayanan Warga Garut
Ketua Umum FKRWG, Beni Nurbayani, menyebut aplikasi Asisten Desa hadir bukan sekadar simbol modernisasi. Menurutnya, Asdes merupakan solusi nyata agar pelayanan masyarakat berjalan lebih cepat, praktis, dan terhubung secara digital.
Ia menjelaskan, selama ini banyak warga masih harus datang langsung hanya untuk mengurus administrasi sederhana. Karena itu, FKRWG mencoba menghadirkan sistem yang lebih adaptif dengan kebutuhan zaman.
“Melalui sinergitas yang terjalin, ini menjadi semangat juang agar RT/RW memiliki peran strategis di masyarakat. Asdes adalah sistem pelayanan publik yang terkoneksi internet untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ujar Beni.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, langkah seperti ini mulai dianggap penting. Terlebih, masyarakat sekarang terbiasa mengakses berbagai layanan lewat telepon genggam. Bahkan, ada warga yang lebih cepat membalas pesan grup RW dibanding membuka surat pemberitahuan yang ditempel di pos ronda.
Dan perubahan itu ternyata mulai dibaca serius oleh para pengurus lingkungan.

Peluncuran aplikasi Asisten Desa Garut oleh FKRWG di Gedung Pemuda Tarogong Kidul, Minggu (17/5/2026).
Pemerintah Garut Beri Dukungan Penuh
Pemerintah Kabupaten Garut menyambut positif lahirnya inovasi tersebut. Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Garut, Yudi Juliandi, mengapresiasi dedikasi FKRWG selama satu tahun terakhir dalam memperkuat pelayanan masyarakat.
Menurut data DPMD Kabupaten Garut, saat ini terdapat 4.271 RW di 421 desa dan 379 RW di 21 kelurahan. Jumlah itu menunjukkan betapa pentingnya posisi RW sebagai ujung tombak pemerintahan paling dekat dengan warga.
“FKRWG telah menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan komitmen dalam memperkuat perannya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat,” kata Yudi.
Ia berharap inovasi Asisten Desa Garut bisa diterapkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Garut. Selain itu, pemerintah juga ingin RW mampu menjadi motor pembangunan partisipatif yang benar-benar hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
Dukungan serupa datang dari Diskominfo Kabupaten Garut. Kepala Bidang Aptika Diskominfo Garut, Anry Sutrisno, bahkan membuka ruang konsultasi bagi pengembang maupun pengurus RW yang ingin mengembangkan sistem tersebut.
“Kalau ada yang bisa disupport atau dikonsultasikan, jangan sungkan datang ke Diskominfo Garut,” tegas Anry.
Kalimat itu langsung mendapat tepuk tangan peserta. Tidak terlalu panjang. Tapi cukup membuat suasana ruangan terasa hangat.
Milangkala FKRWG Dibangun dari Semangat Gotong Royong
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Milangkala ke-1 FKRWG, Jajang, menjelaskan bahwa acara tahun ini mengusung tema besar tentang solidaritas, sinergi, dan gotong royong menuju Garut hebat berkelanjutan.
Menariknya, penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara mandiri melalui iuran para RW. Hal itu membuat acara terasa lebih dekat dan sederhana, tetapi justru punya kesan kuat.
“Kegiatan ini murni berasal dari hasil iuran, dari RW, untuk RW, demi RW,” ujar Jajang.
Beberapa pengurus RW terlihat masih kebingungan saat mencoba fitur aplikasi lewat ponsel mereka. Ada yang meminta bantuan anak muda di sampingnya sambil tertawa kecil.
Di beberapa sudut ruangan, panitia terlihat mondar-mandir sambil memastikan konsumsi dan perlengkapan acara tetap berjalan lancar. Ada momen kecil ketika mikrofon sempat mati beberapa detik. Namun peserta justru tertawa bersama. Suasana seperti itu membuat acara terasa lebih manusiawi, tidak terlalu kaku.
Selain peluncuran Asdes, kegiatan Milangkala FKRWG juga ditutup dengan pembagian bantuan sembako untuk anak yatim piatu. Momen itu menjadi penegas bahwa transformasi digital tetap harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial.
Digitalisasi RW Mulai Jadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Transformasi digital kini tidak lagi hanya berbicara soal kota besar atau layanan perkantoran modern. Perlahan, perubahan itu mulai masuk ke tingkat lingkungan warga.
RW yang dulu identik dengan buku catatan dan map plastik mulai beradaptasi dengan sistem online. Dan menariknya, perubahan itu lahir dari bawah. Dari forum warga sendiri.
Karena pada akhirnya, pelayanan publik paling terasa bukan selalu dari gedung besar pemerintahan. Tetapi dari lingkungan terdekat. Dari orang yang tahu nama warga satu per satu. Dari RW yang setiap malam masih duduk di pos ronda sambil membahas kebutuhan kampungnya.
Dan sekarang, mereka mulai membawa pelayanan itu ke layar digital.
Kadang perubahan besar memang tidak lahir dari ruang rapat mewah. Tetapi dari kursi plastik forum RW, dari iuran warga, lalu tumbuh menjadi gerakan yang perlahan mengubah cara sebuah daerah melayani masyarakatnya. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar