Doa yang Sering Dibaca Jamaah Haji Ketika Pertama Melihat Ka’bah
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu momen yang sering sulit dijelaskan oleh banyak jamaah haji: saat Ka’bah pertama kali terlihat di depan mata.
Sebagian orang mendadak diam. Sebagian lain langsung menangis tanpa sadar. Bahkan ada yang sebelumnya merasa biasa saja, tetapi lututnya mendadak lemas ketika melihat bangunan hitam itu dari kejauhan.
Dalam Islam, doa melihat Ka’bah menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan jamaah haji dan umrah saat pertama kali memasuki Masjidil Haram. Meski tidak ada doa khusus yang wajib dibaca, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa pada momen tersebut karena hati biasanya berada dalam keadaan sangat lembut.
Dan mungkin itu sebabnya banyak orang mengingat detik pertama melihat Ka’bah seumur hidup mereka.
Momen Pertama Melihat Ka’bah Sering Membuat Jamaah Tidak Kuasa Menahan Air Mata
Banyak cerita jamaah haji terdengar mirip ketika membahas pengalaman pertama melihat Ka’bah.
Awalnya mereka hanya berjalan mengikuti rombongan. Suasana Masjidil Haram terasa ramai. Langkah kaki juga bercampur dengan suara talbiyah dari berbagai bahasa.
Namun semuanya berubah saat pandangan mulai terbuka ke arah tengah masjid.
Ka’bah terlihat.
Dan suasana hati mendadak berubah.
Ada yang langsung mengangkat tangan untuk berdoa. Ada juga yang hanya menunduk sambil menangis pelan.
Di tengah keramaian thawaf, suara isak tangis kecil kadang terdengar samar bercampur lantunan talbiyah.
Kadang doanya bahkan tidak panjang.
Karena pada momen seperti itu, banyak orang justru lupa dengan daftar permintaan yang sebelumnya sudah disiapkan di ponsel atau buku catatan kecil.
Doa Melihat Ka’bah dan Dalil tentang Memperbanyak Doa
Dalam banyak kajian Islam, para ulama menjelaskan bahwa melihat Ka’bah termasuk momen mulia yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
“اَللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً”
“Allahumma zid hadzal baita tasyriifan wa ta’dziiman wa takriiman wa mahaabatan.”
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada rumah ini.”
Selain itu, banyak jamaah juga membaca doa pribadi sesuai harapan masing-masing.
Sebab Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah ibadah.”
(HR. Tirmidzi)
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir: 60)
Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan momen pertama melihat Ka’bah sebagai waktu untuk memohon ampunan, kesehatan, ketenangan hati, hingga harapan terbaik bagi keluarga mereka.
Ada Jamaah yang Menangis karena Merasa Perjalanannya Tidak Mudah
Salah satu hal yang jarang dibahas adalah perjalanan menuju Tanah Suci sering penuh cerita panjang.
Ada yang menabung bertahun-tahun. Ada yang berangkat setelah berkali-kali gagal. Dan ada juga yang datang membawa doa orang tua yang sudah wafat.
Karena itu, saat Ka’bah akhirnya benar-benar terlihat, emosinya sering bercampur menjadi satu.
Lelah.
Rindu.
Takut.
Harapan.
Dan semuanya terasa datang bersamaan.
Kadang ada jamaah yang hanya duduk cukup lama sambil memandangi Ka’bah tanpa berbicara apa-apa.
Di sekitar mereka, ribuan orang terus bergerak thawaf. Suara langkah kaki bercampur lantunan doa. Sementara lampu Masjidil Haram menyala terang hingga malam.
Namun di tengah keramaian sebesar itu, banyak orang justru merasa sangat dekat dengan Allah SWT.
Momen yang Sering Membuat Orang Lebih Jujur pada Dirinya Sendiri
Melihat Ka’bah pertama kali sering membuat seseorang lebih jujur pada dirinya sendiri.
Tentang dosa yang selama ini disimpan.
Tentang rasa lelah yang tidak pernah diceritakan.
Atau tentang harapan yang diam-diam terus dipanjatkan dalam sujud malam.
Ada jamaah yang mengaku baru bisa menangis setelah melihat Ka’bah secara langsung.
Padahal sebelumnya mereka merasa kuat-kuat saja.
Lucunya, sebagian orang justru lupa mengambil foto pada momen pertama itu karena terlalu sibuk menahan air mata.
Dan mungkin memang seperti itulah suasana spiritual bekerja.
Tidak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Ka’bah Bukan Sekadar Bangunan
Dalam Islam, Ka’bah bukan hanya simbol arah kiblat.
Ka’bah juga menjadi pusat kerinduan jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.
Karena itu, momen melihat Ka’bah sering terasa sangat personal meski terjadi di tengah lautan manusia.
Ada yang berdoa untuk keluarga.
Ada yang memohon kesehatan.
Dan ada juga yang hanya meminta satu hal sederhana: hati yang lebih tenang setelah pulang nanti.
Dan kadang justru doa-doa paling sederhana terasa paling tulus di hadapan Ka’bah.
Mungkin itu sebabnya banyak jamaah sulit melupakan detik pertama saat melihat Ka’bah.
Karena pada momen itu, manusia tidak hanya merasa dekat dengan rumah Allah.
Tetapi juga merasa sedang benar-benar berbicara dengan isi hatinya sendiri. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar