Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pesantren ramah anak bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata agar santri dapat belajar dan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, serta bermartabat.

Karena itu, ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh lagi mendapat toleransi.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat,” ujar Nasaruddin Umar.

Forum tersebut dihadiri berbagai unsur pendidikan Islam, mulai dari perwakilan pondok pesantren, Majelis Masyayikh, MUI, akademisi, hingga media. Sejumlah peserta tampak mencatat serius ketika pembahasan masuk pada isu perlindungan anak di pesantren.

Menag Sebut Relasi Kuasa Jadi Akar Persoalan

Dalam pemaparannya, Menag menilai kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah sesaat atau pendekatan reaktif.

Ia menyoroti budaya relasi kuasa yang masih kuat di sejumlah lingkungan pendidikan sebagai akar persoalan yang harus segera diperbaiki.

Menurutnya, hubungan yang timpang antara pihak tertentu di pesantren berpotensi membuka ruang penyalahgunaan kewenangan apabila tidak dibatasi aturan yang jelas.

“Persoalannya adalah bagaimana melakukan transformasi masyarakat dan mengeliminasi relasi kuasa. Ini akar masalah yang mendasar,” tegasnya.

Selain itu, Menag menilai relasi kuasa yang berlebihan bertentangan dengan nilai agama, moral, dan hukum negara. Karena itu, ia meminta seluruh elemen pendidikan Islam mulai membangun budaya yang lebih sehat dan setara.

Isu perlindungan anak di pesantren belakangan memang menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus yang mencuat membuat masyarakat mendorong pengawasan lebih ketat terhadap sistem pendidikan berbasis asrama.

Tata Tertib Pesantren Harus Berlaku untuk Semua

Nasaruddin Umar juga meminta pondok pesantren memperkuat tata tertib internal agar perlindungan santri berjalan lebih efektif.

Menurutnya, aturan tidak boleh hanya mengikat santri, tetapi juga harus berlaku bagi pengelola pondok pesantren dan seluruh pihak yang memiliki kewenangan di lingkungan pendidikan.

“Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas,” ujarnya.

Selain pengawasan internal, Menag turut menyoroti pentingnya standarisasi tata kelola pesantren, termasuk mengenai kapasitas figur kiai dan pengelola pondok.

Ia menilai ketegasan standar diperlukan agar kualitas pendidikan dan perlindungan anak tetap terjaga.

“Jangan sampai orang yang tidak memiliki kapasitas justru menjadi kiai. Perlu ada standar yang jelas,” katanya.

Pesantren Ramah Anak Butuh Perubahan Budaya

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mengatakan persoalan kekerasan di pesantren tidak cukup diselesaikan hanya melalui penindakan hukum.

Menurutnya, problem utama berada pada budaya relasi kuasa yang masih mengakar di masyarakat.

“Jika hanya reaktif dan mengandalkan quick fix, maka pembahasan berhenti pada pelaku ditangkap dan kasus dianggap selesai,” ujar Alissa.

Ia menilai transformasi budaya dan spiritual membutuhkan waktu panjang serta keterlibatan seluruh ekosistem pesantren.

Karena itu, penguatan pesantren ramah anak dinilai harus berjalan bersamaan dengan perubahan cara pandang terhadap relasi pendidikan, kepemimpinan, dan pengawasan di lingkungan pesantren.

Kolaborasi Jadi Kunci Perlindungan Anak

Menag juga mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan Islam.

Menurutnya, komunikasi publik, pengawasan, dan mitigasi krisis harus berjalan bersama agar persoalan kekerasan dapat dicegah sejak awal.

Selain itu, ia meminta seluruh elemen pesantren terus melakukan evaluasi internal demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi santri.

“Banyak hal yang perlu kita evaluasi di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, diperlukan kolaborasi agar persoalan ini dapat ditangani secara tuntas,” tuturnya.

Pesantren seharusnya melahirkan rasa aman, bukan rasa takut. Sebab ketika anak kehilangan perlindungan di tempat mereka belajar agama, yang terluka bukan hanya satu generasi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan itu sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • angka stunting

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Stunting

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya perkuat tata kelola untuk menekan angka stunting dibanding daerah lain di Jawa Barat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmen percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam Advokasi Program Bangga Kencana, Senin, 15 Desember 2025. Langkah ini menjadi krusial karena posisi […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin rapat MBG dengan pembentukan 7 satgas dan pengawasan dapur via CCTV real-time

    Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi […]

  • Ilustrasi seseorang terjebak dalam kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan dan perkembangan hidup

    Tanpa Sadar! 7 Kebiasaan Ini Menghambat Kesuksesan Anda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan buruk sukses sering tidak terlihat sebagai masalah. Justru karena terasa “normal”, kebiasaan ini diam-diam menghambat kesuksesan tanpa disadari. Banyak orang merasa sudah berusaha keras, tetapi hasilnya stagnan. Mereka tidak gagal karena kurang pintar, melainkan karena terjebak pola yang sama setiap hari. Lebih berbahaya lagi, kebiasaan ini terasa nyaman. Kenapa Kita Sulit […]

  • suasana masjid dengan nuansa renungan spiritual Islami.

    Amal Shalih di Tengah Dunia yang Ramai: Masihkah Ikhlas Jadi Pegangan?

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amal shalih atau amal saleh dalam Islam sering dibicarakan dengan semangat yang tinggi, tetapi tidak selalu dipahami dengan tenang. Makna amal shalih dalam Al-Qur’an sebenarnya sederhana, namun dalam praktik sehari-hari, ia sering berbenturan dengan kebiasaan baru: kebaikan yang ingin terlihat. Di sinilah istilah amal shalih atau amal saleh dalam Islam perlahan berubah […]

  • Wisata Pangandaran Lebaran

    Pangandaran Meledak! Ini Destinasi Teramai di Jabar Saat Lebaran

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wisata Pangandaran Lebaran menjadi sorotan utama tahun ini. Lonjakan wisata Pangandaran saat Lebaran bahkan menjadikannya salah satu destinasi paling ramai di Jawa Barat. Selain itu, tren destinasi wisata Jabar Lebaran juga menunjukkan perubahan signifikan, terutama dengan munculnya ikon baru yang langsung melejit. Berdasarkan data dari GoodStats Jabar, Pantai Pangandaran mencatat 155.284 […]

  • Ilustrasi Muslim bersedekah pada pagi hari sebagai gambaran keutamaan sedekah pagi dalam ajaran Islam.

    Sedekah Pagi Ternyata Punya Keutamaan Besar, Ini Penjelasan Hadisnya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi hari biasanya dimulai dengan kesibukan. Ada yang buru-buru berangkat kerja, membuka toko, mengecek pesan pelanggan, atau memikirkan target yang harus dicapai hari itu. Namun di tengah rutinitas tersebut, Islam justru mengajarkan satu kebiasaan sederhana yang sering luput dilakukan banyak orang: sedekah pagi. Amalan ini terlihat ringan. Nilainya kadang tidak besar. Akan […]

expand_less