Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah nasional terus meningkat setiap tahun dengan sebagian besar berasal dari rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa setiap fasilitas pengelolaan sampah memiliki tugas berbeda. Jika seluruh sistem berjalan sesuai fungsinya, pencemaran lingkungan dapat ditekan. Sebaliknya, ketika pengelolaan tidak optimal, sampah mudah menumpuk dan memicu persoalan baru bagi masyarakat.

Selain itu, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah masih sering ditemukan di lingkungan permukiman. Banyak warga juga belum memahami ke mana sebenarnya sampah dibawa setelah diangkut dari rumah.

TPS Jadi Tempat Penampungan Awal Sampah

Tempat Penampungan Sementara atau TPS menjadi titik awal perjalanan sampah sebelum diangkut ke lokasi pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir.

Di TPS, sampah rumah tangga, pasar, sekolah, dan perkantoran dikumpulkan sementara agar tidak berserakan di lingkungan sekitar. Karena itu, keberadaan TPS sangat penting untuk menjaga kebersihan kawasan permukiman.

Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Di beberapa TPS, aroma sampah sering tercium tajam sejak pagi. Warga yang melintas biasanya menutup hidung sambil mempercepat langkah. Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung juga masih terlihat di sejumlah daerah akibat keterlambatan pengangkutan.

Masalah tersebut muncul karena kapasitas TPS sering tidak sebanding dengan jumlah sampah harian yang terus meningkat.

TPS 3R Bantu Kurangi Sampah Sejak dari Lingkungan

Berbeda dengan TPS biasa, TPS 3R memiliki fungsi lebih luas karena langsung melakukan pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Di fasilitas ini, sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan logam dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Karena itu, TPS 3R menjadi solusi penting untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Selain membantu lingkungan tetap bersih, sistem ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sayangnya, fasilitas TPS 3R belum tersedia merata di semua wilayah. Padahal, jika pengelolaan berbasis lingkungan seperti ini diperluas, beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

TPST Punya Sistem Pengolahan Sampah Lebih Lengkap

Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST memiliki sistem pengelolaan yang lebih kompleks dibanding TPS 3R.

TPST menangani hampir seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, hingga pemrosesan akhir. Karena itu, fasilitas ini biasanya memiliki kapasitas lebih besar dan melayani area yang lebih luas.

Beberapa TPST modern bahkan mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif atau bahan baku industri tertentu. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi pencemaran sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Meski demikian, pembangunan TPST membutuhkan biaya besar dan pengelolaan yang konsisten. Tanpa pengawasan yang baik, fasilitas ini tetap berpotensi mengalami penumpukan sampah.

Perbedaan TPS dan TPA

Komposisi sampah berdasarkan sumber sampah tahun 2025. (Tangkapan layar: SIPSN).

TPA Jadi Tempat Akhir Sampah yang Tak Bisa Diolah Lagi

Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA merupakan lokasi terakhir bagi sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di TPA, sampah diproses menggunakan metode controlled landfill maupun sanitary landfill. Controlled landfill dilakukan dengan menutup sampah menggunakan tanah secara berkala. Sementara itu, sanitary landfill memakai sistem lebih modern, seperti lapisan kedap air, pengelolaan air lindi, dan pengendalian gas metana.

Metode tersebut bertujuan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Namun, masih ada sejumlah TPA di Indonesia yang menghadapi persoalan pengelolaan akibat tingginya volume sampah harian.

Karena itu, pengurangan sampah sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk membantu mengurangi beban TPA.

Kesadaran Warga Jadi Penentu Utama

Pengelolaan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung kegiatan daur ulang menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar.

Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, jumlah sampah yang mencemari lingkungan dapat ditekan secara perlahan. Selain itu, usia operasional TPS dan TPA juga bisa lebih panjang.

Sampah memang terlihat sepele. Namun, ketika tidak dikelola dengan benar, dampaknya bisa mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Sampah tidak pernah benar-benar hilang setelah dibuang. Ia hanya berpindah tempat. Karena itu, sebelum lingkungan dipenuhi gunungan sampah, perubahan harus dimulai dari rumah sendiri — sekarang, bukan nanti. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafsir QS Al-A’raf ayat 96 tentang iman dan takwa sebagai kunci keberkahan langit dan bumi bagi suatu negeri

    Ketika Iman Menjadi Pintu Keberkahan Negeri

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat Al-Qur’an yang terdengar seperti janji, sekaligus peringatan yang lembut namun tegas. Allah SWT berfirman, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan, maka Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96). […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak

    Kebijakan Baru Rotasi Kepala Sekolah di Jawa Barat: 641 Pendidik Kembali ke Daerah Asal

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar rotasi 641 kepala sekolah agar lebih dekat ke domisili, dorong efisiensi dan mutu pendidikan. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan kebijakan baru dalam sistem rotasi kepala sekolah dengan melantik 641 pejabat pendidikan, sebagian besar kini ditempatkan kembali di wilayah asal mereka. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan berbasis […]

  • Terpidana Korupsi

    Kejari Bandung Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 12 Tahun Buron

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kejari Bandung menangkap terpidana korupsi yang buron 12 tahun dan mengeksekusinya ke Lapas Banceuy. albadarpost.com, LENSA – Kejaksaan Negeri Bandung menuntaskan pelarian panjang seorang terpidana korupsi. Setelah 12 tahun buron, Syaf Mulyana—mantan Ketua Lembaga Kajian Ekonomi Bandung—akhirnya ditangkap dan dieksekusi ke Lapas Banceuy. Penangkapan ini menegaskan upaya penegak hukum membersihkan praktik korupsi yang masih menggerus […]

  • Sapi Kurban Tasikmalaya

    Warga Panik! Sapi Kurban 720 Kg Tercebur Saat Lewati Gang Sempit

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa sapi kurban Tasikmalaya mendadak menyita perhatian warga Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (26/5/2026). Seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke kolam saat hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan. Insiden itu langsung memicu kepanikan. Selain karena ukuran sapi yang sangat […]

  • Ilustrasi seseorang sedang salat dengan suasana hening sebagai simbol rahasia salat dan pembersihan hati menurut Syekh Athoillah.

    Salat Tapi Hati Masih Gelap? Mungkin Ini yang Terjadi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Rahasia salat sering dibicarakan para ulama, tetapi ironisnya justru jarang benar-benar direnungkan. Banyak orang menjalankan salat setiap hari. Lima kali sehari mereka berdiri, rukuk, dan sujud. Namun di saat yang sama, kegelisahan tetap datang, kemarahan mudah meledak, bahkan hati terasa semakin kosong. Di sinilah hikmah salat sebenarnya mulai dipertanyakan. Jika salat adalah […]

  • Jaringan Narkoba NTB Terbongkar, Dugaan Suap Oknum Aparat Uji Integritas Penegak Hukum

    Jaringan Narkoba NTB dan Dugaan Suap Aparat Terkuak

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus jaringan narkoba NTB kembali menjadi sorotan publik setelah aparat mengungkap dugaan suap yang menyeret oknum penegak hukum. Pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Nusa Tenggara Barat itu tidak hanya membuka praktik bisnis ilegal, tetapi juga memunculkan indikasi aliran dana kepada aparat. Karena itu, isu integritas penegak hukum kini ikut menjadi perhatian […]

expand_less