Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah nasional terus meningkat setiap tahun dengan sebagian besar berasal dari rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa setiap fasilitas pengelolaan sampah memiliki tugas berbeda. Jika seluruh sistem berjalan sesuai fungsinya, pencemaran lingkungan dapat ditekan. Sebaliknya, ketika pengelolaan tidak optimal, sampah mudah menumpuk dan memicu persoalan baru bagi masyarakat.

Selain itu, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah masih sering ditemukan di lingkungan permukiman. Banyak warga juga belum memahami ke mana sebenarnya sampah dibawa setelah diangkut dari rumah.

TPS Jadi Tempat Penampungan Awal Sampah

Tempat Penampungan Sementara atau TPS menjadi titik awal perjalanan sampah sebelum diangkut ke lokasi pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir.

Di TPS, sampah rumah tangga, pasar, sekolah, dan perkantoran dikumpulkan sementara agar tidak berserakan di lingkungan sekitar. Karena itu, keberadaan TPS sangat penting untuk menjaga kebersihan kawasan permukiman.

Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Di beberapa TPS, aroma sampah sering tercium tajam sejak pagi. Warga yang melintas biasanya menutup hidung sambil mempercepat langkah. Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung juga masih terlihat di sejumlah daerah akibat keterlambatan pengangkutan.

Masalah tersebut muncul karena kapasitas TPS sering tidak sebanding dengan jumlah sampah harian yang terus meningkat.

TPS 3R Bantu Kurangi Sampah Sejak dari Lingkungan

Berbeda dengan TPS biasa, TPS 3R memiliki fungsi lebih luas karena langsung melakukan pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Di fasilitas ini, sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan logam dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Karena itu, TPS 3R menjadi solusi penting untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Selain membantu lingkungan tetap bersih, sistem ini juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sayangnya, fasilitas TPS 3R belum tersedia merata di semua wilayah. Padahal, jika pengelolaan berbasis lingkungan seperti ini diperluas, beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

TPST Punya Sistem Pengolahan Sampah Lebih Lengkap

Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST memiliki sistem pengelolaan yang lebih kompleks dibanding TPS 3R.

TPST menangani hampir seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, hingga pemrosesan akhir. Karena itu, fasilitas ini biasanya memiliki kapasitas lebih besar dan melayani area yang lebih luas.

Beberapa TPST modern bahkan mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif atau bahan baku industri tertentu. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi pencemaran sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Meski demikian, pembangunan TPST membutuhkan biaya besar dan pengelolaan yang konsisten. Tanpa pengawasan yang baik, fasilitas ini tetap berpotensi mengalami penumpukan sampah.

Perbedaan TPS dan TPA

Komposisi sampah berdasarkan sumber sampah tahun 2025. (Tangkapan layar: SIPSN).

TPA Jadi Tempat Akhir Sampah yang Tak Bisa Diolah Lagi

Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA merupakan lokasi terakhir bagi sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di TPA, sampah diproses menggunakan metode controlled landfill maupun sanitary landfill. Controlled landfill dilakukan dengan menutup sampah menggunakan tanah secara berkala. Sementara itu, sanitary landfill memakai sistem lebih modern, seperti lapisan kedap air, pengelolaan air lindi, dan pengendalian gas metana.

Metode tersebut bertujuan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Namun, masih ada sejumlah TPA di Indonesia yang menghadapi persoalan pengelolaan akibat tingginya volume sampah harian.

Karena itu, pengurangan sampah sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif untuk membantu mengurangi beban TPA.

Kesadaran Warga Jadi Penentu Utama

Pengelolaan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung kegiatan daur ulang menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar.

Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, jumlah sampah yang mencemari lingkungan dapat ditekan secara perlahan. Selain itu, usia operasional TPS dan TPA juga bisa lebih panjang.

Sampah memang terlihat sepele. Namun, ketika tidak dikelola dengan benar, dampaknya bisa mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Sampah tidak pernah benar-benar hilang setelah dibuang. Ia hanya berpindah tempat. Karena itu, sebelum lingkungan dipenuhi gunungan sampah, perubahan harus dimulai dari rumah sendiri — sekarang, bukan nanti. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • strategi UMKM

    Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang didominasi brand besar. Banyak yang mengira usaha kecil sulit menang, padahal dengan strategi UMKM cerdas, taktik bisnis kecil, dan cara bersaing UMKM yang tepat, peluang justru terbuka lebar. Oleh karena itu, memahami strategi UMKM yang jarang diketahui […]

  • Tiga Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, 22/4/2026. (Foto: Kemenhaj)

    Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 terasa berbeda sejak pagi. Udara di sekitar Gedung Dakwah Islam (GDI) seperti dipenuhi campuran rasa haru, bangga, dan cemas. Keluarga dari 445 Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter 04 KJT datang lebih awal, sebagian memilih duduk diam, sementara yang lain sibuk memastikan koper dan dokumen tidak […]

  • Ilustrasi transaksi belanja dengan cashback dan diskon besar ditinjau dari hukum Islam dan fikih muamalah

    Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum cashback semakin sering muncul seiring maraknya promo digital. Banyak Muslim bertanya, apakah cashback dalam Islam itu halal, atau justru mendekati riba dan gharar. Isu diskon besar menurut Islam pun ikut menjadi sorotan, terutama saat promo masif di e-commerce dan layanan digital. Karena itu, rubrik fikih kontemporer ini hadir […]

  • judi online Bandung.

    Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online. albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah […]

  • Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat paripurna DPRD terkait persetujuan hibah kendaraan dan aset tanah untuk pelayanan publik.

    DPRD Tasikmalaya Setujui Hibah 39 Mobil untuk MUI Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/4/2026), menyetujui hibah sejumlah aset milik pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan masyarakat. Dalam agenda tersebut, DPRD menyepakati hibah kendaraan operasional serta aset tanah untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan sosial di beberapa wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Keputusan terkait hibah aset Tasikmalaya itu disampaikan dalam rapat paripurna pembahasan […]

  • migrasi malaria

    BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan untuk mencegah migrasi malaria selama arus libur Nataru. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan kesehatan untuk mencegah migrasi malaria selama periode perjalanan Natal dan Tahun Baru. Lonjakan mobilitas penumpang dipandang sebagai faktor risiko yang dapat membawa penyakit dari daerah endemik ke pusat aktivitas masyarakat. […]

expand_less