Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

analbadarpost.com, LIFESTYLE – Ada manusia yang setiap hari sibuk mencari bukti keberadaan Tuhan. Ia memandangi langit, menghitung bintang, mengagumi gunung, lalu berkata, “Ini bukti Allah ada.” Padahal sejak bangun tidur sampai malam datang, jantungnya berdetak tanpa ia pernah tahu tombol “ON”-nya di mana.

Inilah yang dijelaskan Syekh Ibnu Athoillah dalam Kitab Hikam tentang hakikat mengenal Allah. Menurut ulama sufi tersebut, ada perbedaan besar antara orang yang melihat Allah lebih dahulu lalu memahami alam, dengan orang yang baru percaya kepada Allah setelah melihat alam semesta.

Ironisnya, manusia modern sering merasa paling rasional. Semua ingin dibuktikan. Semua harus terlihat. Dan semua harus masuk logika. Namun lucunya, mereka percaya sinyal WiFi tanpa pernah melihat bentuknya, tetapi masih meminta bukti tentang Tuhan yang menghidupkan dirinya.

Syekh Athoillah seakan menampar cara berpikir manusia yang terlalu sibuk mencari Tuhan di luar dirinya sendiri.

Ketika Alam Dijadikan Bukti Tuhan

Dalam salah satu hikmahnya, Syekh Athoillah menjelaskan bahwa orang yang benar-benar mengenal Allah tidak membutuhkan alam sebagai bukti utama keberadaan-Nya.

Mereka justru melihat alam sebagai akibat dari adanya Allah.

Sebaliknya, orang yang menjadikan alam sebagai satu-satunya jalan mengenal Tuhan menunjukkan bahwa hatinya belum benar-benar sampai kepada Allah.

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi maknanya cukup dalam.

Sebab hari ini manusia begitu kagum pada ciptaan, tetapi lupa kepada Yang Menciptakan.

Orang menangis melihat matahari terbit di pegunungan. Orang terpukau melihat laut dan hutan. Namun setelah itu, ia kembali sombong, kembali lalai, dan kembali hidup seolah dunia berdiri sendiri tanpa Tuhan.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Ayat itu menjelaskan bahwa sejak lahir manusia sebenarnya sudah dibekali alat untuk mengenal Allah.

Pendengaran, penglihatan, akal, dan hati bukan sekadar alat mencari uang atau mengejar jabatan.

Semua itu adalah jalan untuk mengenal siapa yang menciptakan kehidupan.

Manusia Modern: Pintar, Tapi Kosong

Hari ini manusia berhasil membuat kecerdasan buatan, roket, dan teknologi canggih. Namun anehnya, semakin tinggi ilmu pengetahuan, semakin banyak manusia kehilangan ketenangan.

Banyak orang hafal teori motivasi, tetapi tidak mampu tidur nyenyak.

Banyak yang paham cara investasi, tetapi hidupnya penuh kecemasan.

Dan banyak yang merasa modern, tetapi mudah marah hanya karena komentar media sosial.

Mengapa?

Karena manusia modern sering mengenal segala sesuatu kecuali dirinya sendiri.

Ia tahu isi dunia, tetapi lupa kepada pemilik dunia.

Padahal Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”

Sayangnya, manusia hari ini lebih sibuk mempercantik citra daripada memperbaiki hati.

Feed media sosial dirawat seperti taman istana, tetapi jiwanya sendiri dibiarkan kosong dan berdebu.

Tuhan Tidak Pernah Jauh, Manusialah yang Menjauh

Syekh Athoillah sebenarnya sedang menjelaskan satu hal penting: Allah tidak pernah jauh.

Manusialah yang terlalu sibuk dengan dunia sampai lupa melihat tanda-tanda Tuhan dalam dirinya sendiri.

Nafas gratis.

Jantung berdetak otomatis.

Mata bisa melihat.

Otak bisa berpikir.

Namun manusia tetap berkata, “Mana bukti Tuhan?”

Lucunya lagi, manusia sering baru ingat Tuhan ketika hidup mulai sempit.

Saat sakit datang, doa mendadak panjang.

Saat kehilangan pekerjaan, sajadah mulai dicari.

Dan saat hati hancur, barulah malam terasa sunyi.

Padahal Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri.”
(QS. Fussilat: 53)

Artinya, bukti keberadaan Allah bukan hanya ada di langit atau gunung.

Buktinya ada di tubuh manusia sendiri.

Bersyukur Adalah Bentuk Tertinggi Mengenal Allah

Menurut para ulama tasawuf, orang yang benar-benar mengenal Allah akan lebih mudah bersyukur.

Ia sadar bahwa hidup bukan semata hasil kerja kerasnya.

Ada pertolongan Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Karena itu, rasa syukur bukan hanya ucapan “alhamdulillah”.

Syukur adalah kesadaran bahwa manusia tidak memiliki apa-apa tanpa Allah.

Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika nikmat mulai dicabut sedikit demi sedikit.

Ketika sehat hilang, baru sadar pentingnya tubuh.

Ketika hati gelisah, baru sadar pentingnya kedekatan kepada Tuhan.

Dan ketika dunia mulai terasa sesak, manusia akhirnya paham bahwa uang ternyata tidak bisa membeli ketenangan.

Manusia hari ini terlalu sibuk mencari Tuhan di ujung langit, padahal sejak lahir Allah sudah mengetuk hatinya lewat setiap detak jantung yang tidak pernah ia bayar.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • paten pesantren

    Tradisi Keilmuan Pesantren Akan Dipatenkan, Ini Langkah Baru Kemenag

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap perlindungan karya intelektual pesantren. Lewat program paten pesantren, Kementerian Agama ingin memastikan tradisi keilmuan ulama Nusantara tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Langkah itu muncul setelah banyak karya berbasis pesantren dinilai belum memiliki perlindungan hukum yang kuat. Padahal, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan […]

  • Doa Meninggalkan Makkah

    Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai. Bukan saat wukuf di Arafah. Bukan saat melempar jumrah. Dan bukan pula saat tahallul. Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan. Di […]

  • Santri belajar di pesantren tradisional yang menunjukkan alasan pesantren bertahan hingga sekarang.

    Di Tengah Modernisasi, Mengapa Pesantren Justru Semakin Bertahan?

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pesantren bertahan hingga sekarang bukan sekadar karena tradisi lama. Justru, pesantren bertahan karena mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Banyak orang bertanya mengapa pesantren tetap eksis, bahkan ketika sistem pendidikan modern berkembang pesat. Faktanya, keberlanjutan pesantren dipengaruhi oleh kekuatan nilai, jaringan sosial, serta kemampuan lembaga ini menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. […]

  • UMK Jawa Barat

    Berapa UMK Daerah Anda? Ini Jawabannya

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    UMP dan UMK Jawa Barat 2026 resmi naik. Kota Bekasi tertinggi, Pangandaran terendah. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026. Kebijakan ini menaikkan upah pekerja secara bertahap dan menjadi rujukan penting bagi dunia usaha serta buruh di 27 kabupaten/kota. Penetapan tersebut […]

  • manasik haji Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Soroti Pelayanan Haji Humanis, 655 Jamaah Ikut Manasik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Manasik haji Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan terintegrasi yang digelar secara resmi di Gedung Islamic Center. Program ini tidak hanya menghadirkan simulasi ibadah, tetapi juga memperkuat bimbingan haji Tasikmalaya dan kualitas layanan jamaah secara menyeluruh. Melalui pendekatan terstruktur, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap peserta memahami […]

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

expand_less