Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

Manusia Sibuk Cari Tuhan di Langit, Padahal Nafasnya Saja Pemberian Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

analbadarpost.com, LIFESTYLE – Ada manusia yang setiap hari sibuk mencari bukti keberadaan Tuhan. Ia memandangi langit, menghitung bintang, mengagumi gunung, lalu berkata, “Ini bukti Allah ada.” Padahal sejak bangun tidur sampai malam datang, jantungnya berdetak tanpa ia pernah tahu tombol “ON”-nya di mana.

Inilah yang dijelaskan Syekh Ibnu Athoillah dalam Kitab Hikam tentang hakikat mengenal Allah. Menurut ulama sufi tersebut, ada perbedaan besar antara orang yang melihat Allah lebih dahulu lalu memahami alam, dengan orang yang baru percaya kepada Allah setelah melihat alam semesta.

Ironisnya, manusia modern sering merasa paling rasional. Semua ingin dibuktikan. Semua harus terlihat. Dan semua harus masuk logika. Namun lucunya, mereka percaya sinyal WiFi tanpa pernah melihat bentuknya, tetapi masih meminta bukti tentang Tuhan yang menghidupkan dirinya.

Syekh Athoillah seakan menampar cara berpikir manusia yang terlalu sibuk mencari Tuhan di luar dirinya sendiri.

Ketika Alam Dijadikan Bukti Tuhan

Dalam salah satu hikmahnya, Syekh Athoillah menjelaskan bahwa orang yang benar-benar mengenal Allah tidak membutuhkan alam sebagai bukti utama keberadaan-Nya.

Mereka justru melihat alam sebagai akibat dari adanya Allah.

Sebaliknya, orang yang menjadikan alam sebagai satu-satunya jalan mengenal Tuhan menunjukkan bahwa hatinya belum benar-benar sampai kepada Allah.

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi maknanya cukup dalam.

Sebab hari ini manusia begitu kagum pada ciptaan, tetapi lupa kepada Yang Menciptakan.

Orang menangis melihat matahari terbit di pegunungan. Orang terpukau melihat laut dan hutan. Namun setelah itu, ia kembali sombong, kembali lalai, dan kembali hidup seolah dunia berdiri sendiri tanpa Tuhan.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Ayat itu menjelaskan bahwa sejak lahir manusia sebenarnya sudah dibekali alat untuk mengenal Allah.

Pendengaran, penglihatan, akal, dan hati bukan sekadar alat mencari uang atau mengejar jabatan.

Semua itu adalah jalan untuk mengenal siapa yang menciptakan kehidupan.

Manusia Modern: Pintar, Tapi Kosong

Hari ini manusia berhasil membuat kecerdasan buatan, roket, dan teknologi canggih. Namun anehnya, semakin tinggi ilmu pengetahuan, semakin banyak manusia kehilangan ketenangan.

Banyak orang hafal teori motivasi, tetapi tidak mampu tidur nyenyak.

Banyak yang paham cara investasi, tetapi hidupnya penuh kecemasan.

Dan banyak yang merasa modern, tetapi mudah marah hanya karena komentar media sosial.

Mengapa?

Karena manusia modern sering mengenal segala sesuatu kecuali dirinya sendiri.

Ia tahu isi dunia, tetapi lupa kepada pemilik dunia.

Padahal Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”

Sayangnya, manusia hari ini lebih sibuk mempercantik citra daripada memperbaiki hati.

Feed media sosial dirawat seperti taman istana, tetapi jiwanya sendiri dibiarkan kosong dan berdebu.

Tuhan Tidak Pernah Jauh, Manusialah yang Menjauh

Syekh Athoillah sebenarnya sedang menjelaskan satu hal penting: Allah tidak pernah jauh.

Manusialah yang terlalu sibuk dengan dunia sampai lupa melihat tanda-tanda Tuhan dalam dirinya sendiri.

Nafas gratis.

Jantung berdetak otomatis.

Mata bisa melihat.

Otak bisa berpikir.

Namun manusia tetap berkata, “Mana bukti Tuhan?”

Lucunya lagi, manusia sering baru ingat Tuhan ketika hidup mulai sempit.

Saat sakit datang, doa mendadak panjang.

Saat kehilangan pekerjaan, sajadah mulai dicari.

Dan saat hati hancur, barulah malam terasa sunyi.

Padahal Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri.”
(QS. Fussilat: 53)

Artinya, bukti keberadaan Allah bukan hanya ada di langit atau gunung.

Buktinya ada di tubuh manusia sendiri.

Bersyukur Adalah Bentuk Tertinggi Mengenal Allah

Menurut para ulama tasawuf, orang yang benar-benar mengenal Allah akan lebih mudah bersyukur.

Ia sadar bahwa hidup bukan semata hasil kerja kerasnya.

Ada pertolongan Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Karena itu, rasa syukur bukan hanya ucapan “alhamdulillah”.

Syukur adalah kesadaran bahwa manusia tidak memiliki apa-apa tanpa Allah.

Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika nikmat mulai dicabut sedikit demi sedikit.

Ketika sehat hilang, baru sadar pentingnya tubuh.

Ketika hati gelisah, baru sadar pentingnya kedekatan kepada Tuhan.

Dan ketika dunia mulai terasa sesak, manusia akhirnya paham bahwa uang ternyata tidak bisa membeli ketenangan.

Manusia hari ini terlalu sibuk mencari Tuhan di ujung langit, padahal sejak lahir Allah sudah mengetuk hatinya lewat setiap detak jantung yang tidak pernah ia bayar.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Kebakaran Lahan Ancam SMPN 2 Banjarsari

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis menghanguskan sekitar dua hektare lahan di Dusun Cicapar, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Peristiwa lahan terbakar Ciamis itu sempat memicu kepanikan karena kobaran api berada sangat dekat dengan SMPN 2 Banjarsari dan berpotensi merembet ke bangunan sekolah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Angin […]

  • modus ganjal ATM

    Modus Ganjal ATM di Tasikmalaya: Polisi Buru Pelaku yang Tukar Kartu Nasabah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kasus modus ganjal ATM di Tasikmalaya rugikan korban Rp21 juta. Polisi selidiki pola dan pelakunya. albadarpost.com, LENSA – Kesibukan pagi di pusat kota Tasikmalaya berubah menjadi kekhawatiran bagi seorang warga ketika saldo rekeningnya hilang setelah menjadi korban modus ganjal ATM. Kejadian ini menegaskan kembali celah keamanan yang masih menghantui layanan perbankan, terutama di gerai ATM […]

  • ilustrasi pembayaran zakat fitrah online melalui aplikasi di ponsel

    Zakat Fitrah Online, Sah atau Sekadar Tren?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Zakat fitrah online kini menjadi pilihan banyak Muslim. Pembayaran zakat via aplikasi, transfer zakat digital, hingga sedekah daring semakin populer menjelang Idulfitri. Namun, sahkah zakat fitrah online menurut syariat Islam? Pertanyaan ini muncul karena perubahan kebiasaan masyarakat. Dulu, orang membawa beras langsung ke masjid. Sekarang, cukup membuka ponsel dan beberapa menit […]

  • Lonjakan wisatawan

    Pengelola TWA Papandayan Perketat Pengamanan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Lonjakan wisatawan Nataru di TWA Gunung Papandayan mendorong pengelola memperketat pengamanan kawasan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memperketat pengamanan kawasan. Ribuan pengunjung tercatat memadati destinasi unggulan pegunungan tersebut sejak beberapa hari menjelang pergantian tahun, memicu […]

  • Struktur birokrasi daerah dengan Kominfo belum mandiri yang masih berada di bawah dinas lain dalam tata kelola digital.

    Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kominfo Kabupaten Tasikmalaya belum mandiri menjadi persoalan mendasar dalam agenda transformasi digital daerah. Frasa Kominfo belum mandiri bahkan menggambarkan realitas yang lebih konkret dibanding slogan digitalisasi yang kerap digaungkan. Ketika urusan komunikasi dan informatika masih berstatus bidang di bawah dinas lain, maka arah kebijakan digital sulit berdiri tegak. Akibatnya, digitalisasi berisiko berubah […]

  • Ilustrasi suasana Panitia kurban mengurus kulit sapi kurban di halaman masjid,

    Banyak Masih Salah Paham, Ini Hukum Menjual Kulit Kurban

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara pisau masih terdengar beradu pelan dengan talenan kayu ketika pembagian daging kurban mulai selesai di halaman masjid. Di dekat tempat cuci jeroan, sandal beberapa panitia tampak basah bercampur air dan sisa rumput dari perut sapi. Sementara itu, pengeras suara masjid yang sejak pagi dipakai takbir dan pengumuman mulai terdengar sedikit serak. […]

expand_less