Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari 88 ke 462 Penghuni, Lapas Tasikmalaya Hadapi Krisis Ruang

Dari 88 ke 462 Penghuni, Lapas Tasikmalaya Hadapi Krisis Ruang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapas Tasikmalaya over kapasitas bukan sekadar angka di atas kertas. Kondisi yang juga dikenal sebagai kelebihan penghuni lapas dan kepadatan warga binaan ini terlihat nyata di dalam ruang-ruang sempit yang kini menampung jauh lebih banyak orang dari seharusnya.

Di balik dinding Lapas Klas IIB Tasikmalaya, satu ruangan yang idealnya diisi satu orang kini harus dihuni hingga lima orang. Ruang gerak menyempit. Udara terasa lebih berat. Aktivitas sehari-hari pun berlangsung dalam keterbatasan.

Situasi ini mengemuka saat tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 digelar pada Senin (27/4/2026). Acara berlangsung tertib di aula, namun di luar ruangan, persoalan utama tetap membayangi.

Angka yang Tidak Seimbang: 88 Kapasitas, 462 Penghuni

Pelaksana Harian Kepala Lapas, Yadi Suryaman, tidak menutup kondisi tersebut. Ia menyebut jumlah penghuni sudah jauh melampaui batas.

Dari kapasitas resmi 88 orang, jumlah warga binaan saat ini mencapai 462 orang. Artinya, tingkat hunian telah meningkat lebih dari lima kali lipat.

“Kalau tidak dipindahkan, jumlahnya bisa terus naik. Ini sudah tidak manusiawi,” ujarnya.

Lapas ini memiliki 24 kamar, termasuk satu blok khusus perempuan. Penghuni berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan dominasi dari kabupaten sekitar 280 orang.

Solusi Sementara: Dipindahkan, Tapi Masalah Tetap Ada

Untuk mengurangi tekanan, pihak lapas mulai memindahkan sebagian narapidana ke lapas lain yang lebih longgar. Namun, langkah ini belum menyentuh akar persoalan.

Pemindahan hanya menggeser kepadatan, bukan menghilangkannya. Selama kapasitas tetap sama, potensi kelebihan penghuni akan terus berulang.

Di sisi lain, kondisi ini juga berdampak pada program pembinaan. Ruang yang terbatas membuat aktivitas tidak berjalan optimal, meski upaya pembinaan tetap dilakukan.

Pemerintah Akui Masalah, Soroti Kelayakan Hidup

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui ketimpangan yang terjadi.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal angka, tetapi menyangkut kelayakan hidup warga binaan.

“Harusnya puluhan, tapi diisi ratusan. Ini jelas tidak ideal,” ujarnya.

Ia tetap mengapresiasi hasil pembinaan, termasuk produk kopi hasil karya warga binaan yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ruang tidak bisa diabaikan.

Lahan Baru Masih Jadi Teka-Teki

Upaya jangka panjang mulai dibahas, termasuk pembangunan lapas baru atau relokasi. Namun hingga kini, kepastian lahan belum juga didapat.

Pemerintah daerah tengah menjajaki beberapa opsi. Salah satunya adalah lahan milik pemerintah di kawasan Tamansari. Meski begitu, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Kalau ada lahan yang siap, kami dorong. Tinggal bagaimana direalisasikan,” kata Diky.

Risiko yang Mengintai Jika Tidak Segera Ditangani

Kondisi lapas Tasikmalaya over kapasitas berpotensi memicu berbagai masalah serius. Kepadatan tinggi dapat meningkatkan risiko konflik antarwarga binaan, gangguan kesehatan, hingga tekanan psikologis.

Selain itu, kondisi ini juga menyentuh aspek hak asasi manusia. Hunian yang tidak layak berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap standar kemanusiaan.

Jika tidak segera ditangani, persoalan ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

Masalah Lama, Tekanan Semakin Besar

Lapas Klas IIB Tasikmalaya kini menghadapi tekanan yang tidak ringan. Kapasitas yang terbatas berhadapan langsung dengan jumlah penghuni yang terus meningkat.

Langkah pemindahan hanya memberi ruang napas sementara. Tanpa solusi struktural seperti penambahan fasilitas atau pembangunan baru, kondisi ini akan terus berulang.

Di balik tembok tinggi, persoalan ini berjalan perlahan. Tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep rawon

    Rahasia Rawon Hitam Tanpa Ribet, Resep Rumahan Rasa Legendaris

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep rawon kembali jadi perbincangan karena banyak orang ingin menghadirkan masakan khas Jawa Timur di rumah. Hidangan berkuah hitam ini terkenal dengan cita rasa khas dari kluwek. Selain itu, banyak yang mencari cara membuat rawon hitam pekat yang praktis namun tetap autentik. Di sisi lain, memasak rawon sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. […]

  • Menteri Sosial Gus Ipul melakukan sidak di kantor Kemensos terkait ribuan ASN yang bolos di hari pertama kerja usai Lebaran.

    Geger! Ribuan ASN Kemensos Tak Hadir Usai Lebaran, Gus Ipul Langsung Bertindak

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena ASN Kemensos bolos mendadak menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa ribuan pegawai di lingkungan Kementerian Sosial tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026. Kasus pegawai Kemensos tidak masuk kerja, atau ASN Kemensos absen tanpa keterangan, memicu langkah tegas dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa […]

  • ilustrasi pelaku UMKM mengembangkan branding produk dengan kemasan menarik dan strategi pemasaran modern

    Kenapa Produk Biasa Bisa Mahal? Ini Rahasia Brandingnya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Seorang penjual kue rumahan pernah mengeluh, “Rasanya enak, tapi kok susah laku ya?” Padahal, di sisi lain, ada produk serupa dengan harga lebih mahal justru laris setiap hari. Di sinilah banyak orang mulai sadar: masalahnya bukan di rasa, tetapi di branding produk UMKM. Cara membangun merek UMKM, strategi branding usaha kecil, […]

  • berat badan saat lebaran

    Berat Badan Naik Saat Lebaran? Ini Cara Cerdas Tanpa Diet Ketat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Berat badan saat Lebaran sering naik drastis karena pola makan berubah. Namun, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa khawatir. Kunci menjaga berat badan saat hari raya ada pada strategi sederhana yang konsisten, bukan diet ekstrem. Banyak orang langsung menghindari makanan favorit. Padahal, cara itu sering gagal karena memicu makan berlebihan di […]

  • mafia dapur MBG Ciamis

    Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai […]

  • Awal Ramadhan Muhammadiyah

    Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri 20 Maret 2026. Berikut jadwal lengkap puasa dan libur Lebaran 2026. albadarpost.com, LENSA. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan ketetapan Awal Ramadhan Muhammadiyah 1447 H dan jadwal Idul Fitri 2026. Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 […]

expand_less