Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

Di Balik Gerak Jalan Galunggung, Bupati Soroti Makna Kebangkitan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Galunggung Tasikmalaya pagi itu terlihat lebih hidup dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, kawasan wisata Cipanas sudah dipenuhi warga yang datang untuk mengikuti Gerak Jalan Tematik Galunggung “82” tahun 2026, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini juga dikenal sebagai gerak jalan Galunggung yang setiap tahun makin ramai dan jadi perhatian di kalender wisata daerah.

Di antara keramaian itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, tampak hadir langsung. Ia tidak hanya melepas peserta, tapi juga beberapa kali terlihat berbincang dengan panitia di pinggir rute. Suasananya santai, tapi tetap penuh perhatian.

Bukan Sekadar Jalan Santai, Warga Ikut Merasakan Atmosfer Galunggung

Kalau dilihat sekilas, ini seperti kegiatan olahraga biasa. Tapi suasananya lebih dari itu. Ribuan peserta berjalan melewati jalur yang mengelilingi kawasan wisata, sambil menikmati udara dingin khas Galunggung.

Beberapa warga bahkan datang bersama keluarga, hanya untuk ikut meramaikan. Ada yang membawa kamera, ada juga yang sekadar duduk di pinggir jalur sambil menikmati suasana.

Panitia dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya memang sengaja mengemas kegiatan ini agar tidak terasa formal. Lebih dekat ke masyarakat, lebih ringan, tapi tetap punya pesan pariwisata.

Bupati Soroti Makna Galunggung, Bukan Hanya Destinasi

Dalam sambutannya, Bupati Cecep menyinggung hal yang cukup dalam. Ia menyebut Galunggung bukan hanya soal pemandangan atau wisata, tapi juga bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tasikmalaya.

“Galunggung ini pernah mengajarkan kita tentang perubahan besar,” begitu kurang lebih yang ia sampaikan di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa kawasan ini punya nilai sejarah dan filosofi. Dari bencana masa lalu, muncul cerita tentang bertahan dan bangkit. Dan menurutnya, itu yang membuat Galunggung berbeda dari destinasi wisata lain.

Warga dan Pemerintah Bertemu di Satu Titik: Pariwisata

Di lapangan, terlihat jelas bagaimana warga dan pemerintah bertemu dalam satu kegiatan yang sama. Tidak ada jarak yang terlalu kaku. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini untuk sekadar berfoto atau mengobrol dengan petugas.

Pemerintah daerah melalui Disparpora Tasikmalaya menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata lokal. Tapi di sisi lain, warga merasakannya sebagai acara kebersamaan.

Ada semacam titik temu yang tidak selalu terlihat di atas kertas: pariwisata yang hidup dari interaksi langsung.

Dorongan Ekonomi dan Infrastruktur Masih Jadi PR

Meski suasana meriah, Bupati juga menyinggung hal yang lebih serius. Ia menegaskan bahwa pengembangan wisata Galunggung tidak bisa berhenti pada acara seremonial saja.

Infrastruktur, akses, dan fasilitas pendukung masih perlu diperkuat. Tanpa itu, potensi besar kawasan ini tidak akan berkembang maksimal.

Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena menurutnya, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan banyak pihak.

Galunggung Pelan-Pelan Naik Kelas

Dari tahun ke tahun, Galunggung terlihat mulai naik kelas sebagai destinasi wisata. Event seperti gerak jalan tematik ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali kawasan tersebut ke publik yang lebih luas.

Tidak hanya wisata alam, tapi juga wisata pengalaman. Orang datang bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk ikut terlibat.

Dan di titik itu, Galunggung mulai punya cerita yang lebih kuat dari sekadar destinasi di peta.

Lebih dari Sekadar Event Tahunan

Gerak Jalan Tematik Galunggung 2026 mungkin terlihat sederhana di permukaan. Tapi di lapangan, kegiatan ini memperlihatkan sesuatu yang lebih besar: bagaimana wisata, masyarakat, dan pemerintah bisa bergerak dalam satu irama.

Tidak semua orang pulang dengan catatan besar. Tapi banyak yang membawa pengalaman kecil yang mungkin akan mereka ingat.

Dan di situlah Galunggung pelan-pelan membangun posisinya: bukan hanya tempat, tapi pengalaman. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tangki penyimpanan bahan bakar minyak yang menunjukkan stok BBM Indonesia dan cadangan energi nasional

    Kenapa Stok BBM Indonesia Cuma 26 Hari? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah negara yang memiliki cadangan minyak cukup untuk puluhan tahun ke depan. Di sisi lain, ada negara lain yang hanya memiliki stok BBM untuk beberapa minggu. Perbandingan inilah yang kini memicu perhatian publik terhadap stok BBM Indonesia dan ketahanan energi nasional. Data terbaru menunjukkan cadangan minyak Rusia diperkirakan mampu bertahan […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

  • pendaratan darurat pesawat

    Pesawat GA8 Airvan Alami Loss Power, Pilot Arahkan Pendaratan ke Sawah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pesawat GA8 Airvan melakukan pendaratan darurat di Karawang akibat gangguan mesin, seluruh awak selamat. albadarpost.com, LENSA – Di tengah hamparan hijau Desa Kertawaluya, sebuah pesawat kecil tampak miring dengan moncong menancap tanah. Beberapa warga berdiri tak jauh, masih menahan napas setelah melihat manuver terakhir pilot yang membawa pesawat itu mendarat di persawahan. Tak ada ledakan, […]

  • PPATK mengawasi aliran dana Program Makan Bergizi Gratis melalui sistem Detak MBG untuk mencegah penyimpangan anggaran 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana MBG 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru. Menjelang 2026, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperketat kontrol dengan mengawasi aliran dana MBG secara sistematis melalui Detak MBG. Langkah ini muncul di tengah besarnya skala program yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Ketika anggaran membesar, risiko penyimpangan ikut meningkat. […]

  • korupsi dana desa

    Kepala Desa Mancagar Diduga Selewengkan Dana Desa hingga Rp 1 Miliar Lebih

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa di Kuningan menguak kerugian negara lebih dari Rp1 miliar dalam dua tahun anggaran. Dampak pada Warga, Bukan Sekadar Angka albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan korupsi dana desa kembali menyeruak di Jawa Barat, kali ini menimpa Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Program pembangunan dan bantuan sosial dua tahun anggaran diduga diselewengkan untuk […]

expand_less