Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Zuhud atau Malas Berkedok Agama? Ini yang Jarang Berani Dibahas

Zuhud atau Malas Berkedok Agama? Ini yang Jarang Berani Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

pi albadarpost.com, OPINI – Makna zuhud sering terdengar mulia. Namun dalam praktik, zuhud dalam Islam kerap berubah arah. Banyak yang menyebut hakikat zuhud sebagai hidup sederhana tanpa ambisi. Bahkan, ada yang menjadikannya alasan untuk tidak bergerak.

Pertanyaannya sederhana.
Ini benar zuhud… atau sekadar nyaman tidak berusaha?

Ketika Zuhud Dijadikan Alasan, Bukan Pilihan Sadar

Fenomena ini tidak sulit ditemukan.

Ada yang berkata, “Saya tidak mengejar dunia,” padahal peluang ada di depan mata.
Ada yang menolak berkembang, lalu menamainya “zuhud”.

Sekilas terdengar religius.
Namun jika ditelisik, ada yang janggal.

Tentu tidak semua orang demikian, namun fenomena ini cukup sering terjadi.

Dalam banyak kasus, kesalahpahaman ini muncul karena kurangnya pemahaman, bukan niat yang buruk.

Dalilnya Tegas, Tapi Sering Diambil Setengah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ”
“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu…” (HR. Ibnu Majah)

Kalimat ini sering dikutip.
Namun maknanya jarang dibahas tuntas.

Zuhud bukan berarti menolak dunia.
Zuhud berarti tidak menggantungkan hati pada dunia.

Allah juga berfirman:

“Agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput darimu dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23)

Artinya jelas: kendali, bukan pelarian.

Ironi yang Terjadi: Tidak Punya, Tapi Terikat

Di sinilah diskusi sering memanas.

Ada yang tidak memiliki banyak, tetapi pikirannya terus mengejar dunia.
Ada yang sederhana, namun hatinya gelisah melihat orang lain berhasil.

Sebaliknya, ada yang berkecukupan, tetapi tetap tenang.

Mungkin kita juga pernah berada di posisi itu.

Jadi, siapa yang lebih dekat dengan zuhud?

Zuhud Itu Kuat, Bukan Lemah

Zuhud tidak identik dengan lemah.

Tapi zuhud justru menuntut kekuatan. Kekuatan untuk mengendalikan diri, bukan menghindar.

Para sahabat Nabi tidak berhenti bekerja. Mereka tetap berdagang, berjuang, dan membangun.

Namun satu hal membedakan: hati mereka tidak bergantung pada hasil.

Ini inti yang sering terlewat.

Di Era Sekarang, Zuhud Jadi Dua Ekstrem

Hari ini, kita melihat dua sisi.

Satu sisi mengejar dunia tanpa batas.
Sisi lain menolak dunia tanpa arah.

Keduanya sama-sama berlebihan.

Zuhud tidak berada di dua titik itu.
Zuhud ada di tengah.

Tetap berusaha, tetapi tidak terikat.

Diskusi yang Perlu Dilanjutkan

Pada akhirnya, makna zuhud bukan sekadar label.

Ia adalah proses.
Ia adalah latihan.

Namun ketika istilah ini mulai digunakan untuk membenarkan kondisi, di situlah perlu ada refleksi.

Bukan untuk saling menyalahkan.
Tetapi untuk meluruskan.

Karena bisa jadi, yang kita sebut zuhud… sebenarnya belum sampai ke sana.

وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep sup sehat buka puasa

    5 Resep Sup Sehat untuk Buka Puasa, Nomor 3 Favorit Banyak Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Resep sup sehat buka puasa sering menjadi pilihan favorit banyak keluarga selama bulan Ramadhan. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tubuh membutuhkan makanan yang ringan namun tetap bergizi. Oleh karena itu, sup sehat untuk buka puasa menjadi menu yang ideal karena hangat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi. Selain itu, sup juga […]

  • retribusi wisata efektif

    PAD Pangandaran Lampaui Target 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pendapatan pariwisata Pangandaran 2025 mencapai Rp47,5 miliar. Retribusi wisata efektif dorong PAD daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp47,5 miliar. Capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan menunjukkan kinerja positif sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah. […]

  • Beasiswa Santri 2026

    Beasiswa Santri 2026: Kuliah S1–S2 Bisa Lebih Cepat, Ini Jalur Rahasianya!

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Santri 2026 kini menjadi sorotan karena membuka peluang kuliah cepat melalui program percepatan S1–S2. Program yang dikenal sebagai Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) ini menghadirkan skema kuliah terintegrasi, sehingga santri bisa menempuh pendidikan lebih singkat tanpa mengurangi kualitas akademik. Dengan kata lain, beasiswa santri, kuliah cepat, dan jalur percepatan kini menjadi satu […]

  • ART Tasikmalaya

    Viral! Video ART Tasikmalaya Diintimidasi, Warganet Minta Pengusutan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus ART Tasikmalaya menjadi perbincangan publik setelah sebuah video viral Tasikmalaya memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai mantan asisten rumah tangga (ART) berada di tengah situasi yang dinilai banyak warganet penuh tekanan. Video tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai dugaan intimidasi, perlakuan terhadap pekerja rumah tangga, serta pentingnya […]

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

  • Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menghadiri Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna bersama Forkopimda dan masyarakat.

    Dandim 0612 Hadiri Idul Adha Tasikmalaya, Suasana Khidmat Selimuti Singaparna

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Idul Adha Tasikmalaya terasa berbeda di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi, ribuan langkah jamaah terus berdatangan memenuhi halaman masjid. Takbir menggema pelan dari pengeras suara. Di sela udara pagi yang masih dingin, aroma sajadah dan rumput basah bercampur menjadi satu. Momentum Hari Raya Kurban tingkat Kabupaten Tasikmalaya […]

expand_less