Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap.

Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan tahun.

Fakta Lama yang Baru Ramai Dibicarakan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, membuka kembali fakta yang selama ini seolah dibiarkan.

“Dari zaman Presiden Soekarno sampai sekarang belum pernah diaspal,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar kritik. Itu potret kondisi yang nyata di lapangan.

Sepanjang sekitar 15 kilometer, jalan tersebut menghubungkan beberapa desa penting di Kecamatan Bojonggambir hingga tembus ke Jalan Nasional Ciheras. Namun kondisinya masih jauh dari layak.

Bagi warga, ini bukan cerita baru. Mereka sudah terlalu lama menunggu.

Ketika Jalan Jadi Hambatan Utama

Di atas kertas, wilayah ini memiliki potensi besar. Lahan pertanian luas, hasil bumi melimpah, dan aktivitas ekonomi cukup hidup.

Namun di lapangan, semuanya tersendat.

Truk pengangkut hasil panen harus berjalan pelan. Ongkos distribusi meningkat. Waktu tempuh tidak bisa diprediksi.

Dalam kondisi darurat, situasinya lebih rumit. Ambulans sering kesulitan melintas, terutama saat hujan. Anak sekolah pun tidak jarang pulang dengan sepatu penuh lumpur.

Satu masalah yang sama: jalan.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Ini Soal Akses Hidup

Luthfi menegaskan bahwa jalan Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura bukan jalan biasa. Ia menyebutnya sebagai poros penting yang menghubungkan sebagian wilayah kabupaten.

“Ini poros setengah kabupaten,” katanya.

Artinya jelas. Jika akses ini terhambat, maka pergerakan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan ikut terhambat.

Karena itu, persoalan ini tidak bisa lagi dilihat sebagai proyek biasa. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Harapan Baru Muncul, Tapi Belum Tuntas

Setelah bertahun-tahun tanpa kepastian, titik terang akhirnya muncul. Ruas jalan ini resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pembahasan di Komisi III DPRD membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tasikmalaya menyebut proyek ini berpotensi mulai direalisasikan tahun ini.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar pihak dinas.

Selain itu, jalan ini juga disebut sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan. Artinya, peluang realisasi semakin terbuka.

Namun warga masih menunggu bukti nyata.

DPRD Janji Kawal, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga terealisasi. Ia tidak ingin rencana kembali berhenti di tahap wacana.

“Saya akan kawal. Jalan ini memang harus dibangun,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Menurutnya, keterlibatan publik penting agar proyek berjalan sesuai rencana.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan, tanpa pengawasan, banyak rencana yang akhirnya tertunda.

Jika Terbangun, Dampaknya Tidak Main-main

Jika jalan Cireundeu Tasikmalaya benar-benar diperbaiki, dampaknya akan terasa langsung. Distribusi hasil pertanian menjadi lancar. Akses kesehatan lebih cepat. Mobilitas warga meningkat.

Selain itu, kualitas pendidikan juga berpotensi membaik karena akses menuju sekolah menjadi lebih mudah.

“Indeks pembangunan manusia bisa naik. Sekarang hanya terganjal jalan,” kata Luthfi.

Dengan kata lain, satu ruas jalan bisa mengubah banyak hal.

Jalan Cireundeu Tasikmalaya adalah contoh bagaimana infrastruktur menentukan arah perkembangan sebuah wilayah. Selama puluhan tahun, akses terbatas menjadi penghambat utama.

Kini, harapan mulai terlihat. Namun bagi warga, janji bukan hal baru.

Yang mereka tunggu hanya satu: jalan yang benar-benar dibangun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Ciamis Rp190 Miliar

    Ramai Disebut APBD Ciamis Jebol Rp190 Miliar, Ini Kata Herdiat Sunarya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA CIAMIS — Polemik APBD Ciamis Rp190 miliar kembali menjadi perhatian publik. Di tengah beredarnya berbagai narasi mengenai dugaan penyimpangan anggaran daerah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya akhirnya memberikan penjelasan langsung di hadapan masyarakat. Menurutnya, isu yang berkembang terkait APBD Ciamis, anggaran daerah, dan tuduhan korupsi Rp190 miliar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Pernyataan […]

  • Mens Rea

    Mens Rea di Netflix Dipersoalkan Habib Rizieq Shihab

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadapost.com, HUMANIORA – Mens Rea kembali memicu perdebatan di ruang publik digital. Konten stand up comedy yang ditayangkan Netflix itu dipersoalkan oleh tokoh agama Habib Rizieq Shihab karena dinilai menyinggung ibadah salat. Polemik ini menempatkan kebebasan berekspresi seni dan sensitivitas agama dalam satu titik ketegangan yang terbuka. Permintaan agar Netflix menghapus sebagian materi Mens Rea […]

  • Anak Saleh

    Anak Saleh Lebih Berharga dari Harta: Kisah yang Mengingatkan Banyak Orang Tua

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Anak saleh menjadi harapan hampir setiap keluarga Muslim. Karena itu, kelahiran Yadavendra Ryuga Gumilar, putra keempat pasangan Yosep Rangga Gumilar dan Apriani Kristi, bukan sekadar kabar bahagia bagi keluarga, melainkan juga pengingat tentang amanah besar yang Allah titipkan kepada setiap orang tua. Yadavendra Ryuga Gumilar lahir di TMC pada tanggal 3 pukul […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

  • Obat Keras Tasikmalaya

    Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pengungkapan ini […]

  • PLTSa Tasikmalaya

    Tasikmalaya Bidik PLTSa Lewat Program PTLS Kemendagri

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PLTSa Tasikmalaya menjadi salah satu agenda yang dibahas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah. Melalui usulan program PTLS (Pengelolaan Tata Kelola Lingkungan & Sosial), Pemkab Tasikmalaya menyatakan kesiapan menjadi daerah penerima manfaat dengan menyiapkan lahan seluas 17 hektare untuk mendukung […]

expand_less