Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap.

Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan tahun.

Fakta Lama yang Baru Ramai Dibicarakan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, membuka kembali fakta yang selama ini seolah dibiarkan.

“Dari zaman Presiden Soekarno sampai sekarang belum pernah diaspal,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar kritik. Itu potret kondisi yang nyata di lapangan.

Sepanjang sekitar 15 kilometer, jalan tersebut menghubungkan beberapa desa penting di Kecamatan Bojonggambir hingga tembus ke Jalan Nasional Ciheras. Namun kondisinya masih jauh dari layak.

Bagi warga, ini bukan cerita baru. Mereka sudah terlalu lama menunggu.

Ketika Jalan Jadi Hambatan Utama

Di atas kertas, wilayah ini memiliki potensi besar. Lahan pertanian luas, hasil bumi melimpah, dan aktivitas ekonomi cukup hidup.

Namun di lapangan, semuanya tersendat.

Truk pengangkut hasil panen harus berjalan pelan. Ongkos distribusi meningkat. Waktu tempuh tidak bisa diprediksi.

Dalam kondisi darurat, situasinya lebih rumit. Ambulans sering kesulitan melintas, terutama saat hujan. Anak sekolah pun tidak jarang pulang dengan sepatu penuh lumpur.

Satu masalah yang sama: jalan.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Ini Soal Akses Hidup

Luthfi menegaskan bahwa jalan Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura bukan jalan biasa. Ia menyebutnya sebagai poros penting yang menghubungkan sebagian wilayah kabupaten.

“Ini poros setengah kabupaten,” katanya.

Artinya jelas. Jika akses ini terhambat, maka pergerakan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan ikut terhambat.

Karena itu, persoalan ini tidak bisa lagi dilihat sebagai proyek biasa. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Harapan Baru Muncul, Tapi Belum Tuntas

Setelah bertahun-tahun tanpa kepastian, titik terang akhirnya muncul. Ruas jalan ini resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pembahasan di Komisi III DPRD membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tasikmalaya menyebut proyek ini berpotensi mulai direalisasikan tahun ini.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar pihak dinas.

Selain itu, jalan ini juga disebut sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan. Artinya, peluang realisasi semakin terbuka.

Namun warga masih menunggu bukti nyata.

DPRD Janji Kawal, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga terealisasi. Ia tidak ingin rencana kembali berhenti di tahap wacana.

“Saya akan kawal. Jalan ini memang harus dibangun,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Menurutnya, keterlibatan publik penting agar proyek berjalan sesuai rencana.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan, tanpa pengawasan, banyak rencana yang akhirnya tertunda.

Jika Terbangun, Dampaknya Tidak Main-main

Jika jalan Cireundeu Tasikmalaya benar-benar diperbaiki, dampaknya akan terasa langsung. Distribusi hasil pertanian menjadi lancar. Akses kesehatan lebih cepat. Mobilitas warga meningkat.

Selain itu, kualitas pendidikan juga berpotensi membaik karena akses menuju sekolah menjadi lebih mudah.

“Indeks pembangunan manusia bisa naik. Sekarang hanya terganjal jalan,” kata Luthfi.

Dengan kata lain, satu ruas jalan bisa mengubah banyak hal.

Jalan Cireundeu Tasikmalaya adalah contoh bagaimana infrastruktur menentukan arah perkembangan sebuah wilayah. Selama puluhan tahun, akses terbatas menjadi penghambat utama.

Kini, harapan mulai terlihat. Namun bagi warga, janji bukan hal baru.

Yang mereka tunggu hanya satu: jalan yang benar-benar dibangun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Baru 2026

    Menyambut Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Umat Islam menyambut Tahun Baru 2026 dengan doa dan muhasabah sebagai fondasi spiritual dan sikap sosial. albadarpost.com, FOKUS – Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menata ulang niat, memperbaiki sikap, dan menguatkan ikatan spiritual. Di tengah arus perayaan yang sering menonjolkan euforia, sebagian umat memilih jalur yang lebih sunyi: berdoa, […]

  • Child Online Protection

    Internet Tak Lagi Aman untuk Anak? Ini Fakta dan Cara Cegahnya Sekarang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Child Online Protection atau Perlindungan Anak di Dunia Maya bukan lagi sekadar istilah teknis, melainkan kebutuhan mendesak di era digital. Perlindungan anak di internet, keamanan anak digital, hingga pencegahan kejahatan siber kini harus dipahami semua orang tua. Sebab, di balik layar gadget yang tampak aman, ancaman justru sering bergerak tanpa suara. Banyak […]

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Gerakan Pangan Murah

    Strategi Pangandaran Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Gerakan Pangan Murah di Majingklak menekan inflasi pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Pangan di Pesisir Selatan albadarpost.com. HUMANIORA – Kawasan pesisir selatan Pangandaran kembali menjadi saksi betapa rapuhnya stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi ekonomi dan iklim. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan merespons cepat […]

  • Umat Islam melaksanakan shalat tarawih Ramadan berjamaah di masjid pada malam hari dengan saf yang rapat dan suasana khusyuk.

    Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Shalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap. Karena […]

  • Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027

    Bupati Tasikmalaya Beberkan 8 Program Prioritas 2027, Ini Daftarnya!

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027 menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur di daerah. Forum ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pembangunan menuju Tasikmalaya yang religius/islami, maju, adil, dan makmur. Selain itu, agenda ini mempertemukan berbagai elemen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan jangka menengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya […]

expand_less