Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap.

Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan tahun.

Fakta Lama yang Baru Ramai Dibicarakan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, membuka kembali fakta yang selama ini seolah dibiarkan.

“Dari zaman Presiden Soekarno sampai sekarang belum pernah diaspal,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar kritik. Itu potret kondisi yang nyata di lapangan.

Sepanjang sekitar 15 kilometer, jalan tersebut menghubungkan beberapa desa penting di Kecamatan Bojonggambir hingga tembus ke Jalan Nasional Ciheras. Namun kondisinya masih jauh dari layak.

Bagi warga, ini bukan cerita baru. Mereka sudah terlalu lama menunggu.

Ketika Jalan Jadi Hambatan Utama

Di atas kertas, wilayah ini memiliki potensi besar. Lahan pertanian luas, hasil bumi melimpah, dan aktivitas ekonomi cukup hidup.

Namun di lapangan, semuanya tersendat.

Truk pengangkut hasil panen harus berjalan pelan. Ongkos distribusi meningkat. Waktu tempuh tidak bisa diprediksi.

Dalam kondisi darurat, situasinya lebih rumit. Ambulans sering kesulitan melintas, terutama saat hujan. Anak sekolah pun tidak jarang pulang dengan sepatu penuh lumpur.

Satu masalah yang sama: jalan.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Ini Soal Akses Hidup

Luthfi menegaskan bahwa jalan Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura bukan jalan biasa. Ia menyebutnya sebagai poros penting yang menghubungkan sebagian wilayah kabupaten.

“Ini poros setengah kabupaten,” katanya.

Artinya jelas. Jika akses ini terhambat, maka pergerakan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan ikut terhambat.

Karena itu, persoalan ini tidak bisa lagi dilihat sebagai proyek biasa. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Harapan Baru Muncul, Tapi Belum Tuntas

Setelah bertahun-tahun tanpa kepastian, titik terang akhirnya muncul. Ruas jalan ini resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pembahasan di Komisi III DPRD membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tasikmalaya menyebut proyek ini berpotensi mulai direalisasikan tahun ini.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar pihak dinas.

Selain itu, jalan ini juga disebut sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan. Artinya, peluang realisasi semakin terbuka.

Namun warga masih menunggu bukti nyata.

DPRD Janji Kawal, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga terealisasi. Ia tidak ingin rencana kembali berhenti di tahap wacana.

“Saya akan kawal. Jalan ini memang harus dibangun,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Menurutnya, keterlibatan publik penting agar proyek berjalan sesuai rencana.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan, tanpa pengawasan, banyak rencana yang akhirnya tertunda.

Jika Terbangun, Dampaknya Tidak Main-main

Jika jalan Cireundeu Tasikmalaya benar-benar diperbaiki, dampaknya akan terasa langsung. Distribusi hasil pertanian menjadi lancar. Akses kesehatan lebih cepat. Mobilitas warga meningkat.

Selain itu, kualitas pendidikan juga berpotensi membaik karena akses menuju sekolah menjadi lebih mudah.

“Indeks pembangunan manusia bisa naik. Sekarang hanya terganjal jalan,” kata Luthfi.

Dengan kata lain, satu ruas jalan bisa mengubah banyak hal.

Jalan Cireundeu Tasikmalaya adalah contoh bagaimana infrastruktur menentukan arah perkembangan sebuah wilayah. Selama puluhan tahun, akses terbatas menjadi penghambat utama.

Kini, harapan mulai terlihat. Namun bagi warga, janji bukan hal baru.

Yang mereka tunggu hanya satu: jalan yang benar-benar dibangun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mojtaba Khamenei

    Siapa Mojtaba Khamenei? Tokoh yang Dijaga Pasukan NOPO Iran

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perubahan kepemimpinan di Iran membuat nama Mojtaba Khamenei mendadak menjadi sorotan dunia. Sosok ini kini dikenal sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru sekaligus tokoh yang dijaga ketat oleh pasukan NOPO Iran, unit keamanan elite yang bertugas melindungi pemimpin negara. Mojtaba Khamenei merupakan putra dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya […]

  • Nabi Daud adil

    Kisah Nabi Daud yang Membuat Banyak Pemimpin Harus Belajar

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah banyaknya pemimpin yang kehilangan kepercayaan rakyat, kisah Nabi Daud dan kepemimpinan yang adil justru kembali dicari. Nabi Daud adil bukan hanya menjadi teladan dalam sejarah Islam, tetapi juga menghadirkan contoh nyata tentang pemimpin bijaksana, jujur, dan berani mengambil keputusan. Karena itu, banyak orang mulai mencari bagaimana cara Nabi Daud memimpin, […]

  • Kebocoran Air Banjar

    Banjar Gandeng Korea, Kebocoran Air Ditarget Turun 20 Persen

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya mengatasi kebocoran air Banjar memasuki babak baru. Pemerintah Kota Banjar melalui Perumda Air Minum Tirta Anom resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, WI.Plat Co., Ltd, yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air bersih, menekan kehilangan air (non-revenue water/NRW), sekaligus memperkuat […]

  • doa Nabi Zakaria

    Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan. Kisah ini tidak hanya […]

  • rezeki menurut Islam

    7 Kebiasaan yang Membuka Peluang Rezeki Menurut Islam, Lengkap dengan Dali

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rezeki menurut Islam tidak hanya berasal dari kerja keras, tetapi juga dari kebiasaan yang penuh keberkahan. Banyak amalan pembuka rezeki, cara membuka pintu rezeki dalam Islam, dan kebiasaan mendatangkan rezeki yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Menariknya, kebiasaan ini sering dianggap sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten, dampaknya bisa mengubah kehidupan […]

  • kekeringan Pangandaran

    Kekeringan Pangandaran, 360 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Pangandaran menjadi perhatian setelah BPBD Kabupaten Pangandaran mencatat distribusi 360.000 liter air bersih hingga pembaruan Sabtu, 15 Agustus 2026. Data tersebut mencatat penyaluran ke 9 kecamatan dan 21 desa, dengan layanan yang menjangkau 3.509 kepala keluarga atau 10.457 jiwa. Berdasarkan data BPBD Pangandaran yang dirilis pada 15 Agustus 2026, distribusi […]

expand_less