Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKonten lokal Priangan Timur belum benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat justru lebih banyak mengonsumsi konten dari luar. Situasi ini dinilai mulai berdampak pada perubahan pola sosial dan budaya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengungkap kondisi tersebut dalam forum Nyemah Atikan Penyiaran di Bale Priangan Bank Indonesia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan lagi soal kepatuhan lembaga penyiaran, melainkan soal daya saing konten.

“Lembaga penyiaran sudah relatif patuh. Tapi mereka tidak bisa sendirian menghadapi disfungsi informasi yang menggempur kebudayaan,” ujarnya.

Pernyataan itu menandai pergeseran tantangan: dari regulasi ke substansi konten.

Konten Lokal Tertinggal di Rumah Sendiri

Di lapangan, fenomena ini terasa nyata. Konten lokal yang seharusnya menjadi identitas daerah justru kalah populer dibanding konten digital global.

Masyarakat, terutama generasi muda, lebih akrab dengan tren luar daripada narasi lokal. Akibatnya, ruang budaya perlahan menyempit.

Padahal, konten lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Ia juga memuat nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat.

Ketika konten tersebut melemah, dampaknya meluas.

Bukan hanya pada media, tetapi juga pada cara masyarakat berinteraksi.

Riset KPID: Pergeseran Nilai Sosial Terjadi

Temuan KPID Jabar memperkuat indikasi tersebut. Melalui riset terhadap 601 responden di enam klaster, termasuk Priangan Timur, terlihat perubahan yang cukup signifikan.

Lebih dari 50 persen responden menyatakan media sosial telah memengaruhi nilai budaya.

Perubahan itu terlihat pada beberapa aspek:

  • Nilai someah mulai berkurang
  • Gotong royong tidak sekuat sebelumnya
  • Kolektivitas bergeser ke arah individual

Selain itu, pola interaksi juga berubah. Masyarakat kini lebih banyak berkomunikasi melalui perangkat digital dibanding tatap muka langsung.

Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan berlangsung perlahan, namun konsisten.

Kolaborasi Jadi Jalan Keluar

Menghadapi situasi ini, KPID Jabar tidak tinggal diam. Mereka mulai membangun kolaborasi dengan Asosiasi Pers Mahasiswa.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat produksi konten lokal berbasis generasi muda.

“Teman-teman pers mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan program lokal untuk sistem siaran jaringan,” kata Adiyana.

Pendekatan ini dinilai strategis. Selain memahami dinamika lokal, mahasiswa juga lebih dekat dengan tren media digital.

Dengan demikian, konten lokal bisa dikemas lebih relevan tanpa kehilangan nilai budaya.

Benteng Budaya Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Adiyana menegaskan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan pada satu lembaga. Tantangan yang ada terlalu besar untuk dihadapi sendiri.

“Benteng itu bukan hanya KPID atau lembaga penyiaran, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah, media, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.

Tanpa kolaborasi, upaya penguatan konten lokal akan berjalan lambat.

Di Antara Ancaman dan Peluang

Meski menghadirkan tantangan, media sosial sebenarnya juga membuka peluang. Platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat konten lokal jika dimanfaatkan dengan tepat.

Namun, tanpa strategi yang jelas, konten lokal akan terus kalah bersaing.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru. Bukan sekadar mempertahankan nilai lama, tetapi juga menyesuaikan cara penyampaian dengan kebiasaan audiens saat ini.

Di titik ini, kreativitas menjadi kunci.

Priangan Timur di Titik Kritis

Situasi Priangan Timur saat ini bisa disebut berada di titik kritis. Di satu sisi, ada kekayaan budaya yang kuat. Di sisi lain, ada tekanan besar dari arus informasi global.

Jika tidak segera direspons, ketimpangan ini akan semakin melebar.

Sebaliknya, jika momentum ini dimanfaatkan, Priangan Timur justru bisa menjadi contoh penguatan konten lokal berbasis kolaborasi.

Waktu untuk Bergerak

Sorotan KPID Jabar menjadi sinyal penting. Ketika lebih dari separuh masyarakat merasakan perubahan nilai, maka langkah konkret tidak bisa ditunda.

Konten lokal perlu diperkuat. Kolaborasi harus diperluas. Strategi komunikasi perlu diperbarui.

Untuk saat ini, kesadaran sudah mulai tumbuh.

Pertanyaannya, siapa yang bergerak lebih dulu. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pasangan suami istri berdiskusi dengan tenang di kamar, menggambarkan komunikasi saat istri menolak hubungan karena lelah.

    Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang istri menolak hubungan karena lelah sering muncul dalam konsultasi rumah tangga. Sebagian orang menyebutnya sebagai penolakan kewajiban, sementara yang lain melihatnya sebagai hak menjaga kondisi fisik. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum istri menolak hubungan suami istri dalam Islam ketika kondisi tubuh benar-benar letih? Agar tidak terjebak pada potongan dalil, mari kita […]

  • Ilustrasi siluet perempuan menikmati hidangan dengan suasana hangat, menggambarkan filosofi rasa dan makna di balik makanan.

    Filosofi Rasa: Cerita di Balik Setiap Hidangan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Filosofi Rasa bukan sekadar tentang lidah yang mengecap manis, asin, atau pedas. Filosofi rasa adalah cerita di balik makanan, makna di balik hidangan, serta pengalaman emosional yang menyertai setiap suapan. Dalam setiap sajian, selalu ada kisah, nilai, dan kenangan yang melekat kuat pada memori kita. Makanan memang terlihat sederhana. Namun, ketika kita […]

  • Petugas polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di dalam selokan wilayah Cibatu, Garut, Jawa Barat.

    Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH -Penemuan mayat di selokan Garut menggegerkan warga Kampung Salagedang, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat pagi, 1 Mei 2026. Sosok pria tanpa identitas awal itu ditemukan tergeletak di dalam saluran air saat warga memeriksa kondisi selokan yang selama ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar. […]

  • Bimwin Wajib

    Calon Pengantin Wajib Bimwin, Ini Penjelasan Lengkap Kemenag

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bimwin wajib kini menjadi bagian dari persiapan bagi calon pengantin setelah Kementerian Agama menerapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan. Melalui kebijakan tersebut, Bimbingan Perkawinan (Bimwin) hadir bukan sekadar sebagai persyaratan menjelang akad nikah, melainkan sebagai bekal untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas. Program ini bertujuan […]

  • KA Purwojaya anjlok

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Cigunung berdialog dengan warga Kampung Nangorak Parungponteng Tasikmalaya

    Bhabinkamtibmas Cigunung Turun ke Kampung, Warga: Polisi Kini Lebih Dekat

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bhabinkamtibmas Cigunung kembali menunjukkan pendekatan humanis Polri melalui kegiatan sambang warga di Kampung Nangorak, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026). Langkah polisi desa atau pembinaan masyarakat ini menjadi strategi penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan Bripka Anggi Anugrah Pratama […]

expand_less