Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKonten lokal Priangan Timur belum benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat justru lebih banyak mengonsumsi konten dari luar. Situasi ini dinilai mulai berdampak pada perubahan pola sosial dan budaya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengungkap kondisi tersebut dalam forum Nyemah Atikan Penyiaran di Bale Priangan Bank Indonesia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan lagi soal kepatuhan lembaga penyiaran, melainkan soal daya saing konten.

“Lembaga penyiaran sudah relatif patuh. Tapi mereka tidak bisa sendirian menghadapi disfungsi informasi yang menggempur kebudayaan,” ujarnya.

Pernyataan itu menandai pergeseran tantangan: dari regulasi ke substansi konten.

Konten Lokal Tertinggal di Rumah Sendiri

Di lapangan, fenomena ini terasa nyata. Konten lokal yang seharusnya menjadi identitas daerah justru kalah populer dibanding konten digital global.

Masyarakat, terutama generasi muda, lebih akrab dengan tren luar daripada narasi lokal. Akibatnya, ruang budaya perlahan menyempit.

Padahal, konten lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Ia juga memuat nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat.

Ketika konten tersebut melemah, dampaknya meluas.

Bukan hanya pada media, tetapi juga pada cara masyarakat berinteraksi.

Riset KPID: Pergeseran Nilai Sosial Terjadi

Temuan KPID Jabar memperkuat indikasi tersebut. Melalui riset terhadap 601 responden di enam klaster, termasuk Priangan Timur, terlihat perubahan yang cukup signifikan.

Lebih dari 50 persen responden menyatakan media sosial telah memengaruhi nilai budaya.

Perubahan itu terlihat pada beberapa aspek:

  • Nilai someah mulai berkurang
  • Gotong royong tidak sekuat sebelumnya
  • Kolektivitas bergeser ke arah individual

Selain itu, pola interaksi juga berubah. Masyarakat kini lebih banyak berkomunikasi melalui perangkat digital dibanding tatap muka langsung.

Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan berlangsung perlahan, namun konsisten.

Kolaborasi Jadi Jalan Keluar

Menghadapi situasi ini, KPID Jabar tidak tinggal diam. Mereka mulai membangun kolaborasi dengan Asosiasi Pers Mahasiswa.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat produksi konten lokal berbasis generasi muda.

“Teman-teman pers mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan program lokal untuk sistem siaran jaringan,” kata Adiyana.

Pendekatan ini dinilai strategis. Selain memahami dinamika lokal, mahasiswa juga lebih dekat dengan tren media digital.

Dengan demikian, konten lokal bisa dikemas lebih relevan tanpa kehilangan nilai budaya.

Benteng Budaya Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Adiyana menegaskan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan pada satu lembaga. Tantangan yang ada terlalu besar untuk dihadapi sendiri.

“Benteng itu bukan hanya KPID atau lembaga penyiaran, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah, media, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.

Tanpa kolaborasi, upaya penguatan konten lokal akan berjalan lambat.

Di Antara Ancaman dan Peluang

Meski menghadirkan tantangan, media sosial sebenarnya juga membuka peluang. Platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat konten lokal jika dimanfaatkan dengan tepat.

Namun, tanpa strategi yang jelas, konten lokal akan terus kalah bersaing.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru. Bukan sekadar mempertahankan nilai lama, tetapi juga menyesuaikan cara penyampaian dengan kebiasaan audiens saat ini.

Di titik ini, kreativitas menjadi kunci.

Priangan Timur di Titik Kritis

Situasi Priangan Timur saat ini bisa disebut berada di titik kritis. Di satu sisi, ada kekayaan budaya yang kuat. Di sisi lain, ada tekanan besar dari arus informasi global.

Jika tidak segera direspons, ketimpangan ini akan semakin melebar.

Sebaliknya, jika momentum ini dimanfaatkan, Priangan Timur justru bisa menjadi contoh penguatan konten lokal berbasis kolaborasi.

Waktu untuk Bergerak

Sorotan KPID Jabar menjadi sinyal penting. Ketika lebih dari separuh masyarakat merasakan perubahan nilai, maka langkah konkret tidak bisa ditunda.

Konten lokal perlu diperkuat. Kolaborasi harus diperluas. Strategi komunikasi perlu diperbarui.

Untuk saat ini, kesadaran sudah mulai tumbuh.

Pertanyaannya, siapa yang bergerak lebih dulu. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • telur balado estetik warna merah menggoda

    Cara Bikin Telur Balado Ala Restoran, Ternyata Ini Kuncinya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Belakangan ini, cara membuat telur balado gourmet ramai dibicarakan di media sosial. Banyak kreator kuliner mengubah menu sederhana ini menjadi hidangan premium dengan tampilan estetik dan rasa lebih kompleks. Bahkan, versi telur balado ala restoran, balado premium rumahan, hingga telur balado estetik viral mulai bermunculan dan menarik perhatian. Fenomena ini bukan tanpa […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • Ilustrasi suasana keluarga muslim damai dan harmonis sebagai gambaran hayatan thayyibah dalam QS An-Nahl ayat 97

    QS An-Nahl 97: Rahasia Hidup Tenang dan Berkah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Dalam QS An-Nahl ayat 97, Allah menjanjikan hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik bagi siapa pun yang beriman dan beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan. Istilah ini kerap diterjemahkan sebagai hidup yang tenang, berkah, dan penuh makna. Menariknya, ayat ini tidak memberi ruang perbedaan berdasarkan gender dalam urusan pahala. Sebaliknya, ukuran yang digunakan […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • nusantara hub

    Pantau Mudik Real-Time, Ini Cara Baru Hindari Macet Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nusantara Hub kini menjadi solusi utama dalam memantau mudik 2026, terutama untuk melihat arus mudik secara real-time. Platform digital ini memungkinkan masyarakat mengikuti pergerakan transportasi, kondisi lalu lintas, hingga situasi cuaca secara langsung. Melalui sistem ini, pemudik tidak lagi bergantung pada informasi yang terlambat atau tidak jelas. Sebaliknya, mereka bisa mengambil […]

  • Ilustrasi ASN bekerja dari rumah dengan laptop untuk kebijakan WFH ASN guna menghemat BBM nasional

    WFH ASN Hemat BBM? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – WFH ASN mendadak jadi perbincangan panas. Banyak yang mengira kebijakan ini sudah resmi dan siap diterapkan. Padahal, wacana WFH ASN atau kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara—termasuk istilah lain seperti work from anywhere (WFA ASN)—masih berada di tahap kajian. Namun demikian, isu ini langsung viral karena dikaitkan dengan upaya hemat BBM […]

expand_less