Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

Mengejutkan! Krisis Konten Lokal Priangan Timur, KPID Jabar Buka Data

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKonten lokal Priangan Timur belum benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat justru lebih banyak mengonsumsi konten dari luar. Situasi ini dinilai mulai berdampak pada perubahan pola sosial dan budaya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengungkap kondisi tersebut dalam forum Nyemah Atikan Penyiaran di Bale Priangan Bank Indonesia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan lagi soal kepatuhan lembaga penyiaran, melainkan soal daya saing konten.

“Lembaga penyiaran sudah relatif patuh. Tapi mereka tidak bisa sendirian menghadapi disfungsi informasi yang menggempur kebudayaan,” ujarnya.

Pernyataan itu menandai pergeseran tantangan: dari regulasi ke substansi konten.

Konten Lokal Tertinggal di Rumah Sendiri

Di lapangan, fenomena ini terasa nyata. Konten lokal yang seharusnya menjadi identitas daerah justru kalah populer dibanding konten digital global.

Masyarakat, terutama generasi muda, lebih akrab dengan tren luar daripada narasi lokal. Akibatnya, ruang budaya perlahan menyempit.

Padahal, konten lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Ia juga memuat nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat.

Ketika konten tersebut melemah, dampaknya meluas.

Bukan hanya pada media, tetapi juga pada cara masyarakat berinteraksi.

Riset KPID: Pergeseran Nilai Sosial Terjadi

Temuan KPID Jabar memperkuat indikasi tersebut. Melalui riset terhadap 601 responden di enam klaster, termasuk Priangan Timur, terlihat perubahan yang cukup signifikan.

Lebih dari 50 persen responden menyatakan media sosial telah memengaruhi nilai budaya.

Perubahan itu terlihat pada beberapa aspek:

  • Nilai someah mulai berkurang
  • Gotong royong tidak sekuat sebelumnya
  • Kolektivitas bergeser ke arah individual

Selain itu, pola interaksi juga berubah. Masyarakat kini lebih banyak berkomunikasi melalui perangkat digital dibanding tatap muka langsung.

Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan berlangsung perlahan, namun konsisten.

Kolaborasi Jadi Jalan Keluar

Menghadapi situasi ini, KPID Jabar tidak tinggal diam. Mereka mulai membangun kolaborasi dengan Asosiasi Pers Mahasiswa.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat produksi konten lokal berbasis generasi muda.

“Teman-teman pers mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan program lokal untuk sistem siaran jaringan,” kata Adiyana.

Pendekatan ini dinilai strategis. Selain memahami dinamika lokal, mahasiswa juga lebih dekat dengan tren media digital.

Dengan demikian, konten lokal bisa dikemas lebih relevan tanpa kehilangan nilai budaya.

Benteng Budaya Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Adiyana menegaskan bahwa menjaga budaya tidak bisa dibebankan pada satu lembaga. Tantangan yang ada terlalu besar untuk dihadapi sendiri.

“Benteng itu bukan hanya KPID atau lembaga penyiaran, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah, media, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.

Tanpa kolaborasi, upaya penguatan konten lokal akan berjalan lambat.

Di Antara Ancaman dan Peluang

Meski menghadirkan tantangan, media sosial sebenarnya juga membuka peluang. Platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat konten lokal jika dimanfaatkan dengan tepat.

Namun, tanpa strategi yang jelas, konten lokal akan terus kalah bersaing.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru. Bukan sekadar mempertahankan nilai lama, tetapi juga menyesuaikan cara penyampaian dengan kebiasaan audiens saat ini.

Di titik ini, kreativitas menjadi kunci.

Priangan Timur di Titik Kritis

Situasi Priangan Timur saat ini bisa disebut berada di titik kritis. Di satu sisi, ada kekayaan budaya yang kuat. Di sisi lain, ada tekanan besar dari arus informasi global.

Jika tidak segera direspons, ketimpangan ini akan semakin melebar.

Sebaliknya, jika momentum ini dimanfaatkan, Priangan Timur justru bisa menjadi contoh penguatan konten lokal berbasis kolaborasi.

Waktu untuk Bergerak

Sorotan KPID Jabar menjadi sinyal penting. Ketika lebih dari separuh masyarakat merasakan perubahan nilai, maka langkah konkret tidak bisa ditunda.

Konten lokal perlu diperkuat. Kolaborasi harus diperluas. Strategi komunikasi perlu diperbarui.

Untuk saat ini, kesadaran sudah mulai tumbuh.

Pertanyaannya, siapa yang bergerak lebih dulu. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri pesantren berdiskusi dalam forum bahtsul masail dengan kitab kuning membahas hukum Islam dan persoalan modern

    Dari Pesantren, Santri Menjawab Masalah Zaman Lewat Bahtsul Masail

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah derasnya perubahan zaman, tidak semua orang tahu bahwa di ruang-ruang sederhana pesantren, para santri rutin membahas persoalan besar umat. Tradisi bahtsul masail menjadi wadah penting yang mempertemukan ilmu klasik dengan realitas modern. Melalui forum ini, bahtsul masail di pesantren tidak hanya menjadi diskusi biasa, tetapi juga ruang kajian fiqih, forum […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • Kompleks kepemimpinan Iran di Teheran rusak parah setelah serangan udara yang menewaskan Ali Khamenei pada dini hari.

    Serangan Presisi Hantam Pusat Kekuasaan Iran, Ali Khamenei Tewas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Ali Khamenei tewas setelah serangan udara menghantam pusat kepemimpinan Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat. Kematian pemimpin tertinggi Iran atau Supreme Leader Iran terjadi setelah ledakan kuat merusak kompleks strategis di jantung ibu kota. Peristiwa ini langsung memicu siaga militer nasional dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ledakan […]

  • Tong Sampah KHZ Mustofa

    Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya. Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari. Jalan […]

  • Ilustrasi pekerja Indonesia dengan kebijakan buruh 2026 seperti UMP, BSU, JKP, dan program subsidi rumah pemerintah

    Dampak Besar untuk Pekerja! Ini 6 Kebijakan Baru Kesejahteraan Buruh 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menaruh perhatian besar pada Kebijakan Buruh 2026 yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pekerja di Indonesia. Paket kebijakan ini tidak hanya bicara soal angka upah, tetapi juga menyentuh hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perlindungan saat kehilangan pekerjaan, bantuan tunai, hingga mimpi memiliki rumah sendiri. Di lapangan, sejumlah […]

expand_less