Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal.

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia

albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia demi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ahli gizi Mochammad Rizal menilai program ini sebagai langkah positif dan visioner, tetapi ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus dikawal melalui evaluasi rutin agar manfaat jangka panjangnya benar-benar terasa.
“Dalam jangka pendek, dampaknya terlihat dari peningkatan status gizi dan kesehatan anak, misalnya penurunan angka anemia. Anak-anak sehat hari ini akan menjadi generasi bebas stunting di masa depan,” ujar Rizal seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11/2025).

Menurut Rizal, program makan bergizi gratis merupakan bentuk investasi sosial yang efeknya baru terasa setelah satu hingga dua dekade. Karena itu, pengawasan implementasi di lapangan menjadi kunci utama agar target Indonesia bebas stunting bisa tercapai.


Tantangan di Lapangan: Perubahan Pola Makan dan Food Waste

Di balik semangat besar program MBG, implementasinya tidak semudah di atas kertas. Salah satu tantangan nyata di lapangan adalah kebiasaan makan anak-anak masa kini yang lebih menyukai ultra processed food (UPF) seperti camilan, sosis, atau nugget—makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang cenderung praktis namun minim nilai gizi.

“Menu MBG yang ideal secara gizi justru berisiko tidak dihabiskan anak-anak. Ketika diganti dengan menu berbasis UPF agar makanan habis, tujuan pemenuhan gizi malah bergeser,” kata Rizal yang kini tengah menempuh studi doktoral bidang International Nutrition di Cornell University, Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah perlu strategi bertahap untuk mengubah perilaku makan siswa agar terbiasa dengan makanan bergizi dan segar. Selain memperbaiki menu, pendekatan edukatif dan psikologis di sekolah juga dibutuhkan supaya anak memahami pentingnya asupan seimbang.

Ia menambahkan, evaluasi rutin terkait jumlah makanan yang dikonsumsi dan terbuang (food waste) menjadi indikator penting efektivitas program. “Data itu tidak boleh diabaikan karena mencerminkan penerimaan siswa terhadap menu yang disediakan,” ujarnya.


Evaluasi dan Peran Sekolah dalam Pengawasan Program

Panduan pelaksanaan program MBG yang disusun oleh Kemendikdasmen sudah mencantumkan mekanisme evaluasi di tingkat sekolah. Setiap satuan pendidikan diminta mengumpulkan data tentang penerima manfaat, jenis menu, jumlah makanan terbuang, serta kondisi gizi anak sebelum dan sesudah program berjalan.

Selain itu, sekolah diwajibkan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh (IMT) siswa setiap enam bulan sekali. Data tersebut akan menjadi basis kebijakan nasional dalam menilai efektivitas program makan bergizi gratis dari waktu ke waktu.

Sekolah juga didorong melaporkan insiden keamanan pangan jika terjadi masalah dalam penyediaan makanan. “Pengawasan keamanan pangan sangat penting, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar pada kesehatan anak,” ujar Rizal.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam memastikan penerapan gizi seimbang di setiap tahap. Namun, beban kerja tenaga gizi di lapangan masih sangat tinggi. Dengan rasio satu ahli gizi yang harus memantau 3.000–4.000 porsi makanan, risiko kesalahan pengawasan meningkat.


Langkah Perbaikan dan Sinergi Kebijakan

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi baru yang membatasi kapasitas produksi maksimal 2.000 porsi pada Satuan Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Rizal menilai kebijakan itu sebagai langkah positif yang bisa meringankan beban ahli gizi sekaligus meningkatkan kualitas keamanan pangan.

Namun, menurutnya, pengawasan saja tidak cukup. Program MBG harus diintegrasikan dengan edukasi gizi yang berkelanjutan, baik untuk siswa maupun keluarga mereka. “Menyiapkan menu bergizi saja belum cukup. Anak dan keluarga perlu memahami mengapa gizi seimbang penting,” ujarnya.

Edukasi gizi ini dapat dilakukan melalui kegiatan belajar, kampanye sekolah, hingga kolaborasi dengan lembaga kesehatan lokal. Dengan cara itu, program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan gratis, melainkan juga instrumen pendidikan kesehatan masyarakat.

“Program makan bergizi gratis ini adalah langkah besar. Tapi karena masih baru, wajar jika banyak hal perlu dibenahi. Masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tujuan besar ini tercapai,” pungkas Rizal.

Program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan cerdas. Agar manfaatnya optimal, evaluasi menyeluruh dan sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Dengan perbaikan berkelanjutan, program ini dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

Evaluasi berkelanjutan dan edukasi gizi jadi kunci keberhasilan program makan bergizi gratis menuju generasi Indonesia Emas 2045. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAN Kota Tasik

    PAN Kota Tasik Keluarkan Tiga Komando Besar

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ballroom Hotel City Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026), dipenuhi warna biru khas Partai Amanat Nasional (PAN). Ratusan kader, pengurus cabang, hingga pengurus tingkat ranting berkumpul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PAN Kota Tasikmalaya. Bagi PAN Kota Tasik, agenda ini bukan sekadar forum organisasi. Muscab menjadi momentum konsolidasi sekaligus pemanasan mesin politik […]

  • Festival Layang-Layang Garut

    Langit Garut Menyatukan Dunia Lewat Festival Layang-Layang

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Festival Layang-Layang Garut kembali membuktikan bahwa sebuah tradisi sederhana mampu menarik perhatian dunia. Di bawah langit biru kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, ratusan layang-layang dari berbagai negara menari mengikuti embusan angin pegunungan. Garut International Kite Festival 2026 bukan hanya menghadirkan atraksi udara yang memikat, tetapi juga mempertemukan budaya, memperkenalkan destinasi wisata, […]

  • Hari Amal Bakti

    Hari Amal Bakti Jadi Refleksi Kerukunan di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya pimpin Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, dorong kerukunan umat dan layanan publik inklusif. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi pelayanan publik yang adil dan inklusif. Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Tasikmalaya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia […]

  • Menunda Amal

    Menunda Amal, Dosa yang Sering Menyamar Jadi Kesibukan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menunda amal telah menjadi kebiasaan yang diam-diam dianggap wajar. Banyak orang berkata akan mulai mengaji setelah pekerjaan selesai. Ada yang berjanji memperbanyak sedekah ketika penghasilannya meningkat. Sebagian lagi ingin memperbaiki salat jika hidup sudah lebih tenang. Menunda amal, menangguhkan ibadah, atau menunggu waktu yang dianggap ideal terdengar masuk akal. Namun, menurut Syekh […]

  • Kasus TPPO Jawa Barat

    Kasus TPPO Jawa Barat Lampaui Catatan Setahun Hanya Enam Bulan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus TPPO Jawa Barat kembali menjadi sorotan bertepatan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Perdagangan Orang pada Kamis (30/7/2026). Data terbaru menunjukkan perdagangan orang di Jawa Barat atau TPPO Jabar terus meningkat. Bahkan, jumlah kasus yang ditangani sepanjang Januari hingga Juni 2026 sudah melampaui total penanganan selama satu tahun penuh pada 2025. Fakta […]

  • Kecelakaan Tawang

    Pick Up Hilang Kendali di Tawang, Tiga Orang Luka

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan Tawang kembali menyita perhatian warga Kota Tasikmalaya. Insiden lalu lintas atau tabrakan kendaraan yang melibatkan sebuah mobil pick up dan Toyota Kijang Inova terjadi di Jalan Cikalang, Kecamatan Tawang, Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat benturan keras tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan arus kendaraan sempat tersendat cukup panjang. […]

expand_less