Dari Pejabat hingga PPPK, Ini 8 Wakil Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rizki Maulana saat meraih Juara 1 Kategori Inovatif pada Penganugerahan PNS Berprestasi 2025 melalui gagasan SIMANTAP WEB-GIS. (Dok. Dukcapil Kota Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Delapan perwakilan ASN Berprestasi Tasikmalaya mendapat dukungan untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan dengan kategori berbeda, mulai dari Pimpinan Tinggi Terbaik, Administrator Terbaik, Best Employee hingga PPPK Terbaik.
Nama-nama tersebut muncul dalam materi publikasi Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada para perwakilan daerah. Seleksi ASN Berprestasi Jawa Barat 2026 sendiri menjadi bagian dari agenda penghargaan kinerja aparatur di tingkat provinsi. Informasi pemerintah daerah juga menunjukkan bahwa proses pendaftaran seleksi ASN Berprestasi 2026 berlangsung pada tahun ini.
Namun, ada hal yang lebih penting daripada sekadar jumlah kandidat.
Delapan nama itu kini membawa pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh prestasi ASN benar-benar berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat?
Delapan wakil Kota Tasikmalaya
Dalam kategori Pimpinan Tinggi Terbaik, terdapat dua nama, yakni dr. Asep Hendra Hendriana, MM dari Dinas Kesehatan dan Drs. H. Deni Diyana, M.Si dari Dinas Tenaga Kerja.
Kemudian, kategori Administrator Terbaik diikuti Dr. dr. RR Titie Purwaningsari, MMRS dari UPTD Khusus RSUD dr. Soekardjo serta Suryaningsih, S.Sos, MM, M.K.M.
Sementara itu, kategori Best Employee menghadirkan Rizki Maulana, A.Md dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Feni Yulita, AMG dari UPTD Puskesmas Kawalu.
Adapun kategori PPPK Terbaik diwakili Asep Zuhair Saputra, S.Pd dari SDN 2 Tanjung dan Lilis Saodah, S.Kep., Ners dari UPTD Puskesmas Sukalaksana.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa representasi Kota Tasikmalaya tidak hanya datang dari kalangan pejabat. Ada pula pegawai yang bekerja langsung pada sektor administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat.
Dengan kata lain, kompetisi ini tidak semata berbicara tentang jabatan. Ia juga menyentuh bagaimana seorang aparatur menjalankan fungsi pelayanan di ruang kerjanya masing-masing.
Bukan sekadar mencari siapa yang terbaik
Penghargaan ASN memang penting. Aparatur yang bekerja baik perlu mendapatkan apresiasi agar budaya profesionalisme tumbuh di lingkungan pemerintahan.
Akan tetapi, penghargaan juga perlu dilihat secara kritis.
ASN berprestasi seharusnya bukan hanya mereka yang mampu tampil baik dalam kompetisi, tetapi juga mereka yang menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Ukuran tersebut dapat terlihat dari berbagai hal. Misalnya, pelayanan menjadi lebih cepat, prosedur semakin sederhana, pengaduan masyarakat ditangani dengan baik, atau sebuah inovasi benar-benar memberikan manfaat.
Karena itu, masyarakat patut mengetahui lebih jauh karya, inovasi, capaian, dan dampak pelayanan yang menjadi dasar para kandidat tersebut masuk dalam seleksi.
Poster atau daftar nama memang memberi informasi awal. Namun, bagi publik, informasi yang lebih bernilai adalah mengetahui apa yang telah mereka kerjakan dan perubahan apa yang dihasilkan.
Ada rekam jejak yang menarik untuk dicermati
Salah satu nama dalam daftar tersebut, Rizki Maulana, A.Md, bukan nama yang sepenuhnya baru dalam konteks penghargaan ASN di Kota Tasikmalaya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya mencatat Rizki Maulana meraih Juara 1 Kategori Inovatif pada Penganugerahan PNS Berprestasi 2025 melalui gagasan SIMANTAP WEB-GIS. Menurut keterangan resmi Disdukcapil, inovasi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan.
Fakta tersebut menarik karena memberikan gambaran bahwa sebagian kandidat memiliki rekam jejak prestasi sebelum mengikuti kompetisi berikutnya.
Namun, satu prestasi sebelumnya juga tidak boleh otomatis dianggap sebagai tiket kemenangan pada seleksi 2026.
Kandidat tetap kandidat. Pemenang adalah pemenang setelah hasil resmi diumumkan.
Perbedaan istilah itu penting dalam pemberitaan agar publik tidak menerima kesimpulan yang belum memiliki dasar.
Tantangan sebenarnya ada setelah penghargaan
Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, keikutsertaan delapan wakil ini tentu dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja berbasis kinerja.
Tetapi, keberhasilan paling penting bukan semata berapa banyak penghargaan yang dibawa pulang ke daerah.
Ukuran yang jauh lebih konkret adalah apakah masyarakat merasakan pelayanan yang lebih baik.
Seorang pimpinan dinilai dari kemampuan menggerakkan organisasi. Administrator diuji dari efektivitas pengelolaan layanan. Best employee semestinya menunjukkan konsistensi kinerja. Sementara PPPK terbaik harus mampu membuktikan bahwa status kepegawaiannya berjalan seiring dengan profesionalisme.
Di titik inilah penghargaan ASN menemukan maknanya.
Jika hanya berhenti pada panggung penghargaan, ia mudah berubah menjadi seremoni. Sebaliknya, jika prestasi diterjemahkan menjadi inovasi dan pelayanan yang lebih baik, penghargaan tersebut memiliki dampak yang jauh lebih panjang.
Delapan nama, satu pertanyaan untuk publik
Delapan perwakilan Kota Tasikmalaya kini membawa nama daerah ke tingkat Jawa Barat.
Masyarakat tentu layak memberikan dukungan. Namun, dukungan publik sebaiknya berjalan beriringan dengan penilaian yang objektif.
Publik berhak mengetahui bukan hanya siapa yang masuk seleksi, tetapi juga apa prestasinya, apa inovasinya, dan siapa yang merasakan manfaatnya.
Sebab, pada akhirnya, ASN tidak bekerja untuk memenangkan poster penghargaan.
ASN bekerja untuk masyarakat.
Delapan nama boleh membawa harapan Tasikmalaya ke panggung Jawa Barat. Tetapi penghargaan paling tinggi bukanlah trofi yang dipajang di kantor—melainkan pelayanan yang membuat warga berkata: pemerintah memang hadir dan bekerja untuk warga. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar