592 Ormas Terdaftar di Kota Tasikmalaya, Cibeureum Terbanyak
- account_circle redaktur
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ormas Kota Tasikmalaya mencapai 592 organisasi pada 2025. Data jumlah organisasi kemasyarakatan tersebut menunjukkan Cibeureum memiliki jumlah terbanyak, yakni 150 Ormas, kemudian Kawalu 104 organisasi dan Tamansari 87 organisasi.
Data tersebut berasal dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I,
Menariknya, Cibeureum bukan hanya memiliki jumlah Ormas terdaftar paling banyak. Kecamatan tersebut juga mencatat 10 Ormas baru sepanjang 2025, angka tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
Dengan demikian, data Ormas Kota Tasikmalaya memperlihatkan dua hal sekaligus: besarnya jumlah organisasi yang terdaftar dan adanya penambahan organisasi baru di sejumlah wilayah.
Cibeureum Punya 150 Ormas, Terbanyak di Kota Tasikmalaya
Data 2025 mencatat 150 organisasi kemasyarakatan di Cibeureum. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya.
Kawalu berada di posisi berikutnya dengan 104 Ormas. Setelah itu, Tamansari memiliki 87 organisasi.
Selanjutnya, Indihiang tercatat memiliki 58 Ormas dan Tawang 42 organisasi. Kemudian Purbaratu memiliki 38, Bungursari 35, Cihideung 33, Mangkubumi 31, dan Cipedes 14 organisasi.
Jika seluruh data tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai 592 Ormas.
Berikut rincian jumlah Ormas berdasarkan kecamatan:
| Kecamatan | Jumlah Ormas |
|---|---|
| Cibeureum | 150 |
| Kawalu | 104 |
| Tamansari | 87 |
| Indihiang | 58 |
| Tawang | 42 |
| Purbaratu | 38 |
| Bungursari | 35 |
| Cihideung | 33 |
| Mangkubumi | 31 |
| Cipedes | 14 |
| Total | 592 |
Dari angka tersebut, Cibeureum menyumbang sekitar 25,3 persen dari seluruh Ormas yang tercatat.
Artinya, sekitar satu dari setiap empat Ormas dalam data tersebut berada di Kecamatan Cibeureum.
Namun, angka ini menunjukkan jumlah organisasi yang tercatat, bukan otomatis jumlah organisasi yang seluruhnya aktif menjalankan kegiatan. Karena itu, jumlah Ormas dan tingkat keaktifan Ormas perlu dibaca sebagai indikator yang berbeda.
36 Ormas Baru Muncul Sepanjang 2025
Selain jumlah keseluruhan, data Bakesbangpol juga mencatat 36 Ormas baru yang terdaftar di Kota Tasikmalaya sepanjang 2025.
Cibeureum kembali mencatat angka tertinggi dengan 10 organisasi baru. Jumlah tersebut setara sekitar 27,8 persen dari keseluruhan Ormas baru.
Tamansari berada di posisi berikutnya dengan enam organisasi baru. Bungursari menyusul dengan lima organisasi, kemudian Cihideung empat organisasi.
Sementara itu, Kawalu, Purbaratu, dan Tawang masing-masing mencatat tiga Ormas baru.
Mangkubumi dan Indihiang masing-masing menambah satu organisasi. Adapun Cipedes tidak mencatat Ormas baru dalam data tersebut.
Rinciannya sebagai berikut:
| Kecamatan | Ormas Baru 2025 |
|---|---|
| Cibeureum | 10 |
| Tamansari | 6 |
| Bungursari | 5 |
| Cihideung | 4 |
| Kawalu | 3 |
| Purbaratu | 3 |
| Tawang | 3 |
| Mangkubumi | 1 |
| Indihiang | 1 |
| Cipedes | 0 |
| Total | 36 |
Pola tersebut menarik karena Cibeureum berada di posisi teratas dalam dua indikator sekaligus, yaitu jumlah Ormas terdaftar dan jumlah Ormas baru pada 2025.
Meski demikian, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab tingginya jumlah organisasi di Cibeureum. Faktor sosial, kependudukan, aktivitas komunitas, maupun kebutuhan organisasi dapat memerlukan kajian tersendiri.
Ormas Memiliki Posisi Strategis
Besarnya jumlah Ormas juga berkaitan dengan peran organisasi masyarakat dalam menjaga hubungan sosial dan stabilitas daerah.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I, menyampaikan kepada AlbadarPost, Senin (31/8/2026) bahwa Ormas memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Ia menilai kolaborasi antarpihak menjadi salah satu kunci untuk mencegah konflik dan mempertahankan kondusivitas daerah tanpa membedakan latar belakang warga.
Karena itu, angka 592 Ormas tidak cukup dibaca hanya sebagai statistik administratif. Keberadaan organisasi tersebut juga berkaitan dengan ruang komunikasi, aktivitas sosial, dan partisipasi masyarakat.
Dari 592 Ormas hingga 17 Jenis Etnis
Gambaran mengenai keberagaman masyarakat Kota Tasikmalaya juga terlihat dalam data Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang tercantum pada infografis Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Data tersebut mencatat 17 jenis etnis dalam FPK dengan total 47 anggota.
Etnis Sunda memiliki jumlah anggota terbanyak, yakni delapan orang. Kemudian Minang enam orang dan Jawa lima orang. Berikutnya terdapat Batak empat orang, serta NTB, NTT, Tionghoa, dan Maluku yang masing-masing tercatat tiga orang.
Data itu juga mencantumkan Manado, Madura, Nias, dan Palembang masing-masing dua orang. Sementara Papua, Sulawesi Selatan, Arab, dan Makasar masing-masing satu orang. Dalam data tersebut, Ambon tercatat nol orang.
FPK menjadi wadah komunikasi, konsultasi, kerja sama, dan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan.
Dengan demikian, data Ormas dan FPK memberikan dua gambaran berbeda mengenai masyarakat Kota Tasikmalaya. Ormas menunjukkan besarnya ruang organisasi masyarakat, sedangkan FPK menunjukkan keberagaman etnis yang ikut berada dalam ruang pembauran kebangsaan.
592 Ormas Bukan Sekadar Angka
Data Ormas Kota Tasikmalaya pada 2025 memperlihatkan jumlah yang cukup besar, dengan 592 organisasi tersebar di seluruh kecamatan.
Cibeureum menjadi titik paling menonjol. Kecamatan ini memiliki 150 Ormas sekaligus mencatat 10 Ormas baru sepanjang tahun yang sama.
Namun, angka tersebut sebaiknya tidak berhenti sebagai daftar statistik.
Data ini dapat menjadi pijakan untuk melihat lebih jauh tentang seberapa aktif organisasi bergerak, bidang apa yang paling banyak digarap, siapa yang mereka layani, dan seberapa besar kontribusinya terhadap masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota bukan sekadar banyaknya organisasi yang tercatat.
Sebab 592 Ormas baru benar-benar berarti ketika 592 ruang organisasi itu mampu melahirkan kerja nyata, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan warga. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar