Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka cintai dari jauh.

Air Mata yang Disembunyikan di Balik Senyum Video Call

Di pagi hari raya, sebagian orang saling berpelukan. Namun di sudut lain dunia, seorang pekerja migran hanya menatap layar ponsel. Ia tersenyum, mencoba terlihat kuat, meski air mata hampir jatuh saat melihat wajah ibu yang menua.

Setelah itu, panggilan berakhir. Sunyi kembali datang. Tidak ada suara tawa, tidak ada aroma masakan khas Lebaran. Hanya ada ruang sepi dan dada yang terasa penuh.

Namun demikian, mereka tetap bertahan. Mereka memilih menyembunyikan kesedihan agar keluarga di rumah tidak ikut merasa hancur.

Rindu yang Ditahan Demi Sepiring Nasi di Rumah

Tidak mudik saat Lebaran sering kali berarti menahan rindu yang tak terucap. Para pekerja migran memahami betul bahwa kepulangan mereka mungkin membawa kebahagiaan sesaat, tetapi kepergian mereka kembali bekerja adalah yang menjaga dapur tetap menyala.

Karena itu, mereka menukar momen berharga dengan penghasilan. Mereka mengirim uang, pakaian baru, dan harapan. Sementara itu, mereka sendiri merayakan Lebaran dengan sederhana, bahkan sering kali tanpa siapa pun di sisi mereka.

Lebih dari itu, ada yang sudah bertahun-tahun tidak pulang. Mereka melewatkan banyak hal: kelahiran, pernikahan, bahkan kepergian orang tercinta.

Lebaran yang Hanya Tinggal Kenangan

Bagi sebagian pekerja migran, Lebaran kini hanya hidup dalam ingatan. Mereka mengingat suara takbir di masjid kampung, tangan ibu yang menyuapi, dan hangatnya kebersamaan yang dulu terasa biasa.

Kini, semua itu terasa begitu jauh. Bahkan untuk sekadar mencium tangan orang tua, mereka harus menunggu waktu yang belum pasti.

Sementara itu, dunia di sekitar mereka tetap berjalan seperti hari biasa. Tidak ada suasana hari raya. Tidak ada yang benar-benar mengerti betapa beratnya menahan rindu di hari yang seharusnya penuh bahagia.

Kesunyian yang Tidak Terlihat

Lebaran tanpa pulang menyimpan kesunyian yang sering diabaikan. Dari luar, mereka terlihat kuat. Namun di dalam, ada perasaan yang terus bergolak—antara ingin pulang dan harus bertahan.

Selain itu, tekanan mental juga tidak kecil. Rasa bersalah karena tidak bisa bersama keluarga sering kali menghantui. Tetapi mereka tetap melangkah, karena menyerah bukan pilihan.

Di titik ini, Lebaran berubah menjadi ujian paling sunyi.

Pulang yang Selalu Ditunda

Setiap tahun, mereka berkata, “tahun depan pasti pulang.” Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan harapan. Biaya, kontrak kerja, dan kebutuhan hidup membuat rencana itu terus tertunda.

Meski begitu, harapan tidak pernah benar-benar padam. Mereka terus bekerja, terus bertahan, dan terus bermimpi tentang satu hal sederhana: pulang.

Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang hari raya. Lebaran adalah tentang rumah—dan bagi mereka, rumah adalah rindu yang belum selesai. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Retribusi Parkir Garut

    Garut Siapkan Sistem Baru Retribusi Parkir

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Retribusi Parkir Garut memasuki fase pembenahan. Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan sistem baru yang mewajibkan setiap setoran retribusi parkir tercatat berdasarkan identitas lokasi dan dilengkapi bukti pembayaran. Melalui pembaruan tata kelola parkir Garut ini, pemerintah berharap pengelolaan setoran parkir menjadi lebih transparan, akuntabel, sekaligus mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai potensi […]

  • Pasangan Muslim berdoa bersama pada malam hari memohon segera dikaruniai keturunan dengan penuh harap.

    Tangis dan Doa di Sepertiga Malam, Ikhtiar Banyak Pasangan Menanti Buah Hati

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua pasangan langsung mendengar tangisan bayi setelah menikah. Sebagian harus melewati malam-malam panjang yang penuh doa. Ada yang diam-diam menangis selepas salat. Ada yang tersenyum di depan orang lain, meski hatinya lelah mendengar pertanyaan yang sama berulang kali. “Sudah isi belum?” Kalimat sederhana itu kadang terasa sangat berat bagi pasangan yang […]

  • Warta Mitra: Jejak Kolaborasi dan Kisah Kebersamaan

    Warta Mitra: Jejak Kolaborasi dan Kisah Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com – WARTA MITRA. Rubrik Warta Mitra hadir di albadarpost.com sebagai ruang khusus untuk merekam jejak kolaborasi dan kerja-kerja bersama antara yayasan, komunitas, lembaga sosial, maupun kelompok masyarakat. Di tengah kompleksitas persoalan bangsa, kami percaya bahwa perubahan tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari semangat gotong royong dan kemitraan yang tulus. Nama “Mitra” dipilih […]

  • ilustrasi pedagang menjual produk tanpa label halal di toko modern dengan konsumen muslim

    Hukum Menjual Produk Tanpa Label Halal yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi itu, seorang ibu muda berdiri cukup lama di depan rak makanan. Tangannya memegang dua produk—yang satu berlabel halal, yang satunya lagi polos tanpa keterangan. Ia ragu. “Kalau tidak ada label halal… ini boleh dibeli atau tidak ya?” Pertanyaan sederhana ini ternyata menyimpan kebingungan yang dialami jutaan orang. Bukan hanya pembeli, […]

  • Program MBG

    Sidang MK Ungkap Fakta MBG di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG atau Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah ahli, akademisi, pakar gizi, dan kepala sekolah menyampaikan pandangan mereka dalam sidang uji materi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026). Pembahasan kali ini tidak hanya menyentuh aspek hukum, […]

  • Kalibrasi Arah Kiblat

    Gerakan Berkiblat Dimulai, Cek Arah Salat Anda

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arah kiblat di masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya belum tentu selalu tepat. Karena itu, kalibrasi arah kiblat kembali menjadi perhatian Kementerian Agama melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Di Jawa Barat, program ini menargetkan pengecekan arah kiblat di 279.150 lokasi ibadah secara serentak pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut memanfaatkan momen Rashdul […]

expand_less