Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka cintai dari jauh.

Air Mata yang Disembunyikan di Balik Senyum Video Call

Di pagi hari raya, sebagian orang saling berpelukan. Namun di sudut lain dunia, seorang pekerja migran hanya menatap layar ponsel. Ia tersenyum, mencoba terlihat kuat, meski air mata hampir jatuh saat melihat wajah ibu yang menua.

Setelah itu, panggilan berakhir. Sunyi kembali datang. Tidak ada suara tawa, tidak ada aroma masakan khas Lebaran. Hanya ada ruang sepi dan dada yang terasa penuh.

Namun demikian, mereka tetap bertahan. Mereka memilih menyembunyikan kesedihan agar keluarga di rumah tidak ikut merasa hancur.

Rindu yang Ditahan Demi Sepiring Nasi di Rumah

Tidak mudik saat Lebaran sering kali berarti menahan rindu yang tak terucap. Para pekerja migran memahami betul bahwa kepulangan mereka mungkin membawa kebahagiaan sesaat, tetapi kepergian mereka kembali bekerja adalah yang menjaga dapur tetap menyala.

Karena itu, mereka menukar momen berharga dengan penghasilan. Mereka mengirim uang, pakaian baru, dan harapan. Sementara itu, mereka sendiri merayakan Lebaran dengan sederhana, bahkan sering kali tanpa siapa pun di sisi mereka.

Lebih dari itu, ada yang sudah bertahun-tahun tidak pulang. Mereka melewatkan banyak hal: kelahiran, pernikahan, bahkan kepergian orang tercinta.

Lebaran yang Hanya Tinggal Kenangan

Bagi sebagian pekerja migran, Lebaran kini hanya hidup dalam ingatan. Mereka mengingat suara takbir di masjid kampung, tangan ibu yang menyuapi, dan hangatnya kebersamaan yang dulu terasa biasa.

Kini, semua itu terasa begitu jauh. Bahkan untuk sekadar mencium tangan orang tua, mereka harus menunggu waktu yang belum pasti.

Sementara itu, dunia di sekitar mereka tetap berjalan seperti hari biasa. Tidak ada suasana hari raya. Tidak ada yang benar-benar mengerti betapa beratnya menahan rindu di hari yang seharusnya penuh bahagia.

Kesunyian yang Tidak Terlihat

Lebaran tanpa pulang menyimpan kesunyian yang sering diabaikan. Dari luar, mereka terlihat kuat. Namun di dalam, ada perasaan yang terus bergolak—antara ingin pulang dan harus bertahan.

Selain itu, tekanan mental juga tidak kecil. Rasa bersalah karena tidak bisa bersama keluarga sering kali menghantui. Tetapi mereka tetap melangkah, karena menyerah bukan pilihan.

Di titik ini, Lebaran berubah menjadi ujian paling sunyi.

Pulang yang Selalu Ditunda

Setiap tahun, mereka berkata, “tahun depan pasti pulang.” Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan harapan. Biaya, kontrak kerja, dan kebutuhan hidup membuat rencana itu terus tertunda.

Meski begitu, harapan tidak pernah benar-benar padam. Mereka terus bekerja, terus bertahan, dan terus bermimpi tentang satu hal sederhana: pulang.

Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang hari raya. Lebaran adalah tentang rumah—dan bagi mereka, rumah adalah rindu yang belum selesai. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Knalpot Brong Banjar

    Deklarasi Zero Knalpot Brong, Kota Banjar Bidik Jalan Lebih Nyaman

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gerakan Knalpot Brong Banjar atau kampanye Zero Knalpot Brong mulai digaungkan secara serius. Bersama komunitas otomotif roda dua dan roda empat, Polres Banjar mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman melalui budaya tertib lalu lintas dan penggunaan kendaraan yang sesuai aturan. Deklarasi tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Banjar, Sabtu (20/6/2026) sore. […]

  • tempe bacem basah

    Rahasia Tempe Bacem Basah Legit, Gurih, dan Mudah Dibuat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe bacem basah kini mulai banyak dicari karena rasanya berbeda dari tempe bacem biasa. Jika umumnya tempe bacem digoreng hingga kering, versi basah justru memiliki tekstur lembut dengan kuah bumbu yang meresap. Olahan tempe manis gurih, dan resep tempe rumahan ini cocok untuk Anda yang ingin lauk sederhana, tetapi tetap terasa spesial. […]

  • Desk Ketenagakerjaan Polri

    Desk Ketenagakerjaan Polri Jadi Harapan Baru Buruh di Pangandaran

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desk Ketenagakerjaan Polri mulai mendapat perhatian luas setelah dinilai mampu menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Hari K3 Sedunia yang diperingati setiap 28 April pun dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja, kepolisian, dan pemerintah daerah di Pangandaran. Dalam suasana […]

  • Ilustrasi fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah untuk kalibrasi dan pengecekan arah kiblat di Indonesia tahun 2026.

    27–29 Mei 2026 Waktu Paling Akurat Cek Arah Kiblat, Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena arah kiblat kembali menjadi perhatian umat Muslim setelah BMKG mengumumkan peristiwa Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi pada 27–29 Mei 2026. Momen astronomi ini bukan hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menjadi waktu paling akurat untuk mengecek ulang posisi kiblat di rumah, mushola, hingga masjid. Menariknya lagi, proses […]

  • Sekolah Ambruk di Tasikmalaya

    Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah. Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter […]

expand_less