Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Muhammadiyah Gunakan Kalender Global, Hari Raya Bisa Serentak

Muhammadiyah Gunakan Kalender Global, Hari Raya Bisa Serentak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKalender hijriah global kini menjadi pendekatan baru yang digunakan oleh Muhammadiyah dalam menetapkan hari raya Islam. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), membawa perubahan besar dari metode lokal ke sistem global yang berlaku untuk seluruh dunia.

Selain itu, metode ini tidak lagi bergantung pada batas negara. Penentuan awal bulan Hijriah kini mengacu pada satu standar global, sehingga potensi perbedaan hari raya bisa ditekan secara signifikan.

Dari Lokal ke Global: Perubahan Besar dalam Penentuan Hari Raya

Selama ini, penentuan hari raya Islam sering berbeda antarnegara. Hal ini terjadi karena setiap wilayah menggunakan metode masing-masing, baik hisab maupun rukyat.

Namun, melalui kalender hijriah global, Muhammadiyah mengubah pendekatan tersebut. Sistem ini menegaskan bahwa jika hilal sudah terlihat di satu titik di dunia, maka hasilnya berlaku secara global.

Sebagai contoh, jika hilal muncul di wilayah seperti Alaska, maka seluruh dunia dapat mengikuti penetapan tersebut tanpa harus menunggu observasi lokal.

Dengan demikian, konsep ini menghadirkan keseragaman yang sebelumnya sulit dicapai.

Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

Kalender Hijriah Global Tunggal menggunakan prinsip ilmiah berbasis astronomi. Penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada pengamatan lokal semata, melainkan pada kriteria global yang terukur.

Selain itu, sistem ini mengusung konsep “satu hari, satu tanggal” untuk seluruh dunia. Artinya, umat Islam di berbagai negara bisa merayakan hari besar pada waktu yang sama.

Pendekatan ini juga didukung oleh kajian ilmiah dan ijtihad modern. Oleh karena itu, Muhammadiyah melihatnya sebagai langkah maju dalam pembaruan sistem penanggalan Islam.

Mengapa Metode Ini Dianggap Penting?

Perbedaan hari raya sering menjadi perdebatan di masyarakat. Bahkan, dalam satu negara, perbedaan bisa terjadi setiap tahun.

Dengan adanya kalender hijriah global, potensi perbedaan tersebut dapat diminimalkan. Selain itu, sistem ini juga dianggap mampu memperkuat persatuan umat Islam di seluruh dunia.

Lebih jauh lagi, pendekatan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan beriringan. Oleh sebab itu, banyak pihak mulai melihat metode ini sebagai solusi jangka panjang.

Perbedaan Tetap Ada, Tapi Tidak Perlu Dipertajam

Meski demikian, Muhammadiyah menegaskan bahwa perbedaan metode tetap wajar. Setiap pendekatan memiliki dasar argumentasi masing-masing.

Oleh karena itu, perbedaan dalam penentuan hari raya tidak seharusnya menjadi sumber konflik. Sebaliknya, hal tersebut perlu disikapi dengan bijak.

Selain itu, ijtihad dalam Islam memang membuka ruang bagi berbagai pandangan. Dengan demikian, keberagaman justru menjadi bagian dari dinamika keilmuan.

Menuju Sistem Waktu Islam yang Lebih Modern

Langkah Muhammadiyah ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki visi global. Bahkan, sistem ini telah mendapatkan dukungan dari sejumlah negara.

Dengan pendekatan yang lebih terstandar, kalender hijriah global berpotensi menjadi rujukan internasional di masa depan. Selain itu, sistem ini juga dinilai lebih konsisten dan mudah diterapkan.

Oleh karena itu, perubahan ini bisa menjadi titik awal menuju penyatuan kalender Islam secara global.


Awal Era Baru Penentuan Hari Raya?

Akhirnya, penerapan kalender hijriah global menandai babak baru dalam sejarah penentuan hari raya Islam. Ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi juga perubahan cara pandang.

Dari sistem lokal yang terpisah, kini menuju sistem global yang terintegrasi.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah dunia Islam siap bersatu dalam satu waktu yang sama? (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena salat Tarawih cepat di masjid saat Ramadan dengan jamaah berdiri rapat mengikuti imam.

    Fenomena Tarawih Kilat, Mengapa Semakin Banyak Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam Ramadan biasanya dipenuhi lantunan ayat suci yang tenang dan menyejukkan. Namun belakangan, salat Tarawih cepat justru menjadi fenomena yang banyak dibicarakan. Video tarawih kilat menyebar luas di media sosial, memperlihatkan imam memimpin puluhan rakaat dalam waktu yang jauh lebih singkat dari kebiasaan. Sebagian jamaah terlihat lega karena bisa segera pulang, sementara […]

  • Hidangan takjil Uzbekistan berupa non, plov, dan shurpa tersaji di meja berbuka puasa khas Jalur Sutra.

    Takjil Uzbekistan, Warisan Jalur Sutra yang Unik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Takjil Uzbekistan memiliki daya tarik tersendiri karena lahir dari pertemuan budaya di Jalur Sutra. Tradisi buka puasa Uzbekistan atau hidangan takjil khas Uzbekistan tidak hanya menghadirkan kurma dan roti, tetapi juga mencerminkan jejak perdagangan lintas benua. Sejak abad ke-2 SM, Jalur Sutra menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, hingga Timur Tengah, sehingga […]

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

  • Reses DPRD Jabar Ciamis

    Reses DPRD Jabar di Ciamis, Warga Soroti Banjir dan Kekeringan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Reses DPRD Jabar Ciamis kembali menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan secara langsung. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, berbagai persoalan mendasar mencuat ke permukaan. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kesejahteraan kader […]

  • Profil Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bersama jajaran tokoh kunci pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025-2030

    Mengenal Pengurus MUI 2025–2030 dan Tokoh Kuncinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah mengumumkan susunan Pengurus MUI 2025–2030. Sorotan utama publik tertuju pada sosok Ketua Umum yang baru, Anwar Iskandar, serta jajaran tokoh kunci yang akan mengawal arah organisasi ulama terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi MUI. […]

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

expand_less