Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Asiyah istri Firaun sering tenggelam di balik cerita besar Nabi Musa. Padahal, Asiyah, perempuan istana Mesir kuno yang juga dikenal sebagai istri Firaun, memainkan peran penting dalam menyelamatkan bayi Musa dari kebijakan kejam penguasa Mesir. Tanpa keberanian Asiyah istri Firaun, perjalanan hidup Nabi Musa mungkin berakhir bahkan sebelum dimulai.

Peristiwa ini bermula ketika penguasa Mesir, Firaun, memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari Bani Israil. Ia khawatir seorang anak dari kaum itu akan menggulingkan kekuasaannya. Namun sejarah sering bergerak melalui jalan yang tidak terduga.

Justru dari dalam istana Firaun sendiri, muncul sosok yang menggagalkan rencana itu.

Penemuan Bayi Musa di Sungai Nil

Menurut Al-Qur’an, ibu Musa menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil demi menyelamatkan nyawanya. Allah kemudian mengatur peristiwa yang mengejutkan: bayi itu ditemukan oleh keluarga Firaun.

Allah berfirman:

“Lalu ia dipungut oleh keluarga Firaun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
(QS. Al-Qashash: 8)

Ketika bayi itu ditemukan, Asiyah istri Firaun melihat sesuatu yang berbeda. Ia tidak melihat ancaman politik. Ia melihat seorang bayi tak berdaya yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, ia segera berbicara kepada suaminya.

“Ia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia anak.”
(QS. Al-Qashash: 9)

Kalimat ini bukan sekadar permohonan seorang istri. Ia adalah keputusan berani yang secara langsung menyelamatkan kehidupan Nabi Musa.

Strategi Ilahi: Musa Kembali ke Ibunya

Kisah ini semakin menarik ketika bayi Musa menolak disusui oleh perempuan lain di istana. Situasi tersebut membuat keluarga kerajaan kebingungan.

Namun Allah telah menyiapkan jalan lain.

Saudari Musa, yang diam-diam mengikuti peti bayi di sungai, menawarkan solusi kepada keluarga istana. Ia menyarankan seorang wanita yang mampu merawat bayi tersebut.

Wanita itu ternyata adalah ibu Musa sendiri.

Allah berfirman:

“Maka Kami kembalikan dia kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih.”
(QS. Al-Qashash: 13)

Dengan cara yang menakjubkan, Musa akhirnya tumbuh di bawah perlindungan istana, tetapi tetap mendapatkan kasih sayang ibunya.

Iman Asiyah yang Tumbuh di Istana Tirani

Kisah Asiyah istri Firaun tidak berhenti pada penyelamatan Musa. Dalam perjalanan waktu, ia justru menjadi salah satu orang yang beriman kepada ajaran Musa.

Hal ini sangat luar biasa. Bayangkan situasinya: ia hidup di istana penguasa yang mengaku sebagai tuhan.

Meski begitu, Asiyah tetap memilih iman.

Al-Qur’an bahkan menjadikan Asiyah sebagai teladan bagi orang beriman.

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Firaun.”
(QS. At-Tahrim: 11)

Dalam ayat tersebut, Asiyah berdoa:

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah di sisi-Mu di surga.”

Doa ini menunjukkan sesuatu yang sangat kuat: ia lebih memilih kedekatan dengan Tuhan daripada kemewahan istana.

Mengapa Kisah Asiyah Jarang Dibahas?

Banyak kisah Nabi Musa berfokus pada mukjizat, tongkat, atau peristiwa Laut Merah. Padahal, bagian awal kehidupan Musa justru menampilkan peran seorang perempuan yang luar biasa.

Baca juga: Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

Tanpa keputusan Asiyah istri Firaun, bayi Musa bisa saja menjadi korban kebijakan brutal kerajaan.

Lebih menarik lagi, sejarah menunjukkan ironi yang hampir puitis. Penguasa yang takut pada seorang bayi justru membesarkan bayi itu di istananya sendiri.

Dengan kata lain, kekuasaan Firaun runtuh melalui keputusan yang lahir dari rumahnya sendiri.

Pelajaran Besar dari Kisah Asiyah

Kisah Asiyah istri Firaun menyimpan beberapa pelajaran penting.

Pertama, keberanian moral tidak selalu muncul dari luar kekuasaan. Kadang ia lahir dari dalam sistem yang paling keras sekalipun.

Kedua, sejarah besar sering dipengaruhi oleh keputusan kecil yang diambil pada saat yang tepat.

Ketiga, iman dapat tumbuh bahkan di tempat yang tampaknya paling gelap.

Itulah sebabnya para ulama menempatkan Asiyah sebagai salah satu wanita paling mulia dalam sejarah manusia. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gencatan senjata lebanon

    Hezbollah Setuju Gencatan Senjata, Tapi Syaratnya Bikin Situasi Makin Rawan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana di wilayah selatan Lebanon belum benar-benar tenang. Di tengah isu gencatan senjata Lebanon, ketegangan masih terasa kuat. Hezbollah memang menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata Lebanon, tetapi sikap mereka dalam konflik Israel Lebanon justru mengirim sinyal keras bahwa situasi belum aman. Ultimatum Tegas: “Tidak Ada Ruang untuk Dominasi” Hezbollah tidak menolak […]

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

  • Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PELITA. Rubrik Pelita di albadarpost.com adalah ruang untuk menyoroti sosok-sosok yang memberi inspirasi bagi kehidupan rakyat. Kata “Pelita” dipilih karena ia melambangkan cahaya yang menuntun langkah dalam kegelapan. Cahaya itu bisa datang dari siapa saja: seorang guru di pelosok yang tak kenal lelah mengajar, seorang relawan yang setia menemani korban bencana, seorang petani […]

  • batik sebagai karakter bangsa

    Menggali Makna Batik sebagai Karakter Bangsa dan Simbol Persatuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Batik sebagai karakter bangsa mencerminkan identitas, persatuan, dan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama. albadarpost.com, PELITA – Batik kembali menjadi sorotan publik menjelang peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO sejak 2009, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan simbol identitas, persatuan, sekaligus karakter bangsa Indonesia. Keberagaman […]

  • kemiskinan ekstrem Lebak

    Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah. Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri berdiskusi dengan tenang di kamar, menggambarkan komunikasi saat istri menolak hubungan karena lelah.

    Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang istri menolak hubungan karena lelah sering muncul dalam konsultasi rumah tangga. Sebagian orang menyebutnya sebagai penolakan kewajiban, sementara yang lain melihatnya sebagai hak menjaga kondisi fisik. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum istri menolak hubungan suami istri dalam Islam ketika kondisi tubuh benar-benar letih? Agar tidak terjebak pada potongan dalil, mari kita […]

expand_less