Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Asiyah istri Firaun sering tenggelam di balik cerita besar Nabi Musa. Padahal, Asiyah, perempuan istana Mesir kuno yang juga dikenal sebagai istri Firaun, memainkan peran penting dalam menyelamatkan bayi Musa dari kebijakan kejam penguasa Mesir. Tanpa keberanian Asiyah istri Firaun, perjalanan hidup Nabi Musa mungkin berakhir bahkan sebelum dimulai.

Peristiwa ini bermula ketika penguasa Mesir, Firaun, memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari Bani Israil. Ia khawatir seorang anak dari kaum itu akan menggulingkan kekuasaannya. Namun sejarah sering bergerak melalui jalan yang tidak terduga.

Justru dari dalam istana Firaun sendiri, muncul sosok yang menggagalkan rencana itu.

Penemuan Bayi Musa di Sungai Nil

Menurut Al-Qur’an, ibu Musa menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil demi menyelamatkan nyawanya. Allah kemudian mengatur peristiwa yang mengejutkan: bayi itu ditemukan oleh keluarga Firaun.

Allah berfirman:

“Lalu ia dipungut oleh keluarga Firaun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
(QS. Al-Qashash: 8)

Ketika bayi itu ditemukan, Asiyah istri Firaun melihat sesuatu yang berbeda. Ia tidak melihat ancaman politik. Ia melihat seorang bayi tak berdaya yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, ia segera berbicara kepada suaminya.

“Ia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia anak.”
(QS. Al-Qashash: 9)

Kalimat ini bukan sekadar permohonan seorang istri. Ia adalah keputusan berani yang secara langsung menyelamatkan kehidupan Nabi Musa.

Strategi Ilahi: Musa Kembali ke Ibunya

Kisah ini semakin menarik ketika bayi Musa menolak disusui oleh perempuan lain di istana. Situasi tersebut membuat keluarga kerajaan kebingungan.

Namun Allah telah menyiapkan jalan lain.

Saudari Musa, yang diam-diam mengikuti peti bayi di sungai, menawarkan solusi kepada keluarga istana. Ia menyarankan seorang wanita yang mampu merawat bayi tersebut.

Wanita itu ternyata adalah ibu Musa sendiri.

Allah berfirman:

“Maka Kami kembalikan dia kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih.”
(QS. Al-Qashash: 13)

Dengan cara yang menakjubkan, Musa akhirnya tumbuh di bawah perlindungan istana, tetapi tetap mendapatkan kasih sayang ibunya.

Iman Asiyah yang Tumbuh di Istana Tirani

Kisah Asiyah istri Firaun tidak berhenti pada penyelamatan Musa. Dalam perjalanan waktu, ia justru menjadi salah satu orang yang beriman kepada ajaran Musa.

Hal ini sangat luar biasa. Bayangkan situasinya: ia hidup di istana penguasa yang mengaku sebagai tuhan.

Meski begitu, Asiyah tetap memilih iman.

Al-Qur’an bahkan menjadikan Asiyah sebagai teladan bagi orang beriman.

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Firaun.”
(QS. At-Tahrim: 11)

Dalam ayat tersebut, Asiyah berdoa:

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah di sisi-Mu di surga.”

Doa ini menunjukkan sesuatu yang sangat kuat: ia lebih memilih kedekatan dengan Tuhan daripada kemewahan istana.

Mengapa Kisah Asiyah Jarang Dibahas?

Banyak kisah Nabi Musa berfokus pada mukjizat, tongkat, atau peristiwa Laut Merah. Padahal, bagian awal kehidupan Musa justru menampilkan peran seorang perempuan yang luar biasa.

Baca juga: Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

Tanpa keputusan Asiyah istri Firaun, bayi Musa bisa saja menjadi korban kebijakan brutal kerajaan.

Lebih menarik lagi, sejarah menunjukkan ironi yang hampir puitis. Penguasa yang takut pada seorang bayi justru membesarkan bayi itu di istananya sendiri.

Dengan kata lain, kekuasaan Firaun runtuh melalui keputusan yang lahir dari rumahnya sendiri.

Pelajaran Besar dari Kisah Asiyah

Kisah Asiyah istri Firaun menyimpan beberapa pelajaran penting.

Pertama, keberanian moral tidak selalu muncul dari luar kekuasaan. Kadang ia lahir dari dalam sistem yang paling keras sekalipun.

Kedua, sejarah besar sering dipengaruhi oleh keputusan kecil yang diambil pada saat yang tepat.

Ketiga, iman dapat tumbuh bahkan di tempat yang tampaknya paling gelap.

Itulah sebabnya para ulama menempatkan Asiyah sebagai salah satu wanita paling mulia dalam sejarah manusia. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pertandingan persija jakarta melawan dewa united di liga 1 indonesia dengan analisis statistik dan fakta unik pertandingan

    5 Fakta Duel Persija vs Dewa United yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persija Jakarta vs Dewa United dalam kompetisi Liga 1 Indonesia kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Duel Persija vs Dewa United selalu memunculkan cerita menarik karena kedua tim memiliki gaya bermain yang berbeda. Namun menjelang laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sejumlah data statistik justru mengungkap […]

  • KPK larang ASN gunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran

    KPK Warning Pejabat: Kendaraan Dinas Bukan untuk Mudik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan pejabat negara dan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik saat Lebaran. Imbauan ini menegaskan bahwa kendaraan dinas tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk perjalanan pulang kampung. Larangan kendaraan dinas untuk mudik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas aparatur […]

  • produk halal impor

    Produk Halal Impor Kini Diatur BPJPH, Apa yang Berubah?

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Produk halal impor kini mendapat perhatian lebih serius dalam tata kelola perdagangan Indonesia. Aturan baru tentang halal produk luar negeri hadir untuk memastikan barang yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia memenuhi ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH). Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menerbitkan Peraturan BPJPH Nomor 4 Tahun 2026 sebagai […]

  • sertifikat halal

    UMKM Wajib Bersertifikat Halal 2026

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    BPJPH siapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026 bagi UMKM jelang wajib halal. Simak syarat dan mekanismenya. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah kembali mengirim sinyal kuat kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM). Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyiapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026. Program ini menjadi angin segar […]

  • Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027

    Bupati Tasikmalaya Beberkan 8 Program Prioritas 2027, Ini Daftarnya!

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027 menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur di daerah. Forum ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pembangunan menuju Tasikmalaya yang religius/islami, maju, adil, dan makmur. Selain itu, agenda ini mempertemukan berbagai elemen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan jangka menengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Musnahkan Rokok Ilegal

    Wali Kota Tasikmalaya Musnahkan Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya memusnahkan 5,5 juta batang rokok ilegal untuk melindungi penerimaan negara. Penindakan besar terhadap peredaran Rokok Ilegal Tasikmalaya dilakukan pemerintah daerah bersama Bea Cukai. Sebanyak 5,5 juta batang rokok ilegal dari 114 merek dimusnahkan di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025). Nilai potensi kerugian negara mencapai Rp4,1 miliar. Angka itu menunjukkan skala pelanggaran […]

expand_less