Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pasar Rakyat Tertekan, Pedagang Pasar Cikurubuk Desak Tindakan Cepat

Pasar Rakyat Tertekan, Pedagang Pasar Cikurubuk Desak Tindakan Cepat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPedagang Pasar Cikurubuk akan melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi di pasar tradisional tersebut. Para pedagang pasar cikurubuk menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah cepat untuk merespons keluhan yang selama ini mereka sampaikan.

Aksi pedagang pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya itu akan berlangsung pada Senin (9/3) dengan melibatkan sejumlah pedagang dari berbagai blok pasar. Mereka akan berkumpul di sekitar kawasan pasar sebelum menyampaikan aspirasi terkait kondisi perdagangan yang semakin tertekan.

Selain itu, para pedagang menyoroti berbagai persoalan yang dinilai memperburuk aktivitas jual beli. Kondisi pasar yang kurang tertata, menurunnya daya beli masyarakat, serta tekanan dari persaingan perdagangan modern menjadi faktor yang sering mereka keluhkan.

Tekanan Ekonomi di Pasar Tradisional

Pasar Cikurubuk dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rakyat terbesar di wilayah Priangan Timur. Namun dalam beberapa waktu terakhir, para pedagang merasakan perubahan signifikan dalam aktivitas ekonomi pasar tersebut.

Sejumlah pedagang menyebut omzet harian mereka terus menurun. Di sisi lain, biaya operasional usaha tetap berjalan. Situasi itu membuat banyak pedagang kesulitan menjaga stabilitas usaha mereka.

Selain faktor ekonomi, pedagang juga mengeluhkan pengelolaan pasar yang belum mampu menjawab kebutuhan mereka. Infrastruktur pasar dinilai membutuhkan pembenahan agar aktivitas perdagangan kembali bergairah.

Menurut sejumlah pedagang, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pasar rakyat.

Pedagang Sampaikan Tuntutan

Dalam aksi tersebut, pedagang akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki berbagai persoalan yang terjadi di Pasar Cikurubuk.

Pedagang berharap pemerintah meningkatkan pengelolaan pasar agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih tertib dan nyaman. Selain itu, mereka juga meminta adanya kebijakan yang mampu melindungi keberlangsungan pasar tradisional di tengah persaingan dengan sektor ritel modern.

Beberapa pedagang juga menyoroti pentingnya dialog antara pemerintah dan pelaku usaha di pasar tradisional. Komunikasi yang terbuka dinilai dapat membantu menemukan solusi yang lebih efektif bagi persoalan yang mereka hadapi.

Respons Pemerintah Dinanti

Hingga berita ini ditulis, para pedagang masih menunggu respons dari pemerintah daerah. Mereka berharap pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga segera merumuskan kebijakan yang dapat memperbaiki kondisi pasar.

Pengelolaan pasar tradisional sendiri menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi daerah. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab dalam melindungi dan memberdayakan pasar rakyat.

Baca juga: Rahasia Laporan di LAPOR.go.id Cepat Diproses, Warga Wajib Tahu

Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern juga menekankan perlunya keseimbangan antara pasar tradisional dan ritel modern.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pasar rakyat sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Pasar Rakyat Jadi Penopang Ekonomi Lokal

Pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli. Ia juga menjadi ruang ekonomi yang menghidupi ribuan keluarga pedagang kecil.

Ketika kondisi pasar melemah, dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada ekosistem perdagangan tersebut. Oleh karena itu, perhatian terhadap pasar tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Rencana aksi pedagang pasar cikurubuk menjadi pengingat bahwa pasar rakyat masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Tanpa langkah yang cepat dan tepat, tekanan terhadap pedagang kecil dikhawatirkan akan terus meningkat. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • Wanita muslim membaca Al-Qur’an dari HP saat shalat malam di kamar dengan suasana tenang dan khusyuk.

    Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Baca Al-Qur’an dari HP saat shalat, sah atau justru membatalkan ibadah? Pertanyaan ini terus memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya wajar karena teknologi memudahkan tilawah. Namun, sebagian lain merasa shalat sambil memegang smartphone tidak pantas. Lalu sebenarnya, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dari HP ketika shalat menurut dalil dan ulama? Mari kita kupas […]

  • Banjir Dayeuhkolot Bandung

    Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot Bandung setinggi 50 cm lumpuhkan lalu lintas, warga terpaksa sewa delman angkut motor. Genangan Setinggi 50 Sentimeter Lumpuhkan Akses Utama di Dayeuhkolot albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot Bandung kembali melumpuhkan aktivitas warga, Sabtu (1/11/2025). Air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan menyebabkan arus lalu lintas […]

  • Monitoring Garut

    Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Monitoring Garut memastikan perbaikan jalan dan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi warga Margawati. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan monitoring Garut dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut pada Rabu, 10 Desember 2025. Bupati Garut meninjau perbaikan jalan perkotaan dan memantau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Langkah ini penting karena menyangkut dua kebutuhan dasar warga: infrastruktur […]

  • Kisah Utsman bin Affan menangis di kuburan membuka rahasia tentang alam barzakh, fitnah kubur, serta hadis Nabi tentang kehidupan setelah mati.

    Mengapa Utsman bin Affan Menangis Saat Melihat Kubur? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Utsman bin Affan menangis di kuburan sering menjadi pengingat kuat tentang kehidupan setelah mati. Banyak ulama menjelaskan bahwa tangisan tersebut bukan sekadar rasa sedih. Sebaliknya, kisah tangisan Utsman bin Affan ketika melihat kubur, atau peristiwa Utsman bin Affan menangis di makam, menunjukkan ketakutan mendalam terhadap fase awal kehidupan akhirat. Para sahabat […]

  • dana PEN

    Utang Masjid Al Jabbar Tekan APBD Jabar, Dana PEN Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tekanan fiskal serius akibat beban utang pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kewajiban pembayaran cicilan utang tersebut kini memengaruhi ruang gerak APBD, sekaligus memicu perdebatan soal prioritas belanja publik dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. Masjid Raya Al Jabbar dibangun […]

expand_less