Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk pikuk ambisi modern, tipuan dunia semakin tampak normal. Tipuan dunia, godaan kehidupan fana, dan ilusi kenikmatan materi hadir seolah sahabat setia manusia. Padahal sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa dunia bukan tempat tinggal, melainkan ruang ujian. Anehnya, manusia justru memperlakukan dunia seperti rumah permanen lengkap dengan renovasi mimpi tanpa batas.

Kita mengejar jabatan seperti mengejar bus terakhir, membeli barang seakan kebahagiaan tersedia dalam katalog diskon, lalu heran mengapa hati tetap kosong. Dunia memberi sensasi cepat, tetapi kebahagiaan lambat datangnya. Di sinilah satire kehidupan bekerja: manusia sadar dunia sementara, tetapi tetap hidup seolah kontraknya abadi.

Dunia: Panggung Drama yang Terlalu Serius Ditonton

Syeikh Ibnu ‘Athoillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa Allah sengaja menjadikan dunia sebagai tempat kerusakan agar manusia merasa jenuh terhadapnya. Pernyataan ini terasa paradoks bagi manusia modern. Kita justru memperindah sesuatu yang memang dirancang agar tidak nyaman.

Ironinya, manusia berlomba membuat dunia terasa stabil. Kita menumpuk status sosial, mengoleksi validasi digital, bahkan mengukur harga diri melalui angka pengikut media sosial. Namun semakin kuat genggaman terhadap dunia, semakin licin ia terasa.

Allah berfirman:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini bukan larangan hidup di dunia. Sebaliknya, ayat tersebut mengajak manusia memahami karakter dunia yang sementara. Sayangnya, banyak orang membaca ayat itu seperti membaca syarat dan ketentuan aplikasi: dilewati tanpa direnungkan.

Nasihat Nabi: Cinta Allah Tidak Datang dari Kesibukan Mengejar Dunia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sederhana, tetapi terasa radikal di era kompetisi tanpa jeda. Hari ini manusia justru diajari sebaliknya: tampilkan segalanya, bandingkan semuanya, dan menangkan segalanya.

Akibatnya, manusia hidup dalam perlombaan yang garis akhirnya tidak pernah diumumkan. Ketika satu target tercapai, target baru muncul seperti notifikasi tanpa tombol mute.

Padahal zuhud bukan berarti miskin atau menolak kemajuan. Zuhud berarti hati tidak bergantung pada dunia. Kita boleh memiliki dunia, tetapi dunia tidak boleh memiliki kita.

Dunia Itu Ular Licin: Pesan Imam Ali yang Terlalu Relevan

Imam Ali radhiallahu ‘anhu pernah menulis kepada Salman Al-Farisi bahwa dunia ibarat ular yang licin disentuh namun racunnya mematikan. Perumpamaan ini terasa sangat modern.

Dunia memang tidak terlihat berbahaya. Ia datang dalam bentuk promosi karier, popularitas instan, atau pujian yang membuat dada mengembang. Namun racunnya bekerja perlahan: kesombongan, kecemasan, dan ketakutan kehilangan.

Imam Ali menasihati agar manusia berpaling dari kekaguman berlebihan terhadap dunia karena hanya sedikit yang bisa dibawa sebagai bekal akhirat. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi justru menusuk logika konsumtif manusia modern.

Kita membeli barang yang tidak dibutuhkan untuk mengesankan orang yang bahkan tidak peduli. Kita bekerja tanpa henti demi masa depan yang tetap tidak pasti. Satirnya, manusia takut miskin di dunia tetapi jarang takut miskin amal.

Mengapa Kita Tetap Tertipu?

Pertanyaan menarik muncul: jika semua peringatan sudah jelas, mengapa manusia tetap jatuh pada tipuan dunia?

Pertama, dunia menawarkan hasil instan. Kedua, ego manusia menyukai pengakuan. Ketiga, lingkungan sosial sering memuji pencapaian materi lebih keras daripada akhlak.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar banyak kesalahan karena hati menjadi sibuk dengan sesuatu yang fana. Ketika hati penuh dunia, ruang untuk ketenangan spiritual menjadi sempit.

Baca juga: Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

Namun di sinilah harapan muncul. Kesadaran tidak menuntut manusia meninggalkan dunia sepenuhnya. Kesadaran hanya meminta manusia mengubah posisi dunia: dari tujuan menjadi alat.

Kita Semua Tahu, Tapi Berpura-pura Lupa

Manusia modern sebenarnya memahami bahwa dunia sementara. Kita mengucapkannya di ceramah, menuliskannya di status media sosial, bahkan mengutipnya saat merasa lelah. Akan tetapi, keesokan harinya kita kembali mengejar dunia dengan kecepatan penuh.

Inilah satire terbesar kehidupan: manusia takut kehilangan dunia yang pasti hilang, namun sering melupakan akhirat yang pasti datang.

Syeikh Ibnu ‘Athoillah seolah ingin mengatakan bahwa kejenuhan terhadap dunia bukan kegagalan iman, melainkan tanda kesadaran mulai tumbuh. Ketika seseorang mulai merasa lelah dengan hiruk pikuk dunia, mungkin itu bukan krisis hidup, melainkan panggilan pulang.

Karena pada akhirnya, dunia bukan musuh. Dunia hanyalah ujian yang terlalu sering kita anggap hadiah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri melakukan razia dan pemusnahan minuman keras di gudang penyimpanan miras wilayah Kabupaten Ciamis pada malam hari.

    Santri Temukan Gudang Miras di Ciamis, Ulama Sebut Darurat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus gudang miras Ciamis kembali menghebohkan masyarakat setelah para santri melakukan aksi hisbah atau penegakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menemukan sejumlah lokasi penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Temuan tersebut langsung memicu sorotan karena salah satu lokasi berada tepat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, berhadapan dengan Pengadilan Negeri Ciamis. […]

  • Tarif listrik dunia

    Tarif Listrik Dunia: Iran Termurah, Bermuda Termahal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tarif listrik dunia menunjukkan jurang perbedaan yang sangat lebar. Berdasarkan data GlobalPetrolPrices yang dipublikasikan kembali oleh DataIndonesia.id, Iran menjadi negara dengan tarif listrik termurah di dunia, sedangkan Bermuda mencatat tarif listrik termahal untuk pelanggan rumah tangga. Selisih harga keduanya bahkan mencapai sekitar 155 kali lipat. Lalu, bagaimana gambaran tarif listrik Indonesia […]

  • ASN angkutan umum

    ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Aturan sarung batik untuk ASN Jawa Tengah memicu perdebatan publik soal relevansi kebijakan layanan publik. albadarpost.com, LENSA – ASN di Jawa Tengah kini diwajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025. Di saat bersamaan, kebijakan berbeda muncul dari Jawa Barat, berupa izin libur bagi aparatur sipil […]

  • kebakaran Garut

    Dua Kebakaran Garut, Rp885 Juta Aset Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Garut terjadi dua kali dalam sehari pada Senin, 31 Agustus 2026. Dua insiden tersebut berlangsung di Kecamatan Wanaraja dan Singajaya. Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, petugas bergerak menangani kedua lokasi dengan pengerahan armada dan personel sesuai kondisi di lapangan. Dua kejadian itu tidak menimbulkan korban […]

  • Seorang ilustrator digital menggambar bunga menggunakan tablet dan stylus di meja rumah sederhana dengan suasana hangat.

    Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel. Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan. “Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, […]

  • Musik Digital Tasikmalaya

    Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musik Digital Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar Sabtu (30/5/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya berbicara […]

expand_less