Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk pikuk ambisi modern, tipuan dunia semakin tampak normal. Tipuan dunia, godaan kehidupan fana, dan ilusi kenikmatan materi hadir seolah sahabat setia manusia. Padahal sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa dunia bukan tempat tinggal, melainkan ruang ujian. Anehnya, manusia justru memperlakukan dunia seperti rumah permanen lengkap dengan renovasi mimpi tanpa batas.

Kita mengejar jabatan seperti mengejar bus terakhir, membeli barang seakan kebahagiaan tersedia dalam katalog diskon, lalu heran mengapa hati tetap kosong. Dunia memberi sensasi cepat, tetapi kebahagiaan lambat datangnya. Di sinilah satire kehidupan bekerja: manusia sadar dunia sementara, tetapi tetap hidup seolah kontraknya abadi.

Dunia: Panggung Drama yang Terlalu Serius Ditonton

Syeikh Ibnu ‘Athoillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa Allah sengaja menjadikan dunia sebagai tempat kerusakan agar manusia merasa jenuh terhadapnya. Pernyataan ini terasa paradoks bagi manusia modern. Kita justru memperindah sesuatu yang memang dirancang agar tidak nyaman.

Ironinya, manusia berlomba membuat dunia terasa stabil. Kita menumpuk status sosial, mengoleksi validasi digital, bahkan mengukur harga diri melalui angka pengikut media sosial. Namun semakin kuat genggaman terhadap dunia, semakin licin ia terasa.

Allah berfirman:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini bukan larangan hidup di dunia. Sebaliknya, ayat tersebut mengajak manusia memahami karakter dunia yang sementara. Sayangnya, banyak orang membaca ayat itu seperti membaca syarat dan ketentuan aplikasi: dilewati tanpa direnungkan.

Nasihat Nabi: Cinta Allah Tidak Datang dari Kesibukan Mengejar Dunia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sederhana, tetapi terasa radikal di era kompetisi tanpa jeda. Hari ini manusia justru diajari sebaliknya: tampilkan segalanya, bandingkan semuanya, dan menangkan segalanya.

Akibatnya, manusia hidup dalam perlombaan yang garis akhirnya tidak pernah diumumkan. Ketika satu target tercapai, target baru muncul seperti notifikasi tanpa tombol mute.

Padahal zuhud bukan berarti miskin atau menolak kemajuan. Zuhud berarti hati tidak bergantung pada dunia. Kita boleh memiliki dunia, tetapi dunia tidak boleh memiliki kita.

Dunia Itu Ular Licin: Pesan Imam Ali yang Terlalu Relevan

Imam Ali radhiallahu ‘anhu pernah menulis kepada Salman Al-Farisi bahwa dunia ibarat ular yang licin disentuh namun racunnya mematikan. Perumpamaan ini terasa sangat modern.

Dunia memang tidak terlihat berbahaya. Ia datang dalam bentuk promosi karier, popularitas instan, atau pujian yang membuat dada mengembang. Namun racunnya bekerja perlahan: kesombongan, kecemasan, dan ketakutan kehilangan.

Imam Ali menasihati agar manusia berpaling dari kekaguman berlebihan terhadap dunia karena hanya sedikit yang bisa dibawa sebagai bekal akhirat. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi justru menusuk logika konsumtif manusia modern.

Kita membeli barang yang tidak dibutuhkan untuk mengesankan orang yang bahkan tidak peduli. Kita bekerja tanpa henti demi masa depan yang tetap tidak pasti. Satirnya, manusia takut miskin di dunia tetapi jarang takut miskin amal.

Mengapa Kita Tetap Tertipu?

Pertanyaan menarik muncul: jika semua peringatan sudah jelas, mengapa manusia tetap jatuh pada tipuan dunia?

Pertama, dunia menawarkan hasil instan. Kedua, ego manusia menyukai pengakuan. Ketiga, lingkungan sosial sering memuji pencapaian materi lebih keras daripada akhlak.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar banyak kesalahan karena hati menjadi sibuk dengan sesuatu yang fana. Ketika hati penuh dunia, ruang untuk ketenangan spiritual menjadi sempit.

Baca juga: Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

Namun di sinilah harapan muncul. Kesadaran tidak menuntut manusia meninggalkan dunia sepenuhnya. Kesadaran hanya meminta manusia mengubah posisi dunia: dari tujuan menjadi alat.

Kita Semua Tahu, Tapi Berpura-pura Lupa

Manusia modern sebenarnya memahami bahwa dunia sementara. Kita mengucapkannya di ceramah, menuliskannya di status media sosial, bahkan mengutipnya saat merasa lelah. Akan tetapi, keesokan harinya kita kembali mengejar dunia dengan kecepatan penuh.

Inilah satire terbesar kehidupan: manusia takut kehilangan dunia yang pasti hilang, namun sering melupakan akhirat yang pasti datang.

Syeikh Ibnu ‘Athoillah seolah ingin mengatakan bahwa kejenuhan terhadap dunia bukan kegagalan iman, melainkan tanda kesadaran mulai tumbuh. Ketika seseorang mulai merasa lelah dengan hiruk pikuk dunia, mungkin itu bukan krisis hidup, melainkan panggilan pulang.

Karena pada akhirnya, dunia bukan musuh. Dunia hanyalah ujian yang terlalu sering kita anggap hadiah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSMSS 2026

    Dandim Tasikmalaya Resmikan BSMSS 2026, Desa Jahiang Dapat Jalan Baru

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Program BSMSS 2026 resmi dimulai di Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program pembangunan jalan desa sepanjang 1,5 kilometer tersebut, pemerintah daerah bersama TNI berharap akses ekonomi masyarakat semakin terbuka dan mobilitas warga menjadi lebih mudah. Pembangunan jalan desa melalui BSMSS 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas wilayah pedesaan. […]

  • Petugas Damkar berangkat tugas darurat malam hari meninggalkan keluarga demi menyelamatkan masyarakat.

    Tokoh Perempuan Soroti Kesejahteraan Damkar, “Mereka Sering Tinggalkan Keluarga”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Isu kesejahteraan Damkar kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mulai menyoroti sisi lain kehidupan petugas pemadam kebakaran. Bukan hanya soal keberanian memadamkan api, tetapi juga pengorbanan pribadi yang sering tidak terlihat masyarakat. Salah satu suara datang dari aktivis dan tokoh perempuan Tasikmalaya, Ipa Zumrotul Falihah yang menyoroti keras […]

  • Amerika vs Paraguay

    Amerika vs Paraguay, Tuan Rumah Tak Aman

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Los Angeles mungkin akan bergemuruh ketika Amerika Serikat melangkah ke lapangan SoFi Stadium untuk memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Namun di balik sorak-sorai puluhan ribu suporter, tersimpan satu kenyataan yang tak selalu nyaman bagi tuan rumah: harapan sering kali lebih berat daripada tekanan lawan. Pertandingan Amerika Serikat vs Paraguay […]

  • Keracunan Makan Bergizi Gratis

    KLB Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jabar Tunggu Evaluasi BGN Sebelum Putuskan Penutupan Dapur

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat, Pemprov Jabar tunggu evaluasi BGN untuk putuskan penutupan dapur SPPG. albadarpost.com. LENSA. Ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini fokus menangani korban sembari menunggu evaluasi resmi dari Badan […]

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

  • Semangkuk es buah segar dengan potongan melon, semangka, nanas, dan sirup manis dingin

    Rahasia Resep Es Buah Segar yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Saat cuaca panas atau waktu berbuka puasa tiba, banyak orang langsung mencari minuman dingin. Salah satu yang paling populer tentu resep es buah segar. Namun tidak semua orang tahu bahwa ada cara membuat es buah segar dengan racikan kuah yang lebih unik dan rasa yang jauh lebih nikmat. Bahkan beberapa penjual minuman […]

expand_less