Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya.

Peristiwa ini terjadi di pusat Kota Tasikmalaya. Saat lampu-lampu rumah makan menyala dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti, Nisa berdiri di tepi trotoar. Ia tidak membawa barang dagangan. Ia juga tidak memainkan alat musik. Ia hanya menengadahkan tangan, berharap belas kasih pengguna jalan.

Siswi Berprestasi yang Mengemis di Malam Hari

Pada siang hari, Nisa dikenal sebagai murid kelas IV SD dengan catatan akademik membanggakan. Guru-gurunya menyebut ia tekun dan mudah memahami pelajaran. Bahkan, ia meraih peringkat dua di kelasnya.

Namun, ketika malam tiba, situasi berubah. Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota. Jarak yang ia tempuh mencapai beberapa kilometer. Ia tidak sendiri. Adiknya turut mendampingi di tengah riuhnya jalanan.

Kisah pengemis anak Tasikmalaya ini awalnya terlihat seperti potret umum kota besar. Anak kecil di lampu merah bukan hal asing. Akan tetapi, identitas Nisa sebagai siswi berprestasi memicu gelombang empati yang berbeda. Karena itu, publik bereaksi cepat begitu cerita tersebut menyebar.

Respons Warga dan Pejabat Mulai Mengalir

Sejak kabar itu viral, warga Kota Tasikmalaya ramai membicarakannya. Sebagian warga mencari tahu lokasi tempat tinggal Nisa. Selain itu, ada pula yang menanyakan cara untuk memberikan bantuan langsung.

Banyak pembaca mengaku gelisah setelah mengetahui latar belakang akademiknya. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin anak dengan prestasi sekolah harus mengemis demi membantu kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, perhatian juga datang dari unsur pemerintahan. Camat Cipedes, Cecep Ridwan, menghubungi redaksi media untuk menggali informasi lebih lanjut. Meski belum ada kebijakan resmi yang diumumkan, langkah komunikasi tersebut menunjukkan adanya respons awal dari pihak kecamatan.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat turut angkat bicara. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini membuktikan peran penting media massa. Menurutnya, masalah sosial sering luput dari perhatian sebelum diangkat secara luas.

“Setelah media memberitakan, barulah muncul kepedulian kolektif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa fenomena pengemis anak di pusat Kota Tasikmalaya bukan sekadar kisah haru, melainkan refleksi kondisi sosial yang nyata.

Momentum Ramadhan dan Harapan Solusi Nyata

Momentum Ramadhan membuat perbincangan semakin intens. Fikri menyebut bulan suci menjadi waktu tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut berkontribusi dalam mencari solusi.

Selain mengapresiasi warga yang peduli, ia juga menilai langkah Camat Cipedes sebagai sinyal positif. Menurutnya, komunikasi cepat antara pejabat dan media bisa membuka jalan bagi tindak lanjut yang lebih konkret.

Baca juga: Buka Puasa Termahal vs Termurah di Dunia, Nominalnya Bikin Kaget!

Meski demikian, publik kini menanti aksi nyata. Sebab, kasus pengemis anak Tasikmalaya tidak bisa berhenti pada simpati semata. Banyak pihak berharap ada pendampingan sosial, asesmen keluarga, hingga dukungan pendidikan agar Nisa tetap bisa fokus sekolah.

Cermin Wajah Lain Kota Tasikmalaya

Kisah ini memperlihatkan dua sisi Kota Tasikmalaya. Di satu sisi, kota berkembang dengan aktivitas ekonomi yang dinamis. Namun di sisi lain, masih ada anak usia sekolah yang harus memikul beban ekonomi keluarga.

Nisa kini menjadi simbol persoalan tersebut. Di ruang kelas, ia menyimpan cita-cita besar. Akan tetapi, di trotoar malam hari, ia berjuang untuk kebutuhan esok pagi.

Karena itu, pertanyaan penting pun muncul: apakah kisah pengemis anak Tasikmalaya ini akan berlalu sebagai berita viral sesaat, atau justru menjadi titik awal pembenahan sosial yang lebih serius?

Publik sudah bersuara. Pejabat mulai merespons. Kini, langkah konkret menjadi hal yang dinanti agar tak ada lagi siswa berprestasi yang harus berdiri di tepi jalan saat malam tiba. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses packaging frozen food menggunakan vacuum sealer, ice gel, dan insulated box untuk pengiriman jarak jauh.

    Teknik Kirim Frozen Food Jarak Jauh Anti Gagal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Packaging frozen food menjadi kunci sukses bisnis kuliner jarak jauh. Teknik kemasan frozen food atau cara mengemas makanan beku tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga menentukan kepuasan pelanggan. Tanpa packaging frozen food yang tepat, produk mudah rusak, berubah rasa, bahkan gagal sampai tujuan dalam kondisi baik. Karena itu, pelaku usaha wajib […]

  • Disiplin ASN Garut

    Disiplin ASN Garut Diperketat Lewat Sistem Real-Time

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Mulai sekarang, kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut tidak lagi sekadar tercatat sebagai absensi harian. Disiplin ASN Garut memasuki babak baru setelah pemerintah daerah menerapkan sistem pemantauan kehadiran secara real-time yang akan menjadi salah satu dasar dalam evaluasi kinerja aparatur. Langkah ini diharapkan memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan […]

  • PPPK 2027

    PPPK 2027 Buka Dua Jalur Baru untuk Karier Guru

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — Kabar terbaru soal PPPK 2027 membawa perubahan penting bagi guru ASN. Pemerintah menyiapkan dua arah pengembangan karier, yakni guru PPPK paruh waktu menuju PPPK penuh waktu serta kesempatan bagi guru PPPK penuh waktu mengikuti seleksi CPNS. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Agustus 2026. Dalam publikasi resminya, […]

  • Lansia Hilang Pangandaran

    Lansia Hilang di Pangandaran Ditemukan Selamat

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lansia Hilang Pangandaran berakhir dengan kabar menggembirakan. Seorang warga lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang saat mencari lidi di kawasan Sungai Cilebok akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah pencarian yang melibatkan TAGANA Pangandaran, warga, aparat desa, TNI, Polri, dan sejumlah unsur lainnya. Korban diketahui bernama Iyon Sahwiyan (75) atau yang akrab disapa […]

  • Program return to work Singapura membantu pekerja cedera kembali bekerja dengan dukungan medis dan perusahaan

    Return to Work Singapura Ubah Nasib Pekerja Sakit

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Return to work Singapura menjadi sorotan karena kebijakan ini tidak hanya melindungi pekerja sakit, tetapi juga membuka peluang baru bagi sistem ketenagakerjaan modern. Program kembali bekerja ini, yang dikenal sebagai return-to-work system, langsung menyasar masalah besar: pekerja cedera yang selama ini sering kehilangan pekerjaan. Selama bertahun-tahun, banyak pekerja—termasuk pekerja migran Indonesia—harus […]

  • Ilustrasi seseorang sedang salat dengan suasana hening sebagai simbol rahasia salat dan pembersihan hati menurut Syekh Athoillah.

    Salat Tapi Hati Masih Gelap? Mungkin Ini yang Terjadi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Rahasia salat sering dibicarakan para ulama, tetapi ironisnya justru jarang benar-benar direnungkan. Banyak orang menjalankan salat setiap hari. Lima kali sehari mereka berdiri, rukuk, dan sujud. Namun di saat yang sama, kegelisahan tetap datang, kemarahan mudah meledak, bahkan hati terasa semakin kosong. Di sinilah hikmah salat sebenarnya mulai dipertanyakan. Jika salat adalah […]

expand_less