Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Namun ironisnya, sebagian orang lebih sibuk menanam citra daripada menanam jiwa.

Kita hidup di era ketika panggung lebih luas daripada sajadah. Orang berlomba terlihat dermawan, tetapi lupa belajar menjadi tulus. Mereka ingin dianggap alim, padahal belum tentu selesai berdamai dengan nafsunya sendiri.

Antara Ikhlas dan Ingin Diakui

Pertanyaannya sederhana: apakah kita beramal karena Allah, atau karena algoritma? Di sinilah Bahaya Cinta Popularitas bekerja halus. Ia tidak datang dengan tanduk, melainkan dengan pujian.

Baca juga: Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan fondasi keikhlasan. Namun demikian, hati manusia mudah tergelincir. Ketika satu unggahan menuai ribuan pujian, nafsu berbisik, “Tambah lagi.” Ketika nama disebut dalam forum, ego bertepuk tangan.

Padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang merendah diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Siapa yang sombong, maka Allah akan merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar motivasi, melainkan peringatan. Karena itu, semakin tinggi seseorang mengangkat dirinya di hadapan manusia, semakin berat risiko ia dijatuhkan di sisi Allah.

Satir Zaman Serba Sorotan

Lucunya, kita sering menyebut diri sebagai pejuang kebaikan, tetapi hati sibuk menghitung penonton. Kita berbicara tentang zuhud, sambil mengecek jumlah pengikut. Kita menasihati tentang tawadhu, tetapi tersinggung ketika nama tidak disebut.

Inilah wajah nyata Bahaya Cinta Popularitas. Amal berubah menjadi pertunjukan. Sedekah menjadi konten. Bahkan dakwah terkadang terasa seperti kompetisi popularitas.

Syekh Athoillah mengingatkan bahwa sesuatu yang tidak ditanam tidak akan berbuah sempurna. Artinya, tanpa kerendahan hati, amal hanya akan menjadi daun lebat tanpa buah.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menegaskan bahwa riya adalah penyakit yang merusak amal seperti api melahap kayu kering. Ia tumbuh dari cinta kedudukan. Maka ketika seseorang menginginkan posisi terhormat dan kemasyhuran, ia sedang memberi makan egonya sendiri.

Kerendahan Hati yang Mengangkat Derajat

Sebaliknya, Islam memuliakan orang yang menunduk, bukan yang mendongak. Allah berfirman:

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan: 63)

Ayat ini memberi gambaran jelas. Kerendahan hati bukan berarti lemah. Justru ia menjadi jalan kemuliaan.

Namun hari ini, rendah hati sering dianggap kurang percaya diri. Orang yang tidak tampil dianggap tidak eksis. Padahal, justru dalam sunyi itulah amal tumbuh kuat.

Karena itu, jika ingin selamat dari Bahaya Cinta Popularitas, seseorang harus melatih niat setiap hari. Ia perlu bertanya sebelum berbuat: “Apakah aku tetap melakukan ini jika tidak ada yang melihat?”

Pertanyaan itu sederhana, tetapi jawabannya sering menyakitkan.

Nafsu yang Halus dan Ambisi yang Licin

Keinginan terkenal termasuk hawa nafsu yang paling halus. Ia tidak terlihat seperti maksiat terang-terangan. Ia menyamar sebagai motivasi. Ia berbisik bahwa pengaruh publik penting untuk kebaikan.

Memang benar, pengaruh bisa bermanfaat. Namun ketika hati bergantung pada sorotan, maka di situlah masalah bermula. Sebab, popularitas tidak selalu sejalan dengan keberkahan.

Ulama salaf bahkan berdoa agar dijauhkan dari ketenaran. Mereka khawatir hati mereka terkontaminasi pujian. Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata bahwa tidak ada yang lebih berat ia lawan selain niatnya sendiri.

Maka jelaslah, Bahaya Cinta Popularitas bukan sekadar isu moral, melainkan ujian spiritual.

Menanam Diri dalam Tanah Kerendahan

Pesan Hikam terasa relevan sepanjang zaman. Tanamlah diri dalam tanah kerendahan. Tanpa proses itu, buah tidak akan matang.

Kerendahan hati melahirkan ketenangan. Sebaliknya, ambisi popularitas menciptakan kegelisahan. Orang yang mengejar sorotan akan terus haus perhatian. Namun orang yang mengejar ridha Allah akan merasa cukup walau tak dikenal.

Oleh sebab itu, mari kita periksa kembali niat sebelum melangkah. Mari kita luruskan tujuan sebelum berbicara. Dan mari kita pilih menjadi hamba yang tulus daripada selebritas yang haus tepuk tangan.

Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan panggung, melainkan ampunan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • layanan keimigrasian

    Paspor Nomor Tunggal Ujian Negara Benahi Layanan Keimigrasian

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Paspor satu nomor seumur hidup menguji reformasi layanan keimigrasian dan kepastian identitas warga Indonesia. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah berencana menerapkan paspor satu nomor seumur hidup bagi seluruh warga negara. Kebijakan ini terlihat teknis, tetapi dampaknya langsung menyentuh urusan paling konkret: layanan keimigrasian yang selama ini sering merepotkan warga dalam perjalanan lintas negara. Selama bertahun-tahun, […]

  • dessert ramadhan creamy manis disajikan saat buka puasa dengan tampilan menggoda dan tekstur lembut

    Resep Dessert Ramadhan yang Dirahasiakan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang adzan Maghrib, aroma manis mulai memenuhi dapur. Satu sendok pertama langsung mencair di mulut—lembut, dingin, dan bikin tenang setelah seharian berpuasa. Inilah yang banyak orang cari setiap tahun: resep dessert ramadhan yang spesial, bukan sekadar takjil biasa. Resep dessert untuk buka puasa, hidangan manis Ramadhan, hingga dessert kekinian kini jadi incaran […]

  • cuaca ekstrem Indonesia

    Cuaca Ekstrem Indonesia Awal Tahun 2025: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BMKG memprediksi hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 3–4 Januari 2025. Potensi Cuaca Ekstrem Masih Bayangi Awal Tahun albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya cuaca ekstrem Indonesia yang berpotensi terjadi pada 3–4 Januari 2025. Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah Tanah […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • jembatan melaka indonesia

    Melaka Siapkan Jembatan ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pemerintah Melaka merencanakan jembatan ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, merencanakan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan wilayahnya dengan Indonesia. Proyek lintas negara ini diarahkan untuk membuka jalur konektivitas baru antara Melaka dan Dumai, Sumatera, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan Selat Malaka yang selama ini […]

  • toksin cereulide

    Toksin Cereulide pada Formula Bayi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Alarm itu tidak berbunyi di rumah sakit atau pabrik. Ia muncul di layar sistem pengawasan pangan global. Dari sana, sinyal bahaya tentang toksin cereulide pada formula bayi menyebar lintas negara, lalu sampai ke Indonesia. Respons pun bergerak cepat: otoritas keamanan pangan memilih jalur kehati-hatian demi melindungi kelompok paling rentan—bayi. Badan Pengawas Obat […]

expand_less