Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ribuan guru madrasah swasta demo di Monas menuntut kesetaraan pengangkatan PPPK tanpa diskriminasi.

albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober 2025. Mereka menuntut pemerintah memberikan kesetaraan hak dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para pendidik ini menilai kebijakan yang berlaku masih diskriminatif terhadap guru madrasah swasta dibandingkan dengan guru di sekolah negeri.


Tuntutan Kesetaraan Guru Madrasah Swasta

Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini menarik perhatian publik dan pengguna jalan di sekitar kawasan Medan Merdeka Selatan. Ribuan guru madrasah swasta datang dengan mengenakan seragam khas lembaganya masing-masing, membawa spanduk dan poster berisi seruan untuk menghapus diskriminasi dalam pengangkatan tenaga pendidik.

“Tidak boleh lagi ada pengotak-ngotakan antara guru negeri dan guru madrasah swasta. Kami sama-sama memiliki tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa,” ujar M. Zein, salah satu koordinator aksi, saat ditemui di tengah kerumunan massa.

Menurut Zein, para guru madrasah swasta selama ini berjuang di garis depan pendidikan tanpa mendapatkan perhatian yang layak dari negara. Padahal, mereka turut berperan besar dalam mencerdaskan generasi muda di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Ia menilai kebijakan pemerintah dalam seleksi PPPK selama ini belum memberikan perlakuan yang adil bagi tenaga pendidik madrasah swasta. “Madrasah swasta sudah lama membantu negara mendidik anak-anak bangsa. Karena itu, kami berharap Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa benar-benar menepati janji untuk memberikan afirmasi yang sama bagi kami di tahun 2026,” tambahnya.


Aksi Damai di Monas Berlangsung Tertib

Aksi unjuk rasa yang dipusatkan di kawasan Monas berjalan tertib dan damai. Para guru yang tergabung dalam berbagai asosiasi pendidikan Islam itu secara kompak menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera meninjau ulang kebijakan pengangkatan PPPK yang dianggap diskriminatif.

Baca juga: Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Beasiswa dan PPG Massal

Mereka juga menyerukan agar Kementerian Agama dan Kementerian PAN-RB duduk bersama membahas solusi konkret yang berpihak pada guru madrasah swasta. Sejumlah perwakilan massa sempat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pejabat Kementerian Agama yang hadir menemui peserta aksi.

Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Selatan sempat dialihkan oleh petugas kepolisian demi menjaga kelancaran kegiatan. Namun, tidak ada insiden berarti selama aksi berlangsung. Para guru dengan tertib membubarkan diri pada sore hari setelah menyerahkan pernyataan tertulis kepada pihak pemerintah.

Polisi juga mengapresiasi sikap kooperatif peserta unjuk rasa yang tetap menjaga ketertiban selama aksi. “Mereka sangat tertib, aspiratif, dan tidak melakukan tindakan provokatif,” ujar seorang petugas yang bertugas di lokasi.


Desakan kepada Pemerintah Pusat

Tuntutan utama para guru madrasah swasta berfokus pada kebijakan afirmatif dalam perekrutan PPPK tahun mendatang. Mereka mendesak agar pemerintah memastikan bahwa guru madrasah swasta mendapatkan hak dan peluang yang sama dengan guru di sekolah negeri dalam proses seleksi.

Selain itu, para guru juga menyoroti pentingnya pengakuan terhadap masa pengabdian mereka selama puluhan tahun di lembaga pendidikan swasta. “Kami ini mengabdi bukan setahun dua tahun, tapi belasan tahun. Negara seharusnya menghargai dedikasi itu,” kata salah satu peserta aksi dari Jawa Timur.

Mereka menegaskan, perjuangan ini bukan semata-mata soal status kepegawaian, melainkan bentuk perjuangan moral demi keadilan dan martabat profesi guru.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tindak lanjut dari aksi tersebut. Namun, sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama disebut tengah mengkaji ulang kebijakan pengangkatan PPPK agar tidak menimbulkan kesenjangan baru antara tenaga pendidik negeri dan swasta.


Konteks Nasional dan Harapan Guru

Persoalan kesetaraan pengangkatan PPPK bukan kali pertama mencuat. Dalam beberapa tahun terakhir, isu serupa kerap muncul di berbagai daerah, terutama di wilayah dengan jumlah madrasah swasta yang tinggi seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pemerintah sebelumnya telah berjanji akan meninjau kembali sistem rekrutmen tenaga pendidik agar lebih inklusif dan tidak menimbulkan diskriminasi. Namun, hingga kini, janji tersebut belum terealisasi sepenuhnya.

Guru madrasah swasta berharap aksi mereka di Monas kali ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan pengangkatan PPPK. “Kami tidak meminta lebih, hanya ingin diperlakukan sama seperti guru negeri,” ujar M. Zein menegaskan.

Aksi ribuan guru madrasah swasta di Monas mencerminkan tuntutan keadilan dan kesetaraan bagi tenaga pendidik di Indonesia. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kebijakan PPPK berjalan adil bagi seluruh guru tanpa kecuali.

Guru madrasah swasta desak kesetaraan PPPK di Monas. Mereka minta pemerintah hapus diskriminasi dalam pengangkatan guru. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kualitas layanan internet

    IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laporan keuangan menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat. Namun di sisi lain, keluhan pelanggan terus bermunculan. Paradoks inilah yang kini melekat pada IndiHome, layanan internet rumah yang berada di bawah Telkomsel dan Telkom Group. Di tengah laba triliunan rupiah, kualitas layanan internet justru menjadi sorotan publik. Dalam beberapa hari terakhir, gangguan koneksi […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • Universitas Insan Cita

    KAHMI Ciamis Mimpi Besar Bangun Universitas Insan Cita

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Universitas Insan Cita menjadi gagasan besar yang mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis. Di tengah agenda pergantian kepengurusan organisasi, para alumni justru membicarakan sesuatu yang jauh melampaui urusan internal, yakni membangun perguruan tinggi yang dapat menjadi pusat pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia di […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

  • Menteri Kebudayaan Thailand

    Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Arah kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai penggerak ekonomi dan identitas publik. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pagi itu, Sabida Thaiseth melangkah ke kantor Kementerian Kebudayaan Thailand dengan iringan doa. Tidak ada pidato panjang. Tidak pula selebrasi berlebihan. Namun sejak 19 September 2025, langkah itu menandai babak baru arah kebijakan kebudayaan Thailand—lebih dekat ke ekonomi, […]

  • Gempa Bandung

    Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, BMKG Beri Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gempa Bandung kembali menjadi perhatian setelah dua gempa dangkal terjadi di wilayah selatan hingga tenggara Kabupaten Bandung pada Selasa (28/7/2026) dini hari. Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kedua gempa bumi di Bandung tersebut muncul dalam selang waktu sekitar dua jam dengan magnitudo relatif kecil. Meskipun belum ada […]

expand_less