Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembatalan kerja sama naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi rugikan perusahaan hingga Rp1 miliar.

albadarpost.com, LENSA -Dua hari sebelum peluncuran resmi, kerja sama naming rights Stasiun Cirebon antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan perusahaan batik lokal BT Batik Trusmi mendadak dibatalkan. Keputusan itu bukan hanya menggagalkan rencana promosi besar pada Hari Batik Nasional, tetapi juga menimbulkan kerugian hingga Rp1 miliar bagi perusahaan yang dikenal sebagai ikon batik Cirebon tersebut.


Kerugian Besar akibat Pembatalan Mendadak

Pemilik BT Batik Trusmi, Sally Geovanny, tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku, pembatalan kerja sama yang dilakukan secara sepihak oleh pihak KAI itu memukul bisnisnya dari berbagai sisi.
“Vendor sudah dibayar, panggung sudah berdiri, dan undangan sudah tersebar hingga ke kementerian serta tamu luar kota. Semua biaya itu hangus begitu saja,” ujar Sally saat dihubungi, Rabu (29/10/2025).

Menurut Sally, total kerugian materiil dan nonmateri akibat pembatalan tersebut mencapai Rp1 miliar. Namun, yang lebih ia sesalkan adalah dampak reputasi yang menimpa perusahaannya. “Kami tidak mencari keuntungan pribadi. Tujuan kami sederhana, ingin membangun Cirebon agar lebih dikenal lewat batiknya,” ujarnya.

Kerja sama naming rights Stasiun Cirebon sebenarnya merupakan inisiatif dari pihak PT KAI. Pada Mei 2024, BUMN transportasi itu mengajukan penawaran resmi kepada BT Batik Trusmi. Dalam rancangan kontrak, disebutkan bahwa kerja sama akan berlangsung selama tiga tahun dengan nilai investasi mencapai Rp3 miliar. Nama resmi stasiun tidak diubah, tetapi ditambahkan menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi sebagai bentuk kolaborasi promosi dan penguatan identitas daerah.

Semua persiapan telah rampung. Peluncuran dijadwalkan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, 1 Oktober 2025. Namun, dua hari menjelang acara, Sally menerima kabar mengejutkan. “Pada 29 September 2025, kami diberitahu bahwa kerja sama dibatalkan oleh direksi PT KAI. Tidak ada penjelasan rinci, hanya disebutkan sedang ada peninjauan ulang,” kata Sally.


Dugaan Intervensi Pihak Eksternal

Sally menduga, pembatalan kerja sama itu bukan semata karena pertimbangan administratif. Ia menilai ada tekanan dari LSM dan ormas tertentu yang menolak kerja sama tersebut dan bahkan mengancam akan menggelar demonstrasi di Cirebon jika proyek tetap dilanjutkan.

“Mereka menyebarkan isu yang tidak masuk akal, seperti tuduhan kami mengambil alih saham PT KAI. Padahal naming rights itu praktik umum di dunia bisnis modern,” ucapnya.
Menurutnya, praktik naming rights atau hak penamaan adalah bentuk kemitraan yang sah dan biasa dilakukan di berbagai sektor, termasuk transportasi dan olahraga. “Tujuannya bukan untuk mengubah identitas, tapi memperkuat citra daerah. Kalau di luar negeri bisa, kenapa di Indonesia tidak?” ujar Sally.

Baca juga: KAI Daop 9 Jember Beri Refund 100 Persen Tiket Akibat Banjir Semarang

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut telah melalui tahapan legal dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. BT Batik Trusmi, kata dia, sudah mengeluarkan anggaran besar untuk kebutuhan promosi, panggung, dokumentasi, hingga undangan resmi ke sejumlah pejabat kementerian. “Semua sudah siap. Tapi pembatalan dua hari sebelum acara membuat seluruh rencana hancur,” katanya dengan nada kecewa.


Misi Ekonomi dan Budaya untuk Cirebon

BT Batik Trusmi bukan sekadar merek dagang, tetapi simbol kebangkitan ekonomi kreatif di Cirebon. Berdiri sejak 2006, perusahaan ini kini dikenal sebagai salah satu pusat batik terbesar di Indonesia. Mereka memegang rekor MURI sebagai toko batik terluas di Tanah Air, mempekerjakan lebih dari 1.300 karyawan, serta menggandeng 600 pengrajin rumahan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Sally menuturkan, keterlibatan BT Batik Trusmi dalam proyek naming rights Stasiun Cirebon didorong oleh semangat untuk mengangkat potensi lokal. “Kalau stasiun besar di Cirebon membawa nama Batik Trusmi, dampaknya bisa berantai—mulai dari pengrajin batik, hotel, hingga UMKM kuliner. Ini bukan soal branding pribadi, tapi promosi kota,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama antara BUMN dan sektor swasta semestinya menjadi sarana kolaborasi strategis, bukan sumber konflik. “Kami percaya, ketika sektor publik dan swasta berjalan seiring, pembangunan daerah bisa melesat lebih cepat,” tutur Sally.

Ia berharap ke depan, kebijakan kolaborasi seperti ini tidak lagi terhambat oleh tekanan politik atau sosial. “Cirebon punya potensi besar, baik dari sisi budaya maupun pariwisata. Kami ingin terus berkontribusi untuk mengharumkan nama daerah,” katanya menutup pembicaraan.


Refleksi: Profesionalisme dalam Kolaborasi Publik-Privat

Kasus naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi menjadi cermin tantangan hubungan antara BUMN dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi yang seharusnya saling menguntungkan justru kandas karena tekanan eksternal. Publik menilai, keputusan sepihak ini memperlihatkan lemahnya komitmen terhadap iklim investasi yang sehat dan konsisten.

Di banyak negara, naming rights bukan hal tabu. Stadion, terminal, dan bahkan stasiun sering menggunakan skema serupa sebagai sumber pendanaan dan promosi ekonomi daerah. Namun di Indonesia, resistensi sosial masih sering muncul akibat miskomunikasi atau kesalahpahaman publik.

Apapun alasannya, pembatalan mendadak tanpa komunikasi terbuka mencederai prinsip profesionalisme dan transparansi yang semestinya dijunjung tinggi oleh perusahaan negara. Jika tidak ada perubahan sikap, kolaborasi strategis semacam ini akan sulit berkembang di masa depan.

Kasus naming rights Stasiun Cirebon menunjukkan perlunya profesionalisme dan keberanian BUMN dalam menjaga kemitraan dengan pelaku lokal. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencak Silat Militer

    Pangdam Siliwangi Kukuhkan PSM, Bentuk Generasi Berkarakter

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pencak Silat Militer tidak lagi dipandang sekadar seni bela diri atau aktivitas olahraga. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Pencak Silat Militer (PSM) justru didorong menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan. Pesan itulah yang mengemuka saat Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengukuhkan […]

  • Sekolah negeri ditinggalkan

    Anggaran Sekolah Negeri Kalah Fleksibel, Swasta Makin Dilirik

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sekolah negeri ditinggalkan. Perbedaan anggaran dengan swasta memengaruhi kualitas, fasilitas, dan pilihan orang tua. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena sekolah negeri ditinggalkan orang tua tidak lepas dari persoalan anggaran pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, data pendidikan nasional menunjukkan penurunan jumlah siswa di sekolah negeri, sementara sekolah swasta mencatat peningkatan pendaftaran. Perbedaan struktur dan fleksibilitas anggaran menjadi […]

  • Suasana waktu Subuh di rumah Muslim dengan cahaya pagi dan seseorang membaca doa setelah salat Subuh.

    Hadis Nabi tentang Waktu Subuh yang Kini Jarang Diamalkan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal hadis waktu Subuh sebagai anjuran bangun pagi untuk salat dan mencari keberkahan hidup. Sebagian lain menyebut waktu Subuh sebagai momen paling tenang untuk berdoa, berdzikir, dan memulai hari dengan hati yang lebih ringan. Namun perlahan, kebiasaan menjaga waktu Subuh mulai bergeser dari kehidupan banyak orang. Malam terasa semakin panjang. […]

  • Entrepreneur Awards

    Entrepreneur Awards Pemkab Tasikmalaya 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya beri apresiasi wirausaha lewat Entrepreneur Awards 2025 untuk dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi peran pelaku usaha lokal melalui ajang Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025, yang digelar di Hotel Al Hambra, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan penguatan […]

  • Ilustrasi Nabi Sulaiman memimpin kerajaan besar dengan pasukan manusia, jin, dan hewan dalam suasana megah

    Keajaiban Nabi Sulaiman yang Jarang Diketahui, Bikin Takjub

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang tertarik dengan kisah Nabi Sulaiman karena keajaiban kerajaannya yang luar biasa. Kisah ini juga dikenal sebagai cerita Nabi Sulaiman dengan mukjizat besar, termasuk kemampuan mengendalikan jin dan berbicara dengan hewan. Selain itu, kekuasaan yang dimiliki Nabi Sulaiman bukan sekadar kekuatan, tetapi juga amanah yang sarat hikmah. Keistimewaan Nabi Sulaiman yang […]

  • bansos salah sasaran

    Data Bansos Lemah, DPRD Purworejo Tekan Validasi Penerima

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Video warga mengambil bansos dengan kendaraan mewah memicu desakan DPRD Purworejo untuk evaluasi data penerima. albadarpost.com, LENSA – Video warga mengambil bantuan sosial menggunakan motor gede dan mobil pribadi di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Purworejo, memicu pertanyaan publik tentang akurasi data penerima bantuan. Insiden ini kembali menyoroti bansos salah sasaran yang berdampak langsung pada keluarga […]

expand_less