Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYASantunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Sejak pagi, suasana di lingkungan masjid terasa berbeda. Warga Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kota Tasikmalaya, datang dengan semangat kebersamaan. Mereka tidak hanya membawa donasi, tetapi juga harapan agar keberkahan Ramadhan bisa dirasakan bersama.

Selain itu, kegiatan ini mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Pengurus masjid, tokoh lingkungan, hingga para relawan duduk bersama memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Karena itu, santunan yang diberikan bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian kolektif.

Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Sosial

Selama ini, masjid kerap dipahami sebatas tempat shalat dan kajian. Namun, Santunan Masjid Rahmatullah BRP menunjukkan fungsi yang lebih luas. Masjid hadir sebagai pusat pemberdayaan sosial yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Baca juga: Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

Pertama, pengurus masjid menggalang partisipasi warga melalui iuran sukarela. Kemudian, panitia menyusun data penerima manfaat secara terbuka dan terukur. Setelah itu, bantuan disalurkan kepada 1.326 penerima yang terdiri dari kaum dhuafa, fakir miskin, dan fisabilillah.

Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi sosial. Bahkan, kegiatan ini memperkuat ikatan emosional antarwarga. Mereka merasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga harmoni lingkungan.

Lebih jauh lagi, momentum menjelang Ramadhan menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan inti ajaran Islam. Oleh sebab itu, kegiatan sosial seperti ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya empati.

Ramadhan, Momentum Menguatkan Solidaritas

Menjelang bulan suci, semangat berbagi terasa semakin kuat. Santunan Masjid Rahmatullah BRP hadir sebagai bagian dari rangkaian Cahaya Ramadhan 1447 H. Tidak hanya santunan, acara juga diisi tausiyah yang mengingatkan pentingnya kepedulian sosial.

Baca juga: Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan ketenangan batin. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur, sementara para donatur merasakan kebahagiaan karena bisa berkontribusi langsung. Dengan kata lain, semua pihak memperoleh keberkahan.

Karena itu, kegiatan ini layak menjadi contoh bagi lingkungan lain. Masjid mampu menggerakkan potensi umat jika dikelola dengan visi yang jelas. Apalagi, ketika kepedulian sosial dijadikan agenda rutin, dampaknya akan terasa lebih luas.

Di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan, solidaritas menjadi kunci. Santunan yang digelar di Masjid Rahmatullah BRP membuktikan bahwa kekuatan komunitas mampu menghadirkan solusi nyata. Bahkan, langkah kecil yang dilakukan bersama bisa memberi perubahan besar.


Pada akhirnya, Santunan Masjid Rahmatullah BRP menegaskan kembali identitas masjid sebagai pusat kehidupan umat. Ia bukan hanya tempat bersujud, melainkan juga ruang berbagi dan menguatkan sesama. Ramadhan pun hadir bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum untuk memperluas kepedulian.

Jika semangat ini terus dijaga, maka masjid akan tetap menjadi jantung masyarakat. Dan dari sana, cahaya kebersamaan akan terus menyala, tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang waktu. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan khusyuk di waktu pagi untuk memohon keberkahan hidup dan rezeki halal menurut ajaran Islam

    Doa Hidup Berkah yang Jarang Disadari, Tapi Dampaknya Nyata

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, tetapi hidup tetap terasa sempit. Di sisi lain, ada yang penghasilannya biasa saja, namun hidupnya tenang dan penuh kecukupan. Di titik inilah banyak orang mulai mencari doa hidup berkah, doa agar hidup berkah, serta amalan pembuka keberkahan yang benar-benar berdampak dalam kehidupan nyata. Sebab dalam […]

  • Masakan ibu di dapur rumah dengan hidangan sederhana yang hangat dan penuh makna keluarga.

    Alasan Masakan Rumahan Paling Istimewa

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan ibu selalu memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Masakan rumahan yang sederhana sering terasa lebih nikmat dibanding makanan restoran mahal. Bahkan, rasa makanan buatan ibu mampu menghadirkan kenangan masa kecil, menghadirkan rasa nyaman, dan menguatkan ikatan keluarga. Karena itu, banyak orang menyadari bahwa kelezatan masakan ibu tidak hanya berasal dari […]

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

  • Wakil Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat koordinasi perlindungan LP2B dan lahan sawah produktif di Jakarta.

    87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat pembahasan terkait LP2B Tasikmalaya atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah. Isu perlindungan lahan sawah produktif menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan pembangunan infrastruktur. Pembahasan mengenai lahan baku sawah Tasikmalaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi […]

  • Rekrutmen tenaga pendukung Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional untuk memperkuat pengawasan internal pemerintah

    Inspektorat Utama BGN Buka Rekrutmen Tenaga Pendukung Pengawasan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional (BGN) membuka rekrutmen tenaga pendukung untuk memperkuat fungsi pengawasan internal. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan tugas pengawasan berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran, seiring meningkatnya peran strategis BGN dalam program nasional. Rekrutmen ini menyasar warga negara Indonesia yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi administrasi. Tenaga […]

  • Kota Islam Ilmu Pengetahuan

    Dulu Menguasai Ilmu Dunia, Mengapa Kota Islam Kini Tinggal Sejarah?

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kota Islam ilmu pengetahuan bukan sekadar istilah sejarah. Kota-kota Islam, pusat ilmu Islam, dan peradaban Islam klasik pernah berdiri sebagai jantung kecerdasan dunia. Pada satu masa, ketika sebagian wilayah lain masih terjebak dalam kegelapan intelektual, kota-kota ini justru memancarkan cahaya ilmu yang menarik manusia dari berbagai penjuru bumi. Dan ini bukan mitos. […]

expand_less