Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati.

Syekh Athaillah As-Sakandari, seorang sufi besar, mengingatkan umat dalam Kitab Al-Hikam. Beliau berkata bahwa sebagian tanda matinya hati ialah ketika seseorang tidak lagi merasa sedih karena tertinggal dari perbuatan baik dan kewajiban. Lebih dari itu, ia juga tidak merasa menyesal saat melanggar larangan Allah.

Peringatan ini tidak datang dalam bentuk ancaman keras. Ia hadir sebagai bisikan lembut, namun menusuk ke dalam relung jiwa.

Baca juga: Bismillah dalam Aktivitas Harian

Ketika Kebaikan Tak Lagi Membuat Gelisah

Dahulu, hati mudah bergetar hanya karena satu rakaat yang tertinggal. Satu sedekah yang tak sempat dilakukan mampu membuat dada terasa sempit. Kini, banyak yang melewati hari tanpa amal, tanpa rasa kehilangan.

Bukan karena hidup terlalu sibuk, melainkan karena hati kehilangan kepekaannya. Kebaikan tidak lagi dirindukan. Kewajiban terasa seperti beban, bukan panggilan cinta. Padahal, kerinduan kepada amal adalah tanda bahwa hati masih hidup dan terhubung dengan Tuhannya.

Syekh Athaillah tidak sedang menghakimi. Ia sedang mengajak kita bercermin. Apakah kita masih merasa sedih ketika melewatkan kebaikan? Atau kita justru merasa biasa saja?

Dosa yang Tak Lagi Menghadirkan Penyesalan

Lebih berbahaya dari meninggalkan kebaikan adalah melakukan dosa tanpa rasa bersalah. Dosa yang diiringi penyesalan masih membuka pintu taubat. Namun dosa yang terasa biasa menandakan hati yang mengeras.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikannya dan merasa sedih menyesal atas perbuatan dosanya, maka ia adalah seorang mukmin yang sejati.” Hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabarani ini menegaskan bahwa iman hidup melalui rasa.

Mukmin sejati bukanlah mereka yang tak pernah salah. Mukmin sejati adalah mereka yang hatinya terluka saat jatuh dalam dosa dan merasa bahagia ketika mampu berbuat baik.

Antara Mati dan Hidupnya Sebuah Hati

Hati tidak mati secara tiba-tiba. Ia mati perlahan. Diawali dengan menunda kebaikan, lalu terbiasa. Dilanjutkan dengan melakukan dosa kecil, lalu merasa wajar. Hingga akhirnya, rasa takut dan penyesalan menghilang tanpa disadari.

Baca juga: Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

Namun kabar baiknya, hati juga bisa hidup kembali. Selama masih ada rasa gelisah ketika membaca peringatan ini, selama dada masih terasa sesak saat mengingat dosa, di situlah harapan tetap menyala.

Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali.

Menghidupkan Kembali Hati yang Lelah

Menghidupkan hati tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Ia dimulai dari langkah kecil yang jujur. Mengakui kelalaian. Menangisi dosa dalam doa yang sunyi. Memaksa diri kembali pada kebaikan meski terasa berat.

Hati yang hidup akan kembali peka. Ia akan menangis karena dosa dan bersyukur atas kesempatan beramal. Ia akan merasa takut jauh dari Allah, namun tenang ketika mendekat kepada-Nya.

Dalam dunia yang bising dan penuh distraksi, menjaga hidupnya hati menjadi perjuangan paling sunyi. Namun justru di sanalah iman menemukan maknanya.

Karena pada akhirnya, yang Allah nilai bukan seberapa banyak amal kita, melainkan apakah hati kita masih hidup ketika melangkah kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

  • Ilustrasi penggeledahan polisi dalam kasus TPPU emas ilegal bernilai puluhan triliun rupiah di Jawa Timur.

    Terkuak Sindikat Emas Ilegal, Rp 25,8 T Menjalar di Jatim

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – TPPU emas ilegal dengan nilai fantastis terungkap di Jawa Timur. Kepolisian membongkar sindikat pencucian uang emas ilegal senilai Rp 25,8 triliun setelah menggeledah sejumlah lokasi strategis. Kasus ini menunjukkan skala besar kejahatan ekonomi yang melibatkan peredaran emas tanpa izin dan aliran dana mencurigakan lintas wilayah. Pengungkapan pencucian uang emas ilegal tersebut […]

  • Kesaktian Pancasila

    Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF. Pagi ini, bangsa Indonesia kembali mengenang Kesaktian Pancasila lewat upacara kenegaraan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tengah keragaman tantangan zaman, momentum 1 Oktober 2025 menjadi cermin agar nilai-nilai dasar bangsa tak luntur, tapi kokoh sebagai fondasi persatuan. Sejarah dan Latar Peringatan Peringatan Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober lahir dari kisah […]

  • Gedung revitalisasi PLUT Tasikmalaya terkait dugaan korupsi anggaran UMKM Rp3,4 miliar.

    Rp3,4 Miliar Disorot! Dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya Menggema

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERUTA DAERAH – Anggaran Rp3,4 miliar untuk pemberdayaan UMKM seharusnya menjadi energi baru bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Tasikmalaya. Namun kini, dana tersebut justru berada dalam pusaran dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya. Sorotan publik menguat karena proyek revitalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) diduga menyisakan tanda tanya dari proses tender hingga tahap pelaksanaan. Data […]

  • Pedagang UMKM kuliner menjual makanan populer dengan antrean pembeli di warung sederhana

    Rahasia UMKM Kuliner yang Selalu Ramai Pembeli

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira keberhasilan usaha makanan hanya bergantung pada modal besar. Padahal kenyataannya berbeda. Banyak UMKM kuliner laris yang justru berkembang dari usaha kecil di pinggir jalan. Bahkan beberapa usaha kuliner rumahan mampu menarik pembeli setiap hari tanpa promosi besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner kecil yang laris sering muncul dari […]

  • jembatan melaka indonesia

    Melaka Siapkan Jembatan ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pemerintah Melaka merencanakan jembatan ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, merencanakan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan wilayahnya dengan Indonesia. Proyek lintas negara ini diarahkan untuk membuka jalur konektivitas baru antara Melaka dan Dumai, Sumatera, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan Selat Malaka yang selama ini […]

expand_less