Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual.

Hadits “Ightanim khomsan qobla khomsin” menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa hidup tidak netral. Setiap fase membawa tanggung jawab. Ketika kesempatan habis, penyesalan datang tanpa ruang koreksi.

Hadits yang Ditinggalkan dalam Praktik

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara.”

Para ulama menilai hadits ini sebagai prinsip dasar manajemen hidup seorang Muslim. Namun, dalam praktik keseharian, pesan ini sering kalah oleh budaya menunda, konsumtif, dan abai terhadap nilai amal.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Imam Ibnul Qayyim menyebut waktu sebagai “modal utama manusia.” Ketika modal ini habis tanpa hasil, manusia berada dalam kerugian nyata. Sayangnya, banyak umat baru menyadari nilai waktu setelah kesempatan itu hilang.

Masa Muda Disia-siakan

Kesempatan pertama adalah masa muda sebelum masa tua. Fakta sosial menunjukkan masa muda kini sering dihabiskan tanpa arah. Energi besar tidak selalu diiringi kesadaran amal dan kontribusi.

Padahal, Imam Ali bin Abi Thalib pernah menegaskan bahwa kesempatan berlalu lebih cepat daripada awan. Ketika usia bertambah, tubuh melemah, dan semangat menurun, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sempit.

Mengabaikan masa muda bukan sekadar kerugian personal. Ia menciptakan generasi yang rapuh secara spiritual dan miskin keteladanan.

Sehat tapi Lalai

Kesempatan kedua adalah sehat sebelum sakit. Banyak orang memperlakukan kesehatan sebagai kondisi permanen. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesehatan termasuk nikmat yang sering dilupakan.

Ketika sakit datang, banyak rencana ibadah dan amal sosial terhenti. Ulama menilai kelalaian ini sebagai bentuk ketidaksyukuran yang nyata. Sehat tanpa amal bukan prestasi, melainkan potensi yang terbuang.

Kecukupan yang Tidak Membela Sesama

Kesempatan ketiga adalah mampu sebelum kekurangan. Dalam pandangan Islam, harta bukan simbol status, melainkan alat kebermanfaatan.

Namun, realitas menunjukkan kecukupan sering berhenti pada konsumsi pribadi. Sedekah dan kepedulian sosial kerap menjadi prioritas terakhir. Ketika masa sulit datang, penyesalan muncul bersama kesadaran yang terlambat.

Al-Qur’an menegaskan bahwa harta tidak akan berguna kecuali yang dibelanjakan di jalan kebaikan.

Waktu Luang yang Terbuang

Kesempatan keempat adalah waktu luang sebelum kesibukan. Ulama sepakat bahwa waktu luang adalah ladang amal. Namun, di era digital, waktu luang justru habis dalam aktivitas tanpa nilai ibadah dan produktivitas.

Kesibukan sering dijadikan alasan. Padahal, banyak kesibukan lahir dari kelalaian mengatur waktu sebelumnya. Ketika waktu habis, penyesalan menjadi satu-satunya respon.

Hidup yang Dianggap Panjang

Kesempatan kelima adalah hidup sebelum mati. Ini pesan paling tegas. Setiap detik hidup adalah peluang terakhir yang terus berjalan.

Baca juga: Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ayat ini tidak memberi ruang netral. Hidup tanpa amal berarti rugi.

Dari Kelalaian Pribadi ke Dampak Sosial

Ulama menilai pengabaian lima kesempatan hidup telah melahirkan krisis disiplin, rendahnya kepedulian sosial, dan melemahnya integritas moral umat. Masalah ini bukan isu personal semata, tetapi persoalan kolektif.

Ketika umat lalai, dampaknya terlihat pada lemahnya solidaritas, minimnya teladan, dan berulangnya penyesalan yang tidak produktif.

Hadits lima kesempatan hidup bukan hiasan mimbar. Ia adalah peringatan keras tentang batas waktu manusia. Selama kesempatan masih ada, tanggung jawab belum gugur. Ketika waktu habis, tidak ada negosiasi. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambaran seorang muslim merenung dengan tenang di alam terbuka melambangkan ridha dalam tauhid dan keikhlasan menerima takdir Allah

    Hidup Tak Sesuai Rencana? Ini Rahasia Ridha dalam Tauhid

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana? Harapan sudah disusun rapi, tetapi kenyataan justru berbalik arah. Di titik inilah ridha dalam tauhid menjadi kunci. Konsep ini bukan sekadar menerima takdir, melainkan sikap hati yang yakin bahwa setiap ketentuan Allah selalu membawa kebaikan. Dalam Islam, ridha juga sering dipahami sebagai ikhlas menerima takdir […]

  • telur ayam bebek

    Perbandingan Telur Ayam dan Telur Bebek bagi Kesehatan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Perbedaannya terletak pada kandungan nutrisi dan kebutuhan tubuh. albadarpost.com, LIFESTYLE – Telur hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Murah, mudah diolah, dan kaya gizi, bahan pangan ini menjadi andalan dari sarapan hingga makan malam. Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang terus berulang: antara telur […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • hak melapor korupsi

    Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Mekanisme pelaporan korupsi dijamin undang-undang. Namun, sejauh mana negara memberi rasa aman bagi warga yang melapor? Perspektif Albadarpost mengulasnya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di banyak obrolan warung kopi, korupsi sering dibicarakan sebagai sesuatu yang “semua orang tahu” tetapi jarang disentuh. Bukan karena warga tak peduli, melainkan karena ada jarak antara pengetahuan dan keberanian. Di titik inilah […]

  • Presiden Prabowo menyampaikan respons diplomatik Indonesia terkait Putusan Mahkamah Agung AS tentang kebijakan tarif global Amerika Serikat.

    Putusan Mahkamah Agung AS, Indonesia Siap Hadapi Dampak

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Putusan Mahkamah Agung AS terkait penolakan tarif global yang dikaitkan dengan Donald Trump memicu respons diplomatik Indonesia. Menyikapi Putusan Mahkamah Agung AS tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi segala kemungkinan. Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat itu dinilai sebagai dinamika hukum domestik yang tetap berpotensi memengaruhi lanskap perdagangan internasional. […]

  • penyalahgunaan gas subsidi

    Polres Tasikmalaya Bongkar Penyalahgunaan Gas Subsidi

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya bongkar penyalahgunaan gas subsidi 3 kg ke 12 kg yang merugikan negara dan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Praktik penyalahgunaan gas subsidi kembali terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Kepolisian Resor Tasikmalaya membongkar aktivitas ilegal pemindahan gas LPG 3 kilogram bersubsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi di Kecamatan Cigalontang. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, […]

expand_less