Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi karena pasir gurun tak memenuhi standar beton proyek raksasa.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Saudi Arabia dan negara-negara Teluk kembali menegaskan satu paradoks besar dalam pembangunan modern. Meski dikelilingi gurun pasir yang luas, kerajaan dan negara tetangganya justru bergantung pada impor pasir konstruksi berkualitas tinggi untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa. Ketergantungan ini menjadi penentu keberlanjutan proyek ambisius seperti NEOM, Qiddiya, hingga pembangunan pencakar langit di kawasan Teluk.

Fakta ini penting karena menunjukkan bahwa kelimpahan sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan kebutuhan industri. Dalam konteks pembangunan modern, kualitas material menjadi faktor penentu, bukan sekadar ketersediaan volume.

Sejumlah negara Teluk, termasuk Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA), tercatat mengimpor pasir dari Australia, China, hingga Belgia. Padahal, kawasan tersebut identik dengan hamparan gurun pasir. Namun, karakter pasir gurun ternyata tidak memenuhi standar teknis konstruksi beton modern.

Mengapa Pasir Gurun Tak Bisa Dipakai

Dilansir dari Times of India, tidak semua pasir memiliki kualitas yang sama. Pasir gurun terbentuk melalui proses erosi angin selama ribuan tahun. Proses ini membuat butiran pasir menjadi sangat halus dan membulat.

Dalam konstruksi beton, kondisi tersebut justru menjadi kelemahan. Beton tersusun dari semen, air, dan agregat. Agregat—yang mencakup kerikil dan pasir—menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen volume beton dan hingga 85 persen berat totalnya. Pasir yang digunakan harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar dapat saling mengunci secara optimal.

Baca juga: AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

Pasir gurun yang licin dan membulat tidak mampu mengikat dengan baik saat dicampur dengan semen dan air. Akibatnya, kekuatan tekan beton menjadi rendah dan tidak stabil untuk bangunan berskala besar.

Jurnalis investigasi Vince Beiser dalam bukunya The World in a Grain menggambarkan penggunaan pasir gurun untuk beton seperti membangun dari tumpukan kelereng, bukan susunan bata kecil. Analogi ini menjelaskan mengapa pasir gurun hampir tidak pernah digunakan dalam konstruksi gedung tinggi.

Pasir yang memenuhi standar konstruksi umumnya berasal dari dasar sungai, danau, atau laut. Lingkungan berair menghasilkan butiran pasir yang lebih kasar dan bersudut, sehingga mampu menciptakan struktur beton yang kuat dan tahan lama.

Impor Pasir dan Lonjakan Permintaan Global

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), dunia mengonsumsi sekitar 50 miliar ton pasir setiap tahun. Angka ini menjadikan pasir sebagai material padat yang paling banyak diekstraksi secara global. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar layak digunakan untuk konstruksi berkualitas tinggi.

Australia muncul sebagai salah satu eksportir utama pasir silika dan pasir konstruksi. Pada 2023, Australia mengekspor pasir senilai sekitar US$ 273 juta dan menjadi eksportir pasir terbesar kedua di dunia. Saudi Arabia termasuk salah satu negara pengimpornya.

Pada tahun yang sama, Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi alami dari Australia dengan nilai sekitar US$ 140.000. Meski nilai ini terlihat kecil, data tersebut menegaskan ketergantungan Saudi terhadap pasokan pasir berkualitas dari luar negeri demi memenuhi standar teknis proyek-proyek strategis.

Diskursus mengenai impor pasir kembali mencuat pada 2024 seiring berlanjutnya proyek-proyek ambisius Saudi Arabia seperti NEOM, The Red Sea Project, dan Qiddiya. Proyek-proyek ini membutuhkan beton dalam jumlah masif dengan kualitas tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir gurun lokal.

Pelajaran dari Burj Khalifa dan Proyek Teluk

Paradoks impor pasir tidak hanya dialami Saudi Arabia. UEA dan Qatar menghadapi tantangan serupa. Pembangunan Burj Khalifa di Dubai menjadi contoh paling konkret.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Gedung setinggi 828 meter tersebut membutuhkan sekitar 39.000 ton baja, 103.000 meter persegi kaca, dan sekitar 330 juta liter beton. Pasir gurun sama sekali tidak digunakan dalam proyek ini karena tidak memenuhi persyaratan struktural. Pasir untuk Burj Khalifa diimpor dari Australia.

Selain konstruksi gedung, pasir di UEA juga digunakan untuk produksi kaca, pembangunan pulau buatan seperti Palm Jumeirah, dan penimbunan pantai untuk pariwisata. Pembangunan Palm Jumeirah saja menghabiskan sekitar 186,5 juta meter kubik pasir laut, yang secara signifikan menguras cadangan lokal.

Laporan kebijakan UNEP pada 2024 mencatat bahwa urbanisasi cepat dan ambisi pembangunan di Timur Tengah menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan pasir konstruksi global. Dalam konteks ini, impor pasir Saudi bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural.

Tanpa pasokan pasir berkualitas tinggi, proyek kota pintar, infrastruktur modern, dan fasilitas pariwisata di kawasan Teluk berisiko mengalami hambatan serius, baik dari sisi teknis maupun keberlanjutan jangka panjang.

Impor pasir Saudi menegaskan bahwa kualitas material menjadi kunci pembangunan modern, meski sumber daya alam tampak melimpah. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Knalpot Brong Pameungpeuk

    Polisi Sikat Knalpot Brong, Warga Pameungpeuk Bernapas Lega

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara knalpot yang memekakkan telinga bukan lagi sekadar gangguan sesaat bagi sebagian warga. Bagi banyak masyarakat, kebisingan dari kendaraan dengan knalpot brong kerap mengusik waktu istirahat, mengganggu kenyamanan lingkungan, bahkan memicu keluhan di kawasan permukiman. Menjawab keresahan tersebut, jajaran Polsek Pameungpeuk menggelar operasi Knalpot Brong Pameungpeuk dan berhasil mengamankan 13 knalpot […]

  • Pajak Daerah

    Ke Mana Pajak Anda Mengalir? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pernahkah Anda bertanya, ke mana uang pajak yang setiap tahun dibayarkan sebenarnya mengalir? Banyak orang mengira seluruh penerimaan pajak langsung masuk ke kas pemerintah pusat. Padahal, sejak berlakunya UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) dan implementasi penuh mulai 5 Januari 2025, mekanisme […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • Pengawasan MBG Ciamis

    FGPCR Minta Pengawasan MBG Ciamis Diperketat

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan MBG Ciamis menjadi perhatian Forum Gerakan Peduli Ciamis Raya (FGPCR). Organisasi tersebut menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong pengawasan yang lebih kuat agar pelaksanaan program strategis nasional itu berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. FGPCR menilai besarnya anggaran yang dialokasikan dalam Program Makan Bergizi Gratis menuntut […]

  • Beasiswa LPDP 2026

    Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa LPDP 2026 resmi membuka Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026. Melalui program ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan studi jenjang magister dan doktor di dalam maupun luar negeri. Pada seleksi kali ini, LPDP menghadirkan sejumlah penyempurnaan kebijakan agar proses pendaftaran menjadi […]

  • remaja tenggelam Pangandaran

    Pencarian Remaja Tenggelam di Pangandaran Berakhir Haru, Ini Kronologinya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 718
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa remaja tenggelam Pangandaran kembali menyita perhatian publik. Insiden tragis ini melibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun yang hilang di perairan Pantai Timur Pangandaran. Kasus remaja tenggelam di Pangandaran ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang keselamatan di kawasan wisata laut. Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun […]

expand_less