Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional

Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya raih penghargaan literasi digital 2025, dorong ekosistem informasi publik sehat.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan nasional di bidang literasi digital. Pengakuan ini menegaskan peran komunikasi publik pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digital.

Penghargaan tersebut diraih Roni Imroni melalui ajang Sorot News Golden Award 2025, kategori Tokoh Literasi Digital, Komunikasi Publik, dan Pemberdayaan Informasi Masyarakat. Penganugerahan berlangsung di Aula Pascasarjana Universitas Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-15 Sorot News.

Bagi publik, penghargaan ini relevan bukan semata karena nama penerimanya, tetapi karena literasi digital telah menjadi kebutuhan dasar warga—terutama dalam menghadapi disinformasi, hoaks, dan rendahnya kepercayaan publik terhadap institusi.

Pengakuan atas Kerja Kolektif

Roni Imroni menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak berdiri atas kerja individual. Ia menyebutnya sebagai hasil kolaborasi lintas unsur, mulai dari kepala daerah, jajaran Dishubkominfo, pegiat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), insan pers, hingga partisipasi warga.

Dalam pernyataannya, Roni menempatkan literasi digital sebagai kerja ekosistem. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa berdiri sendiri dalam mengelola arus informasi publik. KIM disebut sebagai simpul penting yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pendekatan ini menempatkan komunikasi publik bukan sebagai alat penyampaian pesan sepihak, melainkan ruang dialog antara negara dan warga.

Literasi Digital sebagai Infrastruktur Sosial

Di banyak daerah, literasi digital masih dipahami sebatas kemampuan menggunakan gawai. Padahal, substansinya jauh lebih luas: kemampuan memilah informasi, memahami konteks kebijakan, dan bersikap kritis terhadap narasi yang beredar di ruang digital.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

Kabupaten Tasikmalaya, melalui penguatan peran IKP dan KIM, mencoba mendorong literasi digital sebagai bagian dari infrastruktur sosial. Tujuannya jelas: memperkecil jarak informasi antara pemerintah dan warga, serta menekan dampak disinformasi yang kerap memicu konflik sosial.

Penghargaan ini, dalam konteks tersebut, mencerminkan pengakuan atas praktik komunikasi publik yang berupaya menjaga etika, akurasi, dan tanggung jawab informasi.

Dampak pada Pelayanan Publik

Komunikasi publik yang sehat berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan. Informasi kebijakan yang utuh dan mudah dipahami membantu warga mengakses layanan, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat kepercayaan pada institusi.

Roni menyebut penghargaan ini sebagai pengingat tanggung jawab moral. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang transparan dan berkeadaban. Pemerintah, dalam kerangka ini, dituntut hadir tidak hanya saat menyampaikan program, tetapi juga saat mendengar kritik dan kebutuhan masyarakat.

Penghargaan dan Tantangan Ke Depan

Sorot News Golden Award 2025 dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh berprestasi dari berbagai bidang. Namun tantangan literasi digital ke depan tidak mengecil. Platform digital terus berkembang, pola konsumsi informasi berubah, dan risiko manipulasi informasi semakin kompleks.

Penghargaan ini menjadi penanda awal, bukan garis akhir. Literasi digital menuntut konsistensi kebijakan, penguatan komunitas, dan keberanian membuka ruang partisipasi publik secara luas.

Pengakuan nasional terhadap Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya menunjukkan bahwa literasi digital adalah kerja sunyi yang berdampak nyata. Ia tidak selalu viral, tetapi menentukan kualitas demokrasi lokal dan ketahanan informasi masyarakat.

Penghargaan literasi digital 2025 menegaskan pentingnya komunikasi publik yang transparan untuk memperkuat kepercayaan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nasi liwet solo dimasak dengan magic com gurih dan pulen

    Rahasia Nasi Liwet Rice Cooker ala Solo, Praktis tapi Nagih

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi liwet magic com kini jadi solusi favorit bagi pecinta kuliner rumahan. Cara masak nasi liwet Solo di magic com menawarkan kepraktisan tanpa mengorbankan rasa tradisional. Bahkan, nasi liwet khas Solo yang terkenal gurih, wangi santan, dan kaya rempah bisa Anda buat sendiri di rumah dengan alat sederhana. Selain hemat waktu, metode […]

  • pelayanan publik desa

    Fenomena Kades Mundur, Pemerintahan Desa Kuningan Hadapi Ujian

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena pengunduran diri sejumlah kepala desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memunculkan tantangan serius bagi keberlangsungan pemerintahan desa. Hingga awal 2026, tercatat puluhan desa tidak memiliki kepala desa definitif setelah para pejabatnya memilih mundur sebelum masa jabatan berakhir. Kondisi ini langsung berdampak pada stabilitas administrasi dan pelayanan publik desa. Dinas Pemberdayaan […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

  • Polemik paspor pemain Timnas Indonesia

    Drama Paspor Pemain Timnas Meledak di Liga Belanda, Karier Pemain Terancam

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik paspor pemain Timnas Indonesia kini menjadi sorotan besar di Eropa. Kasus yang dikenal sebagai polemik paspor Timnas Indonesia atau “paspoortgate” memicu keputusan mengejutkan setelah sejumlah klub Belanda menghentikan sementara aktivitas pemain diaspora Indonesia. Kontroversi status kewarganegaraan ini langsung berdampak pada karier pemain serta memunculkan pertanyaan baru tentang efek naturalisasi di […]

  • Ilustrasi ruang kelas modern yang menggambarkan sistem pendidikan Finlandia dan seleksi ketat calon guru

    Kenapa Jadi Guru di Finlandia Sangat Sulit? Ini Rahasianya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bayangkan seorang siswa yang bercita-cita menjadi guru. Ia mendaftar ke universitas terbaik di negaranya dengan harapan bisa masuk jurusan pendidikan. Namun setelah proses seleksi selesai, hasilnya mengejutkan. Dari 100 pelamar, hanya sekitar 10 orang yang diterima. Kisah seperti ini bukan cerita fiksi. Inilah realitas dalam pendidikan Finlandia, salah satu sistem pendidikan terbaik […]

  • Ilustrasi perempuan berhijab cream menangis di lanskap kota, simbol kesabaran dan harapan di balik kesulitan hidup.

    Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra. Di kota yang […]

expand_less