Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
  • visibility 256
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi.


Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang tetap konsisten menjaga produktivitas pertanian, khususnya padi, yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Dari data Dinas Pertanian setempat, luas lahan pertanian yang semula mencapai 85.000 hektare kini menyusut menjadi sekitar 70.000 hektare. Penyusutan ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur besar, termasuk proyek strategis nasional. Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) Subang tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis ditempuh untuk mempertahankan produktivitas padi agar ketahanan pangan Subang tetap terjaga.

Menurut Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan memiliki peran vital dalam menopang ketahanan pangan nasional. “Komoditas utama lumbung pangan di Subang adalah padi. Area tanah yang masih cukup luas serta sistem irigasi yang memadai menjadikan Subang sebagai lumbung padi ketiga secara nasional,” ujar Agus kepada Beritasatu.com, Sabtu (11/11/2025).


Optimalisasi Lahan dan Teknologi Jadi Kunci Ketahanan Pangan Subang

Meski tidak ada pembukaan lahan baru akibat keterbatasan ruang dan meningkatnya kebutuhan industri, Pemkab Subang berfokus pada intensifikasi pertanian. Langkah ini dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian modern dan peningkatan efisiensi pengairan, termasuk memaksimalkan fungsi Waduk Sadawarna yang kini mengairi sekitar 1.700 hektare sawah produktif.

“Alhamdulillah, produktivitas pertanian kita sudah mencapai target 1,2 juta ton. Dari sisi harga, Bulog juga membantu menjaga stabilitas harga gabah agar pendapatan petani meningkat,” jelas Agus.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun menghadapi tantangan alih fungsi lahan, ketahanan pangan Subang tetap tangguh dan mampu mendukung program nasional. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani agar menerapkan pola tanam berkelanjutan serta menggunakan pupuk organik guna menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Tak hanya fokus pada padi, Pemkab Subang juga berupaya memperluas diversifikasi pertanian dengan mengembangkan komoditas hortikultura seperti nanas, manggis, dan sayuran dataran rendah. Komoditas ini dinilai memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi membuka pasar ekspor baru.

Agus menegaskan, langkah ini bukan hanya untuk memperkuat sektor pertanian, tetapi juga untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi daerah yang kini mulai ditopang oleh sektor industri dan pariwisata. “Kami berusaha menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dan keberlanjutan sektor pertanian. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.


Dukungan Pemerintah Pusat dan Sinergi Lintas Sektor

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional, Pemkab Subang juga mendapat dukungan pemerintah pusat dalam memperbaiki infrastruktur pertanian. Salah satu fokus utamanya adalah rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

Selain itu, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga riset, dan BUMN pertanian untuk memperkenalkan teknologi tanam modern seperti drip irrigation dan precision farming. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan mempercepat transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian digital.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan akses permodalan dan pelatihan bagi petani muda agar generasi baru mau terjun ke sektor pertanian. Program ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan Subang tetap terjaga di masa depan.


Transformasi Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dengan berbagai program yang dijalankan, Subang kini tidak hanya menjadi lumbung padi nasional, tetapi juga contoh nyata daerah yang mampu menyeimbangkan industrialisasi dengan keberlanjutan pangan. Pemerintah daerah juga memperkuat regulasi tata ruang agar setiap alih fungsi lahan tetap mempertimbangkan aspek ekologi dan produktivitas pangan.

Agus Masykur menambahkan, pembangunan industri di Subang memang tak bisa dihindari, terutama dengan adanya Pelabuhan Patimban dan kawasan industri baru. Namun, menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tetap punya harapan di sektor pertanian. Maka dari itu, pemerintah akan terus hadir, memperkuat infrastruktur dan membuka peluang usaha baru di bidang agribisnis,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Subang juga tengah menyiapkan food estate mini berbasis komunitas tani di beberapa kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjaga rantai pasok pangan lokal serta meningkatkan daya saing petani di pasar nasional.


Penutup: Ketahanan Pangan Subang Jadi Pilar Ekonomi Daerah

Ketahanan pangan Subang menjadi bukti bahwa konsistensi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor mampu menjaga kemandirian pangan di tengah tekanan pembangunan industri. Dengan memadukan teknologi modern dan semangat petani lokal, Subang tidak hanya menjaga swasembada beras, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Subang sukses menjaga ketahanan pangan di tengah gempuran industri lewat intensifikasi pertanian dan dukungan infrastruktur modern. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Kerja Pangandaran

    Disnaker Pangandaran Buka Pelatihan Forklift hingga Teknisi AC

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelatihan Kerja Pangandaran 2026 kembali dibuka. Program pelatihan berbasis kompetensi yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan kerja melalui pelatihan gratis yang sesuai kebutuhan industri. Informasi pembukaan pendaftaran mulai beredar di berbagai grup WhatsApp warga sejak pekan ini. Di layar […]

  • Guru Indonesia sedang mengajar di kelas dengan laptop dan buku pelajaran menggambarkan tantangan guru di era digital

    Bukan Gaji: Ini Masalah Guru Indonesia yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masalah guru Indonesia sering dikaitkan dengan gaji rendah. Namun kenyataannya, realita profesi guru di Indonesia jauh lebih kompleks. Banyak guru mengaku bahwa persoalan utama bukan sekadar pendapatan, melainkan tekanan pekerjaan, administrasi berlebihan, hingga tantangan guru di era digital yang terus berubah. Kondisi ini juga sangat terasa dalam kehidupan guru honorer di Indonesia, […]

  • Suasana Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Banyumas yang memperlihatkan kebersamaan warga lintas agama.

    Buka Puasa Bersama di Cap Go Meh Satukan Warga Banyumas

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi momentum istimewa di Banyumas tahun ini. Perayaan Cap Go Meh Banyumas yang bertepatan dengan Ramadhan menghadirkan suasana berbeda karena warga lintas agama duduk bersama dalam tradisi budaya sekaligus berbagi hidangan berbuka. Kolaborasi budaya dan ibadah tersebut memperlihatkan wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat. […]

  • Hadis Kasih Sayang

    Hadis Kasih Sayang: Dunia Haus Orang Berhati Lembut

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak sulit menemukan orang yang pandai berdebat. Namun, menemukan orang yang mampu menenangkan hati orang lain justru terasa semakin langka. Di tengah derasnya komentar tajam, perselisihan di media sosial, hingga renggangnya hubungan antarsesama, hadis kasih sayang kembali menjadi pengingat yang menyejukkan. Hadis tentang kasih sayang, kasih kepada sesama, dan akhlak mulia yang […]

  • Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

  • Guru pesantren mengajar di kelas diniyah dengan harapan baru setelah kebijakan tunjangan guru 2026 dari Kemenag

    Akhirnya Setara? Tunjangan Guru 2026 Menyentuh Diniyah dan Muadalah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tunjangan Guru 2026 akhirnya membuka pintu bagi guru pesantren, termasuk pendidikan diniyah dan muadalah. Kebijakan ini langsung menyatukan isu tunjangan profesi guru, TPG Kemenag, dan pengakuan negara dalam satu momentum yang sulit diabaikan. Selama ini mereka mengajar dalam senyap. Sekarang negara mulai melihat. Namun satu pertanyaan muncul: apakah ini benar-benar titik keadilan, […]

expand_less