Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah.

Aktivitas budidaya lobster dinilai penting karena tidak hanya menambah nilai ekonomi hasil laut, tetapi juga memberi kepastian pendapatan bagi nelayan. Di tengah fluktuasi hasil tangkapan laut, sistem budidaya menjadi alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan.


Produksi Meningkat, Pasar Ekspor Terbuka

Salah satu sentra budidaya lobster berkembang di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Daerah ini dikenal sebagai penghasil lobster dari pesisir selatan Jawa Barat. Seiring pengembangan fasilitas budidaya yang lebih modern, daya saing lobster Pangandaran di pasar nasional dan internasional ikut meningkat.

Kelompok Cahaya Lobster Indonesia menjadi salah satu pegiat yang fokus membudidayakan lobster dari perairan Pangandaran. Kelompok ini dinilai berhasil menjaga kesinambungan produksi dan pasokan lobster, terutama untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Viktorinus, salah satu pegiat budidaya lobster, menyebut sistem budidaya memberi dampak langsung terhadap stabilitas harga di tingkat lokal. “Angka konsumsi dan pemasok juga stabil, tidak fluktuatif,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Menurut dia, ekspor lobster dari Pangandaran relatif stabil, khususnya ke pasar Asia Timur. Kondisi ini membuka peluang baru bagi nelayan penangkap lobster untuk terlibat dalam rantai pasok yang lebih terjamin.


Tantangan Teknis dan Pengelolaan Lingkungan

Meski menjanjikan, budidaya lobster bukan tanpa tantangan. Viktorinus menjelaskan bahwa pengelolaan kualitas air menjadi faktor kunci keberhasilan. Kadar garam, pH, dan oksigen harus dijaga secara ketat agar lobster dapat tumbuh optimal.

“Lobster hanya berkembang dalam kondisi air tertentu. Jika ada yang sakit, langsung kami karantina,” katanya. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hasil panen.

Pengelolaan berbasis standar teknis ini menunjukkan pergeseran praktik perikanan tradisional menuju sistem yang lebih terukur. Model tersebut memungkinkan produksi lobster dilakukan secara konsisten tanpa bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan alam.


Benih Melimpah, Dorong Produksi Nasional

Ketersediaan benih lobster di perairan Pangandaran menjadi faktor pendukung utama. Aep Saefullah, pembudidaya lokal, menilai kondisi ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri lobster nasional.

“Ketersediaan benih sangat melimpah. Jangan terus mengalir ke Vietnam. Dengan budidaya modern, kita bisa merebut kembali pasar dunia,” ujarnya.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pemasok benih lobster bagi negara lain. Dengan pengembangan budidaya di dalam negeri, nilai tambah komoditas dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal dan pelaku usaha nasional.

Baca juga: Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya


Dampak Langsung bagi Nelayan

Nelayan lokal mulai merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya fasilitas budidaya. Dayat, nelayan lobster di Pangandaran, menyebut unit budidaya sebagai titik balik bagi penghidupan warga pesisir.

“Unit budidaya seperti ini sangat membantu ekonomi kami. Semoga bertambah banyak,” katanya.

Kepastian pasar dan harga yang lebih stabil membuat nelayan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan harian. Skema ini dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.


Posisi Pangandaran di Industri Lobster Nasional

Secara komoditas, Pangandaran mulai memposisikan diri sebagai salah satu pusat suplai lobster baru di Jawa Barat. Produksi yang meningkat, pasokan yang stabil, serta peluang ekspor yang terbuka membuat daerah ini berpotensi berperan dalam pembentukan harga dan suplai lobster nasional.

Jika tren ini berlanjut, Pangandaran dinilai mampu berkontribusi dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar lobster global sekaligus menekan dominasi negara pesaing di kawasan Asia.

Pengembangan budidaya lobster di Pangandaran menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan berbasis teknologi dapat menjadi penopang ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Budidaya lobster Pangandaran tumbuh pesat, memperkuat ekonomi nelayan dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah terkait risiko pidana PBJ dan pelanggaran korupsi.

    Risiko Hukum Pengadaan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pidana PBJ menjadi perhatian serius dalam tata kelola pengadaan pemerintah. Istilah pidana PBJ merujuk pada penegakan hukum terhadap pelanggaran pengadaan barang dan jasa yang berpotensi merugikan keuangan negara. Regulasi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta diperkuat melalui Peraturan […]

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • pemerintahan digital

    Era Baru Birokrasi Dimulai: Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Layanan Publik

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintahan digital mulai dipacu lebih serius di Kabupaten Tasikmalaya. Transformasi digital, sistem layanan berbasis elektronik, serta adaptasi teknologi kini tidak lagi diposisikan sebagai rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dijalankan. Nada itu terasa jelas dalam sosialisasi pemerintahan digital yang digelar Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) pada Rabu, 22 […]

  • Gedung revitalisasi PLUT Tasikmalaya terkait dugaan korupsi anggaran UMKM Rp3,4 miliar.

    Rp3,4 Miliar Disorot! Dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya Menggema

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERUTA DAERAH – Anggaran Rp3,4 miliar untuk pemberdayaan UMKM seharusnya menjadi energi baru bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Tasikmalaya. Namun kini, dana tersebut justru berada dalam pusaran dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya. Sorotan publik menguat karena proyek revitalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) diduga menyisakan tanda tanya dari proses tender hingga tahap pelaksanaan. Data […]

  • HIPPATAS tawarkan solusi kepada Pemkot Tasikmalaya terkait penataan Pasar Cikurubuk

    HIPPATAS Tawarkan Solusi, Desak Percepatan Penataan Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langkah HIPPATAS tawarkan solusi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya menandai fase baru dalam advokasi pedagang pasar. Organisasi pedagang ini memilih jalur administratif sebagai sarana menyampaikan aspirasi terkait lambannya penataan Pasar Cikurubuk. Keputusan tersebut tidak hanya menyasar percepatan kebijakan, tetapi juga menunjukkan kedewasaan gerakan ekonomi mikro di tingkat daerah. Tokoh masyarakat Jawa Barat, […]

expand_less