Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Redaksi Albadarpost menilai kekosongan data AMEL Kominfo Tasikmalaya melemahkan transparansi dan pengawasan uang publik.


Etalase Transparansi yang Sengaja Dikaburkan

albadarpost.com, EDITORIAL – Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal atau AMEL dirancang sebagai etalase transparansi pengadaan barang dan jasa negara. Di dalamnya, publik seharusnya dapat melihat siapa membeli apa, dari siapa, dengan nilai berapa. Namun pada belanja internet Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, etalase itu justru tampak ditutup separuh.

Selama empat tahun berturut-turut, kolom Nama Penyedia dan NPWP Penyedia pada belanja internet di data AMEL dibiarkan kosong. Ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ini menyentuh inti hak publik untuk mengetahui ke mana uang negara mengalir.


Fakta Dasar: Kekosongan yang Berulang

Penelusuran terhadap data AMEL menunjukkan pola yang konsisten. Dari tahun anggaran 2022 hingga 2025, belanja internet Kominfo Kota Tasikmalaya selalu muncul tanpa identitas penyedia. Tidak ada nama perusahaan. Tidak ada NPWP. Tidak ada jejak yang bisa ditelusuri publik.

Yang membuatnya kian janggal, pada saat yang sama, belanja jaringan intranet di dinas yang sama justru tercatat lengkap. Nama penyedia muncul jelas. NPWP tercantum. Bahkan satu perusahaan, PT Trans Indonesia Superkoridor, muncul berulang dalam beberapa tahun.

Fakta ini penting: sistem AMEL bekerja. Kolom identitas penyedia bisa diisi dan memang diisi—asal untuk belanja tertentu. Artinya, kekosongan pada belanja internet bukan keterbatasan sistem, melainkan pilihan pengisian data.


Analisis Redaksi: Transparansi yang Dipilih Setengah

Dalam tata kelola modern, identitas penyedia bukan pelengkap. Ia fondasi akuntabilitas. Tanpa nama penyedia di data AMEL, publik tidak bisa menilai rekam jejak perusahaan. Tanpa NPWP, publik tidak bisa menelusuri afiliasi, kepemilikan, atau potensi konflik kepentingan.

Data kosong di AMEL Kominfo Kota Tasikmalaya

Kekosongan ini juga tidak bisa dimaafkan sebagai kelalaian sesaat. Empat tahun berturut-turut adalah pola. Dan pola dalam kebijakan publik hampir selalu mencerminkan desain, bukan kecelakaan.

Pertanyaan kuncinya sederhana: mengapa identitas penyedia internet perlu disembunyikan? Apakah penyedianya selalu sama? Apakah ada relasi tertentu yang jika dibuka akan memicu pertanyaan lanjutan? Ataukah ini sekadar praktik lama yang dibiarkan karena tidak pernah dipersoalkan?

Baca juga: Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

Redaksi tidak menuduh. Tetapi redaksi menegaskan: dalam pengelolaan uang publik, pertanyaan yang tidak dijawab jauh lebih berbahaya daripada tuduhan yang salah.


Konteks Historis dan Perbandingan

AMEL dikembangkan LKPP justru untuk mencegah praktik gelap pengadaan yang dulu marak terjadi di balik dokumen internal. Di banyak daerah, aplikasi ini dipakai sebagai alat kontrol sosial. Media, LSM, hingga warga bisa ikut mengawasi.

Di daerah lain di Jawa Barat, identitas penyedia belanja internet lazim ditampilkan terbuka. Tidak ada alasan teknis untuk menyembunyikannya. Justru belanja bernilai besar selalu menjadi prioritas keterbukaan.

Dalam konteks ini, praktik Kominfo Kota Tasikmalaya terlihat menyimpang. Bukan karena melanggar aturan secara eksplisit, melainkan karena mengosongkan semangat transparansi yang menjadi roh AMEL itu sendiri.


Sikap Redaksi: Hak Publik Tidak Boleh Dikebiri

Albadarpost berpihak pada prinsip dasar: uang publik harus bisa ditelusuri publik. Jika belanja internet nilainya miliaran rupiah setiap tahun, maka keterbukaannya harus berlipat, bukan dipangkas.

Kami mendorong Inspektorat Daerah, LKPP, dan aparat pengawas untuk tidak berhenti pada kepatuhan formal, tetapi menilai kualitas transparansi. Mengisi aplikasi secara setengah-setengah adalah bentuk pengabaian terhadap akuntabilitas.

Jika memang tidak ada yang perlu disembunyikan, maka membuka data AMEL seharusnya tidak menjadi masalah.


Reflektif

Dalam tata kelola anggaran publik, bahaya terbesar bukan teriakan yang gaduh, melainkan kesunyian yang dipelihara. Kekosongan data yang dibiarkan berulang bukan sekadar kelalaian. Ia adalah keputusan.

Dan setiap keputusan dalam keuangan negara, pada akhirnya, akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penembakan Sydney

    Polisi Australia Tindak Penembakan Sydney Saat Perayaan Hanukkah

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Penembakan Sydney saat perayaan Hanukkah memicu korban jiwa dan sorotan serius pada keamanan publik Australia. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aparat keamanan Australia menembak mati dua pelaku dalam insiden penembakan massal yang terjadi saat perayaan Hanukkah di Sydney, Minggu (14/12/2025). Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan langsung memicu perhatian luas karena menyasar kegiatan keagamaan, ruang yang […]

  • Ledakan Dadaha Tasikmalaya

    Dentuman Keras di Dadaha, Polisi Dalami Sumber Ledakan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha Tasikmalaya menggegerkan warga pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dentuman keras terdengar dari kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Polisi kini masih menyelidiki penyebab ledakan Dadaha sekaligus mendalami sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian. Beruntung, saat peristiwa berlangsung kawasan tersebut sudah tidak seramai biasanya. […]

  • Ilustrasi gedung Baznas RI sebagai simbol penetapan dan penyesuaian zakat fitrah berdasarkan harga beras di daerah Indonesia

    Harga Beras Naik, Zakat Fitrah Menyesuaikan? Ini Penjelasan Baznas RI

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) kembali menegaskan bahwa zakat fitrah tidak harus diseragamkan secara kaku di seluruh wilayah Indonesia. Meski secara nasional Baznas RI menetapkan nilai zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa pada Ramadhan 1447 Hijriah, pelaksanaannya tetap memperhatikan kondisi harga beras di masing-masing daerah. Pendekatan ini dinilai lebih […]

  • suap jabatan Ponorogo

    OTT KPK Ponorogo Kembali Jerat Pejabat Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    OTT KPK Ponorogo kembali dilakukan, lembaga antikorupsi memastikan proses penetapan status hukum dalam 1×24 jam. albadarpost.com, LENSA – Gelombang penindakan korupsi kembali menggema setelah OTT KPK Ponorogo dilakukan pada Jumat, 7 November 2025. Operasi yang berlangsung di Jawa Timur ini menandai langkah terbaru lembaga antirasuah dalam membongkar dugaan praktik koruptif di tingkat daerah. OTT KPK […]

  • ilustrasi investasi bitcoin menurut hukum islam

    Bolehkah Investasi Bitcoin dalam Islam? Simak Penjelasan Fikihnya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum crypto dalam Islam semakin sering muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital. Banyak orang bertanya apakah investasi Bitcoin menurut Islam diperbolehkan atau justru termasuk transaksi yang dilarang. Selain itu, sebagian ulama juga membahas hukum cryptocurrency dalam fikih kontemporer karena aset digital ini belum dikenal pada masa klasik. […]

  • Sayur asem tradisional Indonesia dengan kuah bening segar berisi jagung, kacang panjang, dan labu siam di meja makan keluarga.

    Rahasia Sayur Asem Enak Ala Nenek, Ternyata Begini Caranya

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada satu aroma yang hampir semua orang Indonesia kenal: wangi sayur asem yang mengepul dari dapur saat siang hari. Aroma itu sederhana, tetapi mampu membawa ingatan pulang ke masa kecil—ke meja makan keluarga, suara obrolan hangat, dan rasa tenang yang sulit dijelaskan. Kini, banyak orang kembali mencari resep sayur asem, cara membuat […]

expand_less