Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ekonomi Kreatif Jabar 2026–2030: Potensi Lokal Jadi Kunci

Ekonomi Kreatif Jabar 2026–2030: Potensi Lokal Jadi Kunci

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 32 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ekonomi Kreatif Jabar memasuki fase baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyusun Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif 2026–2030. Kali ini, potensi lokal kabupaten dan kota menjadi salah satu pijakan utama.

Rapat konsolidasi untuk membahas penyusunan dokumen tersebut digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bersama Disparbud kabupaten/kota, komite, forum, dan komunitas ekonomi kreatif se-Jawa Barat secara hybrid di Kantor Disparbud Jabar, Rabu, 9 September 2026.

Dikutip dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, penyusunan roadmap diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pendekatan berbasis data, potensi daerah, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Sekilas, agenda itu terdengar seperti pekerjaan administratif.

Namun, di balik dokumen lima tahunan tersebut ada pertanyaan yang jauh lebih penting: apakah potensi kreatif di berbagai daerah Jawa Barat nantinya benar-benar berubah menjadi kekuatan ekonomi?

Bukan Sekadar Membuat Roadmap Baru

Penyusunan roadmap ekonomi kreatif Jabar tidak berdiri sendiri.

Arah tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Tahun 2026–2045. Regulasi ini menjadi kerangka nasional bagi pengembangan ekonomi kreatif dan memuat visi, misi, sasaran, strategi, arah kebijakan, serta peran para pemangku kepentingan.

Karena itu, roadmap Jawa Barat seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.

Ia harus menjadi instrumen yang membantu pemerintah menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, berapa sumber daya yang dibutuhkan, dan bagaimana hasilnya diukur.

Di titik inilah kualitas sebuah roadmap sebenarnya diuji.

Dokumen yang tebal tidak otomatis berarti kebijakan yang kuat.

Potensi Lokal Jangan Berhenti Jadi Slogan

Jawa Barat memiliki karakter daerah yang sangat beragam. Setiap kabupaten dan kota mempunyai basis usaha, komunitas, sumber daya, produk, serta karakter pasar yang berbeda.

Karena itu, pendekatan seragam berpotensi membuat kebijakan kehilangan konteks lokal.

Gagasan menjadikan potensi lokal sebagai kunci justru menarik karena membuka ruang bagi daerah untuk membangun keunggulan berdasarkan karakter masing-masing.

Tetapi ada pekerjaan rumah setelahnya.

Potensi apa yang sebenarnya paling siap dikembangkan?

Pertanyaan itu tidak cukup dijawab dengan daftar subsektor ekonomi kreatif. Pemerintah juga perlu melihat rantai ekonominya: siapa pelakunya, siapa pasarnya, bagaimana akses pembiayaannya, bagaimana perlindungan kekayaan intelektualnya, serta berapa nilai ekonomi yang dihasilkan.

Dengan demikian, potensi lokal tidak berhenti sebagai slogan dalam dokumen pembangunan.

Data Harus Menjadi Kompas

Pendekatan berbasis data menjadi salah satu poin penting dalam penyusunan roadmap ekonomi kreatif Jabar.

Ini patut diapresiasi. Namun, konsekuensinya juga jelas.

Kalau kebijakan mengaku berbasis data, maka data harus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.

Berapa jumlah pelaku ekonomi kreatif?

Subsektor apa yang paling berkembang?

Berapa kontribusinya terhadap ekonomi daerah?

Berapa banyak tenaga kerja yang terserap?

Produk mana yang memiliki peluang menembus pasar nasional dan internasional?

Berapa banyak pelaku yang sudah memiliki perlindungan kekayaan intelektual?

Pertanyaan tersebut penting karena keberhasilan ekonomi kreatif tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan, pelatihan, festival, atau forum yang digelar.

Ukuran akhirnya harus lebih konkret: karya mendapatkan pasar, pelaku memperoleh pendapatan, lapangan kerja bertambah, dan nilai ekonomi tumbuh.

Contoh Nyata Ada, Tinggal Diperbanyak

Jawa Barat sebenarnya sudah memiliki contoh bagaimana ekonomi kreatif dapat dikaitkan dengan pengembangan pariwisata.

Salah satunya adalah Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong di Kota Bandung. Pengembangan kawasan tersebut menunjukkan bahwa produk kreatif lokal dapat dikembangkan bukan hanya sebagai barang yang dijual, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Model seperti ini menarik untuk diperhatikan dalam konteks roadmap 2026–2030.

Sebab pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah Jawa Barat memiliki potensi.

Pertanyaannya: apakah model pengembangan yang berhasil dapat diperbanyak di daerah lain dengan menyesuaikan karakter lokal masing-masing?

Di sinilah roadmap memiliki pekerjaan yang lebih berat daripada sekadar menyusun daftar program.

Ia harus mampu menghubungkan kreativitas, pasar, pariwisata, teknologi, investasi, pembiayaan, dan sumber daya manusia dalam satu ekosistem.

Komunitas Jangan Hanya Diundang Saat Konsolidasi

Pelibatan komite, forum, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif dalam proses penyusunan tentu penting.

Namun, partisipasi yang bermakna tidak berhenti pada kehadiran dalam rapat.

Masukan komunitas idealnya dapat terlihat dalam indikator, program, target, maupun mekanisme evaluasi.

Sebab pelaku ekonomi kreatif adalah pihak yang berhadapan langsung dengan persoalan sehari-hari: akses pasar, modal, promosi, teknologi, bahan baku, legalitas, sertifikasi, hingga perlindungan karya.

Jika suara mereka hanya menjadi catatan rapat, maka manfaat konsultasi publik akan menjadi terbatas.

Sebaliknya, jika masukan tersebut masuk ke dalam desain kebijakan, roadmap akan memiliki pijakan yang jauh lebih kuat.

Tantangan Terbesar Dimulai Setelah Dokumen Selesai

Bagi AlbadarPost, bagian paling menarik dari roadmap ekonomi kreatif Jabar justru bukan ketika dokumennya selesai.

Tantangan sesungguhnya dimulai setelah itu.

Apakah program benar-benar masuk ke daerah?

Apakah pelaku usaha kecil memperoleh akses yang lebih baik?

Apakah produk kreatif dari luar pusat ekonomi Jawa Barat mendapatkan ruang pasar?

Apakah anak muda melihat ekonomi kreatif sebagai pilihan pekerjaan yang menjanjikan?

Dan yang tidak kalah penting, apakah pemerintah memiliki indikator yang memungkinkan masyarakat mengukur hasilnya dari tahun ke tahun?

Lima tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk melihat apakah sebuah kebijakan menghasilkan perubahan atau sekadar berganti dokumen.

Karena itu, roadmap 2026–2030 seharusnya sejak awal memiliki target yang dapat diperiksa publik.

Bukan hanya berapa banyak kegiatan yang terlaksana, tetapi berapa besar dampak ekonomi yang benar-benar dirasakan pelaku.

Kreativitas Daerah Harus Menghasilkan Nilai

Penyusunan Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Jawa Barat 2026–2030 merupakan momentum penting.

Pendekatan berbasis potensi lokal juga merupakan arah yang masuk akal untuk provinsi dengan karakter daerah yang sangat beragam.

Tetapi roadmap akan kehilangan makna jika berhenti sebagai peta yang indah di atas kertas.

Pelaku ekonomi kreatif tidak hidup dari dokumen. Mereka hidup dari karya, pasar, perlindungan, modal, jaringan, dan kesempatan.

Maka lima tahun ke depan harus membuktikan satu hal: ekonomi kreatif Jabar bukan sekadar kumpulan potensi, melainkan ekosistem yang mampu mengubah kreativitas daerah menjadi pendapatan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Sebab potensi tanpa eksekusi hanyalah daftar. Dan roadmap tanpa hasil hanyalah dokumen. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • donasi Sumatera

    Penggalangan Donasi Sumatera di Bengkulu Capai Rp4,3 Miliar

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Pemprov Bengkulu menggalang donasi Sumatera dan melelang atribut Rhoma Irama untuk bantuan bencana. albadarpost.com, PELITA – Upaya penggalangan donasi Sumatera oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat setelah rangkaian bencana melanda tiga wilayah di pulau itu. Pemerintah daerah menggelar tabligh akbar yang menghadirkan musisi senior Rhoma Irama, yang ikut menyumbang dengan melelang jas dan perlengkapan pribadinya. […]

  • Puding sederhana lembut dengan tekstur halus dan tampilan menarik di atas piring saji

    Wajib Coba! Resep Puding Sultan dengan Bahan Sederhana

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari resep puding sederhana yang mudah dibuat namun tetap lezat. Rahasia resep puding ini, yang juga sering disebut cara membuat puding lembut atau puding praktis rumahan, ternyata terletak pada teknik kecil yang sering diabaikan. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa menghasilkan puding yang lembut, tidak berair, dan memiliki rasa yang […]

  • Ilustrasi wanita memakai skincare dan lip balm saat puasa dengan ekspresi ragu di depan cermin.

    Jangan Salah! Sunscreen dan Lip Balm saat Puasa Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Skincare saat puasa sering menimbulkan kebingungan. Banyak yang mengira perawatan wajah saat puasa dapat membatalkan ibadah. Bahkan, isu tentang sunscreen saat puasa dan lip balm saat puasa kerap memicu perdebatan di media sosial. Lalu, mana yang benar menurut fikih? Agar tidak terjebak informasi keliru, mari kita kupas mitos dan fakta secara […]

  • gempa NTT

    Gempa NTT Hari ke-20, TNI Kirim 1.080 Ton Bantuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Penanganan gempa NTT memasuki hari ke-20 pada Kamis, 3 September 2026. Di tengah proses penanganan dan pemulihan, TNI kembali mengirim bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU). Pada pengiriman terbaru, sebanyak 18,191 ton bantuan dikirim melalui jalur udara. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah dikirim TNI selama […]

  • Banner penjualan sapi kurban dan domba aqiqah milik Ari di Sukahurip, Sukaratu, Tasikmalaya.

    Domba Kurban Tasikmalaya, Penjual Tawarkan Daging Siap Santap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian domba kurban Tasikmalaya mulai meningkat di berbagai wilayah menjelang Idul Adha 2026. Tidak sedikit warga yang kini mencari hewan kurban dengan harga terjangkau, kondisi sehat, sekaligus layanan yang praktis. Di tengah kebutuhan itu, penjualan Sapi Qurban dan Domba Aqiqah milik Ari di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya […]

  • Presiden Prabowo menyampaikan respons diplomatik Indonesia terkait Putusan Mahkamah Agung AS tentang kebijakan tarif global Amerika Serikat.

    Putusan Mahkamah Agung AS, Indonesia Siap Hadapi Dampak

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Putusan Mahkamah Agung AS terkait penolakan tarif global yang dikaitkan dengan Donald Trump memicu respons diplomatik Indonesia. Menyikapi Putusan Mahkamah Agung AS tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi segala kemungkinan. Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat itu dinilai sebagai dinamika hukum domestik yang tetap berpotensi memengaruhi lanskap perdagangan internasional. […]

expand_less