Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dentuman Bandung Diduga dari Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

Dentuman Bandung Diduga dari Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dentuman Bandung yang terdengar berulang pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari ternyata muncul bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Suara dentuman dan getaran dilaporkan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, bahkan membuat kaca serta pintu rumah bergetar.

Fenomena tersebut kemudian dikaitkan dengan erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu hampir bersamaan. Namun, masyarakat tetap perlu membedakan antara fakta waktu kejadian dan kesimpulan mengenai sumber suara.

Mengutip CNN Indonesia, Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dengan demikian, dugaan yang sebelumnya beredar di media sosial kini memperoleh penjelasan dari otoritas geologi. Meski begitu, kata “diduga” tetap penting karena sumber fenomena harus dibaca berdasarkan data pemantauan dan kajian ilmiah.

Dentuman Bandung Terdengar hingga Sejumlah Daerah

Laporan mengenai suara dentuman Bandung mulai ramai pada Jumat malam.

Sejumlah warga mengaku mendengar suara keras secara berulang mulai sekitar pukul 23.30 WIB hingga lewat tengah malam. Keluhan serupa kemudian muncul dari beberapa wilayah lain, termasuk Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, dan Cianjur.

Sebagian warga bahkan mengaku terbangun karena suara tersebut.

Yang membuat fenomena ini semakin mencolok adalah adanya laporan mengenai kaca rumah bergetar. Karena terjadi pada malam hari dan berulang, suara tersebut dengan cepat menjadi pembicaraan di media sosial.

Berbagai dugaan pun bermunculan.

Ada warga yang sempat menduga suara berasal dari aktivitas militer. Sebagian lainnya menghubungkannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, pada tahap awal, seluruh dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan.

Kondisi berubah setelah Badan Geologi memberikan penjelasan mengenai kemungkinan hubungan dentuman dengan aktivitas Anak Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Terjadi pada Waktu yang Sama

Petunjuk penting lainnya datang dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut laporan CNN Indonesia, gunung api di perairan Selat Sunda itu mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari. Erupsi tersebut juga disertai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Laporan aktivitas gunung tersebut menjadi konteks penting ketika masyarakat di Jawa Barat melaporkan dentuman Anak Krakatau atau suara gemuruh yang mereka dengar dari kejauhan.

Badan Geologi kemudian menyatakan bahwa dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

Artinya, hubungan antara kedua peristiwa tersebut bukan lagi semata-mata dugaan warganet. Ada penilaian dari otoritas geologi yang menjadi dasar pemberitaan.

Namun, penggunaan istilah “diduga” tetap harus dipertahankan dalam pemberitaan agar informasi tidak berubah menjadi kepastian yang belum dinyatakan secara ilmiah.

Mengapa Suara Bisa Terdengar Jauh?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda dapat berkaitan dengan suara yang terdengar hingga Jawa Barat.

Ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman sebelumnya menjelaskan kemungkinan pengaruh kondisi atmosfer terhadap rambatan suara. Salah satu fenomena yang dibahas adalah acoustic shadow zone atau zona bayangan suara.

Secara sederhana, suara tidak selalu bergerak dalam jalur lurus yang sama.

Kondisi temperatur, arah angin, serta karakter atmosfer pada lapisan tertentu dapat memengaruhi perjalanan gelombang suara. Akibatnya, suara dari sumber yang sangat jauh dalam kondisi tertentu dapat terdengar pada wilayah yang tidak biasa.

Penjelasan tersebut menjadi konteks penting untuk memahami suara gemuruh Bandung tanpa buru-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan jarak geografis.

Namun, acoustic shadow zone bukan berarti otomatis membuktikan setiap dentuman yang terdengar warga berasal dari Anak Krakatau. Fenomena tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai penjelasan ilmiah mengenai bagaimana gelombang suara dapat merambat melalui atmosfer.

Bukan Saatnya Menebak-nebak dari Media Sosial

Fenomena dentuman misterius Bandung memperlihatkan betapa cepat sebuah kejadian lokal berubah menjadi informasi nasional.

Begitu suara terdengar, warga merekam, menulis pengalaman, lalu membagikannya. Dalam hitungan menit, muncul berbagai dugaan mengenai sumber dentuman.

Di sinilah tantangan media muncul.

Berita yang mengejar kecepatan tetap harus menjaga batas antara laporan warga, fakta terverifikasi, dugaan dan kesimpulan ahli. Jika semuanya dicampur, pembaca dapat menerima sebuah hipotesis sebagai fakta.

AlbadarPost memilih posisi yang lebih hati-hati: dentuman memang dilaporkan warga di sejumlah wilayah, erupsi Anak Krakatau memang terjadi pada periode yang berdekatan, dan Badan Geologi menyebut keduanya diduga berkaitan. Sementara itu, penjelasan ahli ITB membantu memberikan konteks mengenai kemungkinan rambatan suara.

Bagi masyarakat, informasi resmi tetap menjadi rujukan utama. Terlebih, Badan Geologi telah menetapkan Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 dan meminta masyarakat tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Karena itu, masyarakat tidak perlu memperbesar kepanikan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Dentuman itu bukan lagi sekadar suara misterius. Ada dugaan kuat dari Badan Geologi bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Tetapi dalam jurnalistik, satu kata tetap menentukan: “diduga”. Sebab, ketika suara sudah membuat satu wilayah terbangun, tugas media bukan ikut menambah kegaduhan—melainkan membantu publik menemukan mana fakta dan mana dugaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perang Yaman

    Perang Yaman Memanas, Laut Merah Kembali Terancam

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perang Yaman kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi dengan kelompok Houthi. Ketegangan terbaru itu tidak hanya berpotensi memperburuk konflik Yaman, tetapi juga memengaruhi keamanan Laut Merah, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perkembangan tersebut layak […]

  • Mobil Wangsit Tasikmalaya melayani warga membeli sembako murah di halaman kantor kelurahan dengan antrean tertib.

    Jadwal Mobil Wangsit Tasikmalaya Mei 2026 Resmi, Ini Lokasi Pasar Murah TPID

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jadwal Mobil Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit) Tasikmalaya untuk Mei 2026 resmi dirilis. Program pasar murah keliling ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dijalankan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Jadwal Mobil Wangsit, lokasi pasar murah Tasikmalaya, serta titik distribusi sembako murah kini menjadi informasi penting yang […]

  • Ormas Kota Tasikmalaya

    592 Ormas Terdaftar di Kota Tasikmalaya, Cibeureum Terbanyak

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ormas Kota Tasikmalaya mencapai 592 organisasi pada 2025. Data jumlah organisasi kemasyarakatan tersebut menunjukkan Cibeureum memiliki jumlah terbanyak, yakni 150 Ormas, kemudian Kawalu 104 organisasi dan Tamansari 87 organisasi. Data tersebut berasal dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I, Menariknya, Cibeureum […]

  • kisah Nabi Ibrahim

    Kisah Nabi Ibrahim yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim dikenal sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah Islam. Namun tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana hikayat ini yang mengajarkan keikhlasan menghadirkan pelajaran iman yang begitu mendalam. Dalam perjalanan hidupnya, hikayat ini memperlihatkan bagaimana seorang nabi mampu menghadapi ujian berat dengan hati yang penuh ketundukan kepada Allah SWT. […]

  • Pilot PT AMA Air

    Koops TNI Evakuasi Pilot PT AMA Air di Yahukimo

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026). Menurut keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Koops TNI Habema segera mengevakuasi jenazah korban sekaligus mengamankan lokasi. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan penerbangan sipil […]

  • Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

    Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Pembunuhan lansia di Cirebon ungkap modus kejahatan lintas daerah, polisi buru satu pelaku lagi. albadarpost.com, LENSA – Polisi kembali membuka tabir kejahatan jalanan yang menarget warga rentan. Dua pria asal Lampung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan lansia setelah mayat seorang perempuan ditemukan di jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pola migrasi kriminal […]

expand_less