44 Tahun Manarul Huda II Manonjaya, Bupati Soroti Peran Pesantren
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin pada kegiatan Milad Ke-44 Pondok Pesantren Manarul Huda II, di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Sabtu (29/8/26).(Foto: Pemkab Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Memasuki usia 44 tahun, Pondok Pesantren Manarul Huda II di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, terus menjalankan peran dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda. Momentum Milad ke-44 itu turut dihadiri Bupati Tasikmalaya pada Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran Bupati menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad yang mempertemukan pimpinan, pengurus, alumni, santri, unsur pemerintahan, serta masyarakat. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.
Milad ke-44 Jadi Momentum Evaluasi Pesantren
Peringatan Milad ke-44 Manarul Huda II bukan hanya menandai bertambahnya usia lembaga pendidikan Islam tersebut. Momentum ini juga membuka ruang untuk memperkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Manarul Huda II dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, serta pembinaan generasi muda.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki ilmu, akhlak, sekaligus kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, usia 44 tahun dapat menjadi titik untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan lembaga sekaligus mempersiapkan langkah berikutnya.
Pesantren, dalam konteks tersebut, tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga tradisi keilmuan Islam. Lebih dari itu, lingkungan pendidikan pesantren juga memiliki ruang untuk membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
Bupati Dorong Manarul Huda II Makin Berdampak
Bupati Cecep berharap Milad ke-44 Pondok Pesantren Manarul Huda II dapat memperkuat semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Harapan tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan daerah terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
“Semoga Pondok Pesantren Manarul Huda II semakin maju, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki semangat membangun Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Bupati.
Pesan itu menjadi salah satu sorotan dalam peringatan milad. Sebab, keberhasilan pendidikan pesantren tidak berhenti ketika seorang santri menyelesaikan masa belajarnya.
Nilai pendidikan juga diharapkan terbawa ketika santri melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun kembali berperan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pesantren memiliki peluang besar untuk ikut memperkuat pembangunan manusia di Kabupaten Tasikmalaya melalui pendidikan berbasis ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial.
Empat Dekade Lebih Menjadi Modal Menghadapi Tantangan Baru
Usia 44 tahun memberikan pengalaman panjang bagi Manarul Huda II Manonjaya. Namun, perjalanan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang perlu dijawab melalui penguatan kualitas pendidikan.
Perubahan sosial dan perkembangan teknologi membuat generasi muda menghadapi lingkungan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, pendidikan yang membangun kemampuan sekaligus karakter menjadi semakin penting.
Dalam situasi tersebut, pesantren dapat memainkan peran strategis. Pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat berkontribusi.
Bagi Kabupaten Tasikmalaya, keberadaan pesantren juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan masyarakat. Karena itu, penguatan lembaga pesantren dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila berjalan bersama dukungan masyarakat dan pemerintah.
Milad ke-44 Manarul Huda II pun dapat menjadi momentum untuk memperkuat arah tersebut.
Keluarga Besar Pesantren dan Unsur Pemerintahan Hadir
Peringatan Milad ke-44 berlangsung di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya. Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pimpinan dan pengurus pesantren hingga alumni serta santri.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya, Camat Manonjaya, unsur Kapolsek Manonjaya, unsur Danramil Kecamatan Manonjaya, Kepala KUA Kecamatan Manonjaya, Karang Taruna Kecamatan Manonjaya, Kepala Desa Kamulyan, dan para tamu undangan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya ruang pertemuan antara lingkungan pesantren, pemerintah, dan masyarakat.
Bagi pesantren, hubungan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan peran sosial. Sementara bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan dapat menjadi salah satu mitra dalam membangun karakter generasi muda.
Dari Milad Menuju Kontribusi Nyata
Milad ke-44 seharusnya tidak berhenti sebagai penanda perjalanan waktu. Bagi Manarul Huda II, momentum tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi kepada masyarakat.
Pesan yang disampaikan Bupati Tasikmalaya juga menempatkan pesantren dalam konteks yang lebih luas. Pesantren bukan hanya tempat santri menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Karena itu, perjalanan 44 tahun memiliki arti penting ketika pengalaman masa lalu mampu menjadi bekal menghadapi kebutuhan generasi berikutnya.
Pada akhirnya, usia panjang sebuah pesantren bukan hanya tentang angka. Yang jauh lebih penting adalah jejak kebaikan yang ditinggalkan para santri ketika ilmu dan akhlak yang mereka pelajari kembali hadir di tengah masyarakat. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar