Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Qasidah dan Marawis Tasikmalaya Didorong Jadi Media Dakwah

Qasidah dan Marawis Tasikmalaya Didorong Jadi Media Dakwah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHQasidah Rebana Tasikmalaya mendapat ruang melalui Open Contest Qasidah Rebana dan Marawis 2026 yang digelar di halaman Masjid DKM Al-Hidayah, Desa Sukaluyu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut menggabungkan seni Islami, silaturahmi, dan syiar Islam dalam satu agenda masyarakat.

Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., membuka kegiatan tersebut. Penyelenggara mengusung tema “Melestarikan Seni Islami dalam Harmoni Kebersamaan dan Dakwah.”

Tema itu menjadi penanda bahwa qasidah, rebana, dan marawis tidak hanya ditempatkan sebagai bentuk pertunjukan. Dalam kegiatan tersebut, seni Islami juga diarahkan untuk mendukung pesan dakwah dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Qasidah dan Marawis Jadi Ruang Kebersamaan

Open Contest Qasidah Rebana dan Marawis 2026 menghadirkan seni Islami sebagai bagian dari kegiatan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

Qasidah, rebana, dan marawis memiliki karakter pertunjukan yang lekat dengan musik bernuansa religi. Karena itu, ketiganya dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan keagamaan melalui seni.

Selain itu, kegiatan semacam ini menyediakan ruang pertemuan bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap seni Islami. Silaturahmi pun menjadi salah satu nilai yang dibawa melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dalam konteks itulah seni Islami Tasikmalaya tidak semata-mata berbicara mengenai penampilan. Ada pula pesan tentang kebersamaan dan upaya menjaga keberadaan kesenian bernuansa Islam di tengah masyarakat.

Asep Sopari Dorong Seni Islami Terus Berkembang

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Open Contest Qasidah Rebana dan Marawis 2026.

Ia berharap qasidah, rebana, serta marawis terus berkembang sebagai media dakwah. Selain itu, seni tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Pernyataan tersebut menempatkan pelestarian seni Islami tidak hanya dalam konteks budaya. Ada pula fungsi sosial dan keagamaan yang ingin terus dipertahankan melalui keberadaan qasidah, rebana, dan marawis.

Dengan demikian, kegiatan di Mangunreja memiliki pesan yang lebih luas daripada kompetisi. Seni menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan masyarakat sekaligus membawa nilai-nilai keislaman.

Dari Sukaluyu, Seni Islami Mendapat Panggung

Halaman Masjid DKM Al-Hidayah di Desa Sukaluyu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pemilihan ruang tersebut juga selaras dengan karakter acara yang menggabungkan seni Islami dan dakwah. Musik religi hadir dalam lingkungan masyarakat yang dekat dengan aktivitas keagamaan.

Di sisi lain, keberadaan Qasidah Rebana Tasikmalaya dalam sebuah agenda terbuka memberikan ruang bagi kesenian tersebut untuk terus dikenal. Rebana dan marawis menjadi bagian dari pertunjukan, sementara qasidah membawa unsur syair dan pesan keagamaan.

Namun, keberlanjutan seni tidak cukup hanya melalui satu kegiatan. Pembinaan, ruang tampil, dan keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting agar kesenian dapat terus berkembang.

Karena itu, pesan yang disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya menjadi relevan. Qasidah, rebana, dan marawis diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus memiliki tempat sebagai media dakwah dan sarana kebersamaan.

Bukan Sekadar Lomba

Jika dilihat dari tema yang diusung, Open Contest Qasidah Rebana dan Marawis 2026 membawa tiga pesan utama: pelestarian seni Islami, kebersamaan, dan dakwah.

Ketiganya saling berkaitan.

Seni membutuhkan ruang agar tetap hidup. Masyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu. Sementara dakwah membutuhkan media yang dapat menyampaikan pesan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Qasidah, rebana, dan marawis dapat berada di antara ketiganya.

Karena itu, kegiatan di Desa Sukaluyu tidak harus dilihat semata-mata sebagai perlombaan. Ada pesan pelestarian yang ikut dibawa, terutama ketika seni Islami ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, keberadaan kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah memiliki banyak bentuk. Selain melalui ceramah dan pengajian, pesan keislaman juga dapat hadir melalui seni.

Dan ketika seni itu terus diberi ruang, tradisi memiliki kesempatan untuk tetap dikenal dan berkembang.

Di Mangunreja, rebana bukan hanya ditabuh untuk mengiringi lagu. Ia menjadi penanda bahwa seni Islami masih punya ruang, dakwah masih punya cara, dan kebersamaan masih punya panggung di Tasikmalaya. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peresmian Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo oleh Gus Ipul, Khofifah, dan Rais Aam PBNU dengan peninjauan fasilitas kesehatan modern

    Fakta Penting Gedung Gus Dur Ponorogo: Dari Sejarah Hingga Layanan Unggulan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gedung Gus Dur Ponorogo resmi beroperasi dan langsung mencuri perhatian publik. Peresmian gedung ini menjadi tonggak penting penguatan layanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak di Ponorogo. Selain itu, kehadiran fasilitas baru ini juga memperluas layanan fertilitas atau kesuburan yang semakin dibutuhkan masyarakat. Peresmian Gedung Gus Dur Ponorogo ini melibatkan sejumlah tokoh […]

  • Teknisi Dishub Kabupaten Tasikmalaya memasang lampu PJU LED Cobana 90 watt di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip.

    Setelah 7 Tahun Gelap, Dishub Tasikmalaya Terangi Halaman Pesantren Sukahurip

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana malam di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, kini berubah jauh lebih terang. Setelah sekitar tujuh tahun mengalami kondisi gelap akibat lampu Penerangan Jalan Umum atau PJU mati, area halaman masjid jami dan lapangan pesantren akhirnya kembali bercahaya usai pemasangan lampu PJU LED baru dari Dishub Kabupaten Tasikmalaya. Penerangan […]

  • Indonesia U-17 vs Qatar

    Malam Penentuan! Timnas U-17 Tantang Qatar di Jeddah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Qatar U-17 pada laga penting fase grup Piala Asia U-17 2026, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Duel Indonesia U-17 vs Qatar diprediksi berlangsung panas karena kedua tim sama-sama memburu poin penting demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Lampu stadion King Abdullah Sports City Training Stadium […]

  • Tailan

    Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik […]

  • air meluap Majingklak

    Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Air meluap Majingklak akibat luapan Citanduy menutup akses Pamotan dan merendam rumah warga. albadarpost.com, HUMANIORA – Air dari Sungai Citanduy kembali meluap dan merendam kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, sejak Sabtu malam (8/11/2025) hingga Minggu pagi (9/11/2025). Genangan yang mencapai setinggi mata kaki itu masuk ke sebagian rumah warga dan menutup jalan utama menuju […]

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

expand_less