Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober jadi momentum merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam persatuan.”

albadarpost.com, PERSPEKTIF. Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas nilai-nilai dasar yang mempersatukan keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan wilayah. Di tengah pluralisme yang kaya, peringatan tahun ini kembali menegaskan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan fondasi kekuatan Persatuan Indonesia.

Pancasila Sebagai Perekat Budaya Nusantara

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, yang memberi warna baru terhadap cara kita menautkan nilai luhur Pancasila dengan keanekaragaman budaya di Tanah Air.

Dalam sambutan resmi, Pemerintah menekankan bahwa Pancasila tidak hanya soal dasar negara, melainkan alat pemersatu bagi masyarakat yang majemuk. Tema tersebut menyiratkan harapan bahwa Pancasila mampu menyatukan ragam suku, adat istiadat, bahasa, serta seni budaya di Indonesia yang plural.

Dalam praktiknya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di berbagai daerah seringkali dirangkaikan dengan penampilan seni tradisional lokal seperti tari daerah, musik tradisi, batik khas, hingga kuliner nusantara. Hal ini memperlihatkan bahwa keragaman budaya justru menjadi medium hidupnya nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Implementasi Nilai Kebhinekaan dalam Peringatan

Pemerintah pusat dan daerah menyelenggarakan upacara resmi sebagai inti peringatan. Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan kepada pahlawan, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga penandatanganan ikrar bela bangsa.

Selain itu, banyak daerah memanfaatkan momen ini untuk mengadakan dialog budaya antar etnis, lomba karya seni lokal, pameran kerajinan tradisional, dan pelatihan seni budaya. Dengan cara demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi seremoni politik, tetapi pengalaman nyata yang memperkuat kesadaran kebhinekaan.

Beberapa sekolah menyelenggarakan lomba pakaian adat, bahasa daerah, dan pertunjukan seni warisan budaya. Guru dan siswa diminta untuk mengaitkan materi pelajaran Pancasila dengan cerita budaya lokal. Hal ini mendorong generasi muda menyadari bahwa nilai-nilai nasional bisa tumbuh dari akar budaya mereka sendiri.

Tantangan dan Harapan dalam Konteks Modern

Meskipun begitu, negara menghadapi tantangan serius: arus globalisasi dan ideologi asing bisa mengikis kesadaran lokal. Untuk itu, Pancasila sebagai landasan ideologi harus terus diperkuat agar budaya lokal tidak terpinggirkan oleh modernitas yang homogen.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memberi kesempatan untuk meneguhkan bahwa keragaman budaya tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan titik temu persatuan. Keberhasilan integrasi budaya dalam upacara dan kegiatan lokal menjadi tolok ukur seberapa dalam nilai Pancasila berhasil dijadikan “perekat bangsa.”

Pemerintah pun menginstruksikan bahwa segala bentuk upaya ekstremisme, radikalisme, atau separatisme harus dihadapi bersama dengan landasan kultur dan nilai Pancasila.

Melalui instrumen pendidikan — mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi — nilai Pancasila dan penghargaan terhadap budaya lokal harus diintegrasikan secara sistematis. Generasi muda, yang hidup di era digital, perlu melihat Pancasila tidak sebagai dokumen lama, tetapi sebagai cara hidup dalam adat istiadat dan teknologi modern.

Kesimpulan

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen penting untuk merayakan keanekaragaman budaya Indonesia. Pancasila bukan dilema antara keseragaman dan pluralisme, melainkan fondasi agar keberagaman itu tetap terpelihara dalam bingkai persatuan.

Demikian kesimpulan silaturahmi Redaksi albadarpost.com dengan Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si. – Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gaji debt collector

    Gaji Debt Collector Tarik Mobil

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Gaji debt collector tarik mobil dibayar per unit berdasarkan tingkat kesulitan, dengan risiko lapangan dan aspek hukum. albadarpost.com, FOKUS – Profesi debt collector kembali menjadi perhatian publik, bukan semata karena besaran fee penarikan mobil, tetapi karena apa yang tersirat di balik sistem kerja tersebut. Skema gaji debt collector tarik mobil yang berbasis hasil membuka pertanyaan […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Doa Husnul Khatimah: Harapan Terakhir Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memikirkan bagaimana hidupnya berjalan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar merenungkan bagaimana akhirnya akan ditutup. Di titik inilah doa husnul khatimah menjadi sangat penting, bukan sekadar bacaan, melainkan harapan paling dalam agar seseorang meninggal dalam keadaan baik, tenang, dan membawa iman. Dalam keseharian, istilah ini juga dikenal sebagai doa akhir yang […]

  • KPK geledah rumah Ono Surono

    Drama Baru Kasus Bekasi: KPK Datangi Rumah Ono Surono di Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus KPK geledah rumah Ono Surono menjadi sorotan publik setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kediaman politisi Jawa Barat tersebut. Penggeledahan rumah Ono Surono oleh KPK terkait dugaan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi langsung memicu perhatian karena kasus ijon proyek kini berkembang semakin luas. Langkah KPK ini menandai fase baru penyidikan […]

  • efisiensi belanja daerah

    Astaghfirullah! Rp1 miliar APBD Habis Untuk Satu Hari Makan Minum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat pengawasan terhadap efisiensi belanja daerah menyusul temuan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai tidak proporsional. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengeluaran hingga sekitar Rp1 miliar dalam satu hari untuk kebutuhan makan dan minum di sebuah daerah. Temuan ini memantik […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

expand_less