Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF. Pagi ini, bangsa Indonesia kembali mengenang Kesaktian Pancasila lewat upacara kenegaraan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tengah keragaman tantangan zaman, momentum 1 Oktober 2025 menjadi cermin agar nilai-nilai dasar bangsa tak luntur, tapi kokoh sebagai fondasi persatuan.

Sejarah dan Latar Peringatan

Peringatan Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober lahir dari kisah kelam 30 September 1965, ketika peristiwa G30S/PKI mengguncang dasar ideologi bangsa. Menurut catatan sejarah, delapan perwira tinggi dan satu anak tewas dalam upaya kudeta yang mencoba menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

Pada periode selanjutnya, sejak Orde Baru, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 yang menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pemerintah menetapkan bahwa peringatan ini dilaksanakan secara khidmat oleh seluruh rakyat, meski hari tersebut bukan hari libur nasional.

Dalam upacara kenegaraan, elemen-elemen resmi seperti pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, pembacaan ikrar, serta doa menjadi rangkaian inti. Menariknya, untuk tahun 2025 pemerintah menetapkan bahwa pengibaran bendera Merah Putih pada momen upacara utama tidak dilakukan, karena bendera sudah dikibarkan satu tiang penuh saat pagi hari.

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya menjadi pusat peringatan nasional. Tujuh patung perwira yang gugur menjadi simbol pengingat bahwa Pancasila pernah diujikan oleh agenda kekerasan dan ideologi alternatif.

Relevansi dan Tantangan Kini

Makna Refleksi Ideologi

Peringatan Kesaktian Pancasila tak hanya berkutat pada ritual simbolik; ia diharapkan mendorong refleksi bangsa terhadap tantangan kontemporer. Menurut BPIP, peringatan ini penting untuk meneguhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap ideologi negara agar tidak rapuh di hadapan pengaruh global atau ajakan ideologi ekstrem.

Di sejumlah pemerintah daerah, momentum ini turut dijadikan panggilan agar pelayanan publik, penegakan hukum, dan kebijakan lokal menyatu dengan nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan.

Tema dan Pelaksanaan 2025

Tahun 2025, Peringatan Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Pesan tematik ini menyiratkan harapan agar nilai-nilai dasar tetap menjadi perekat di tengah keberagaman budaya, agama, dan tantangan zaman.

Upacara inti akan digelar pukul 08.00 WIB di Lubang Buaya, Jakarta Timur, dengan Presiden bertindak sebagai inspektur upacara. Di daerah, instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga diharapkan menyelenggarakan rangkaian kegiatan serupa.

Meski peringatan ini bersifat nasional, sifatnya bukan sebagai hari libur. Aktivitas pemerintahan, sekolah, dan perkantoran tetap berjalan normal. Pemerintah melalui Kemendikbud telah mengeluarkan pedoman agar peringatan tidak hanya formalitas, melainkan jadi momentum internalisasi nilai-nilai Pancasila ke masyarakat luas.

Kritik dan Persoalan Interpretasi

Beberapa pengamat menyebut bahwa Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki sisi “mitologis” dalam legitimasi politik pemerintahan Orde Baru dan selanjutnya. Menurut Arya Wanda dari Universitas Airlangga, narasi sejarah tentang G30S dan penetapan peringatan itu punya elemen konstruksi simbolik negara.

Di sisi lain, tantangan aktual tampak ketika nilai-nilai Pancasila diuji realitas: ketimpangan sosial, konflik identitas, intoleransi, dan polarisasi politik. Relevansi Kesaktian Pancasila diuji ketika masyarakat menuntut bahwa peringatan tidak sekadar seremoni kosong, melainkan berimplikasi dalam kebijakan nyata, perundang-undangan, dan budaya politik.

Penutup

Peringatan Kesaktian Pancasila diharapkan tak sekadar ritual kolektif tahunan, melainkan momentum aktif guna menghadirkan nilai-nilai dasar bangsa dalam tindakan nyata. Di tengah pergeseran zaman dan tantangan generasi baru, Pancasila harus tetap sakti, tak hanya sebagai simbol, tapi sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (AlbadarPost/Deni H.)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang UMKM kuliner menjual makanan populer dengan antrean pembeli di warung sederhana

    Rahasia UMKM Kuliner yang Selalu Ramai Pembeli

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira keberhasilan usaha makanan hanya bergantung pada modal besar. Padahal kenyataannya berbeda. Banyak UMKM kuliner laris yang justru berkembang dari usaha kecil di pinggir jalan. Bahkan beberapa usaha kuliner rumahan mampu menarik pembeli setiap hari tanpa promosi besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner kecil yang laris sering muncul dari […]

  • berbagai tradisi Ramadhan unik di dunia seperti meriam sahur, lentera Ramadan, dan tradisi sahur keliling

    7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan ternyata tidak dirayakan dengan cara yang sama di setiap negara. Beberapa tradisi Ramadhan di dunia bahkan terdengar sangat unik dan jarang diketahui banyak orang. Di berbagai belahan dunia, masyarakat memiliki tradisi Ramadan unik di berbagai negara yang membuat suasana bulan suci terasa lebih meriah. Dari meriam penanda berbuka hingga penjaga […]

  • Anak perempuan berhijab berdiri di trotoar pusat Kota Tasikmalaya pada malam hari, kisah pengemis anak Tasikmalaya yang viral.

    Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di pusat Kota […]

  • Polres Garut menangkap pelaku perampokan L300 dan ratusan tabung gas LPG di Karangpawitan Garut

    Dini Hari Mencekam di Garut, Korban Disekap Saat Perampok Gondol Mobil dan LPG

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Perampokan Garut yang sempat bikin geger warga Karangpawitan akhirnya berhasil diungkap polisi. Aksi pencurian dengan kekerasan atau curas itu berlangsung brutal karena pelaku nekat menyekap korban sebelum membawa kabur mobil Mitsubishi L300 dan ratusan tabung gas LPG 3 kilogram. Peristiwa tersebut terjadi di area PT Mustika Sagara Utama, Kampung Sukaraja, […]

  • Program MBG Garut

    Camat Tarogong Kaler Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Garut atau Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat melalui langkah evaluasi dan koordinasi lintas pelaksana. Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama para pengelola SPPG Tarogong Kaler di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi […]

  • Daging Babi ke Masjid

    Aksi Provokatif ke Masjid Berakhir Penjara, Singapura Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus kirim daging babi ke masjid di Singapura akhirnya berujung penjara. Kecewa karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang, seorang pria warga Singapura berusia 62 tahun, dilaporkan mengirim paket berisi daging babi ke tujuh masjid berbeda. Peristiwa itu langsung memancing perhatian luas karena menyentuh isu sensitif soal agama dan kerukunan sosial di negara […]

expand_less