Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK Paruh Waktu menjadi jalan resmi agar mereka memiliki legalitas, upah pasti, dan posisi lebih jelas dalam struktur pemerintahan daerah.

Pada Selasa (2/12/2025), Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pelantikan di halaman belakang Sekretariat Daerah. Di hadapan ribuan pegawai, Cecep menegaskan bahwa pemberian status PPPK Paruh Waktu merupakan penyelesaian berbasis hukum terhadap persoalan tenaga non-ASN yang tertunda selama bertahun-tahun. “Pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan jalan penyelesaian resmi, legal, dan bermartabat, agar para pegawai non-ASN yang telah lama mengabdi mendapatkan kepastian status,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan pesan penting: meskipun skema kerja bersifat paruh waktu, seluruh tugas dan etika profesi berlaku penuh. “Meskipun skema kepegawaiannya adalah paruh waktu, akan tetapi tanggung jawab dan kode etik ASN tetap berlaku penuh, karena saudara-saudara adalah wajah pemerintah daerah di mata masyarakat,” tegasnya.


Status PPPK Paruh Waktu dan Tuntutan Profesionalisme

PPPK Paruh Waktu tidak otomatis menjadi celah relaksasi pekerjaan. Pemerintah menetapkan mekanisme evaluasi kinerja sebagai filter utama kelanjutan status pegawai. Cecep menyebut penilaian tugas, kontribusi unit kerja, serta kemampuan adaptasi dengan sistem birokrasi akan menjadi dasar keputusan perpanjangan kontrak. Ia menekankan bahwa pola kerja fleksibel tidak membebaskan pegawai dari standar administrasi pemerintahan.

Pemerintah daerah juga menilai kebijakan ini sebagai bentuk kesiapan merespons kebijakan penataan tenaga non-ASN yang digulirkan pemerintah pusat. Tasikmalaya, menurut Bupati, telah menunjukkan respons cepat dalam menata pegawai kontrak, dan pelantikan PPPK Paruh Waktu menjadi bukti konsistensi itu. “Ke depan, hasil evaluasi kinerja, kontribusi di unit kerja, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi dasar bagi kemungkinan perpanjangan perjanjian kerja dan bahkan peningkatan status menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” kata Cecep.

Dalam acara pelantikan tersebut, hadir jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati, perwakilan DPRD Komisi 4, pejabat eselon, pimpinan perbankan daerah, hingga tokoh lembaga zakat. Komposisi peserta menunjukkan bahwa kebijakan ini bukan inisiatif individual, tetapi konsensus institusi daerah.


Data Kepegawaian dan Pemetaan Formasi

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Iing Farid Khozin, menyampaikan data rinci. Total persetujuan teknis nomor induk pegawai yang diterbitkan mencapai 4.560. Namun, empat orang mengundurkan diri dan satu orang meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah yang resmi dilantik menjadi 4.555 orang.

Baca juga: Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

Distribusi formasi mencerminkan kebutuhan riil pelayanan publik: 1.912 tenaga guru, 477 tenaga kesehatan, dan 2.171 tenaga teknis. Angka ini memperlihatkan tekanan sistemik di birokrasi daerah. Pendidikan dan layanan dasar kesehatan menjadi sektor yang paling sering terdampak ketika pegawai berstatus tidak jelas atau bekerja di bawah durasi, karena kinerja mereka erat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Di balik angka itu, pemerintah pusat tengah menuntaskan penataan non-ASN yang selama satu dekade menjadi persoalan administrasi nasional. Daerah seperti Tasikmalaya berusaha menghindari penumpukan pegawai tidak tetap yang bekerja tanpa kepastian. Model PPPK Paruh Waktu menjadi kompromi antara regulasi, ketersediaan anggaran, dan kebutuhan layanan publik.


Risiko Kebijakan dan Tantangan Daerah

Kebijakan PPPK Paruh Waktu memberi kepastian status, tetapi konsekuensi fiskal akan muncul jangka menengah. Beban gaji rutin, kebutuhan pelatihan, dan sistem evaluasi membuat pemerintah daerah harus disiplin dalam perencanaan APBD. Jika evaluasi kinerja dijalankan secara administratif, bukan berbasis capaian kerja, kebijakan ini akan berpotensi menjadi sekadar formalisasi status.

Di sisi pelayanan publik, keberadaan pegawai paruh waktu harus diimbangi target jelas per unit kerja. Tanpa standar penilaian berbasis beban layanan, tenaga teknis dan guru paruh waktu mudah terseret pola rekrutmen politis. Sistem ini baru akan efektif jika perangkat daerah mampu mengukur dampak langsung terhadap warga: kualitas layanan pendidikan, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga efisiensi administrasi pemerintahan.

Pelantikan 4.555 PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya memberi kepastian status bagi pegawai non-ASN dan memastikan standar pelayanan publik tetap terjaga. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Business Summit 2025

    Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    KADIN Tasikmalaya gelar Business Summit 2025 untuk perkuat daya saing UMKM dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai upaya memperkuat daya saing dunia usaha daerah di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola bisnis. Forum ini menjadi penting karena kualitas pertumbuhan ekonomi lokal […]

  • cuaca ekstrem Sumatera Utara

    Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Cuaca ekstrem Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di empat kabupaten, ribuan warga terdampak. albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca ekstrem Sumatera Utara pada 24–25 November memicu banjir dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga gangguan ekonomi, mobilitas warga, hingga kebutuhan logistik harian. Cuaca ekstrem […]

  • Aktivasi IKD Ciamis

    Warga Ciamis, Aktivasi IKD Sebelum Daftar Perlinsos

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat yang akan mengakses Perlinsos Digital untuk terlebih dahulu melakukan aktivasi IKD Ciamis. Melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD), proses verifikasi identitas menjadi lebih cepat, aman, dan praktis sehingga mempermudah masyarakat saat memanfaatkan berbagai layanan digital pemerintah. Imbauan tersebut disampaikan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai bagian […]

  • KPK larang ASN gunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran

    KPK Warning Pejabat: Kendaraan Dinas Bukan untuk Mudik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan pejabat negara dan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik saat Lebaran. Imbauan ini menegaskan bahwa kendaraan dinas tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk perjalanan pulang kampung. Larangan kendaraan dinas untuk mudik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas aparatur […]

  • Dikira Begal

    Polisi Tasikmalaya Bongkar Fakta Viral Pria Dikira Begal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dikira begal yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terungkap. Polisi memastikan pria yang viral karena diamuk massa di Kecamatan Bojonggambir bukan pelaku pembegalan, melainkan korban kecelakaan tunggal yang diduga kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi obat batuk secara berlebihan. Fakta ini menjadi pengingat bahwa pria dikira begal belum tentu merupakan pelaku kejahatan, […]

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

expand_less