Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesantren Ramah Anak: Banjar Perjelas Batas Disiplin dan Kekerasan

Pesantren Ramah Anak: Banjar Perjelas Batas Disiplin dan Kekerasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPesantren Ramah Anak kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjar dalam upaya memperkuat perlindungan santri. Bersamaan dengan itu, pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan pesantren menjadi isu penting, terutama ketika pola pembinaan tradisional berhadapan dengan tuntutan perlindungan anak yang semakin kuat.

Pemkot Banjar menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2026 di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Komitmen Pemangku Kebijakan dalam Mewujudkan Pesantren Ramah Anak dan Bebas dari Segala Bentuk Kekerasan.”

Sebanyak 50 peserta dari unsur pimpinan pondok pesantren dan santri se-Kota Banjar mengikuti kegiatan tersebut. Forum juga menghadirkan unsur Kantor Kementerian Agama Kota Banjar serta Pengadilan Negeri Kota Banjar.

Bukan Sekadar Deklarasi Pesantren Ramah Anak

Wakil Wali Kota Banjar, DR. H. Supriana, M.Pd., menempatkan pesantren sebagai bagian penting dalam perjalanan pendidikan bangsa.

Menurutnya, pesantren memiliki sejarah panjang dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Namun, perubahan zaman ikut memengaruhi cara masyarakat memandang pola pendidikan, termasuk ketika menyangkut kedisiplinan dan tindakan fisik.

Ia mengingatkan pengelola pesantren agar semakin peka terhadap perubahan tersebut. Nilai pendidikan tetap perlu dijaga, tetapi hak dan perlindungan anak juga tidak boleh diabaikan.

Pernyataan itu menarik karena menyentuh persoalan yang lebih luas. Pesantren Ramah Anak bukan berarti menghapus disiplin dari lingkungan pendidikan. Sebaliknya, konsep tersebut mendorong adanya batas yang semakin jelas antara pembinaan, kedisiplinan, dan tindakan yang dapat masuk dalam kategori kekerasan.

Dengan pendekatan itu, tradisi pendidikan pesantren tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan serta martabat santri.

Deklarasi Menjadi Titik Awal

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Banjar bersama unsur terkait juga membacakan Deklarasi Pesantren Ramah Anak.

Deklarasi kemudian ditandatangani Wakil Wali Kota Banjar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Ketua Forum Pondok Pesantren, kepala perangkat daerah, serta perwakilan pondok pesantren.

Penandatanganan itu menunjukkan adanya komitmen bersama dari berbagai unsur. Namun, secara jurnalistik, deklarasi tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti bahwa seluruh pesantren telah menerapkan sistem perlindungan anak secara menyeluruh.

Justru setelah deklarasi, tantangan sebenarnya muncul.

Komitmen tersebut perlu diterjemahkan ke dalam praktik. Pengelola pesantren membutuhkan pemahaman yang sama mengenai pencegahan kekerasan, sementara santri perlu mengetahui hak dan ruang aman untuk menyampaikan persoalan.

Karena itu, edukasi, pendampingan, mekanisme pengaduan, serta kemampuan pengasuh dalam menangani persoalan menjadi bagian penting dari penerapan Pesantren Ramah Anak.

Tradisi Pendidikan Tidak Harus Berhadapan dengan Perlindungan Anak

Pesantren selama ini memiliki peran besar dalam pendidikan agama, karakter, kemandirian, dan kehidupan sosial santri.

Karena itu, pembicaraan tentang pesantren bebas kekerasan seharusnya tidak diarahkan untuk mempertentangkan tradisi pesantren dengan perlindungan anak.

Persoalannya justru terletak pada bagaimana keduanya dapat berjalan beriringan.

Disiplin tetap dibutuhkan. Pembinaan karakter juga tetap penting. Namun, metode pendidikan perlu mempertimbangkan usia, kondisi anak, martabat manusia, serta batas-batas perlindungan yang berlaku.

Pendekatan seperti ini membuat Pesantren Ramah Anak tidak berhenti sebagai slogan administratif. Konsep tersebut dapat menjadi kerangka untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi santri.

Komitmen Banjar Perlu Dibuktikan di Lapangan

Kegiatan 12 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Akan tetapi, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi maupun tanda tangan deklarasi.

Masyarakat nantinya dapat melihat bagaimana komitmen itu diterapkan dalam kehidupan pesantren sehari-hari.

Apakah pengasuh memperoleh pembinaan yang memadai? Apakah santri mengetahui ke mana harus menyampaikan pengaduan? Apakah tersedia mekanisme yang jelas ketika muncul persoalan? Dan apakah pendekatan disiplin sudah memiliki batas yang dipahami bersama?

Pertanyaan tersebut penting karena Pesantren Ramah Anak pada akhirnya harus terasa dalam pengalaman santri, bukan hanya tertulis dalam dokumen deklarasi.

Terlebih lagi, komitmen perlindungan anak di lingkungan pesantren bukan isu yang selesai dalam satu kegiatan. Ia membutuhkan konsistensi, edukasi, pengawasan, serta kerja sama lintas lembaga.

Dengan demikian, deklarasi di Kota Banjar dapat menjadi pijakan untuk membangun pola pendidikan pesantren yang tetap kuat dalam karakter, tetapi semakin sadar terhadap hak anak.

Pada akhirnya, pesantren ramah anak bukan tentang melemahkan disiplin. Ini tentang memastikan bahwa proses mendidik tidak kehilangan tujuan paling dasarnya: membentuk manusia tanpa merampas rasa aman, martabat, dan masa depan anak. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkades Sumedang 2026

    Pilkades Sumedang 2026, Mayoritas TPS Masih Manual

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki era e-voting atau Pilkades digital. Namun, perubahan itu belum berlangsung sepenuhnya. Dari total 430 tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan, sebanyak 337 TPS masih menggunakan sistem manual, sedangkan 93 TPS akan memanfaatkan pemungutan suara elektronik. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pemilihan kepala desa di Kabupaten Sumedang […]

  • kebiasaan malam

    Rahasia Malam Tenang: 10 Kebiasaan Kecil yang Ubah Hidupmu

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan malam sering dianggap sepele, padahal rutinitas ini sangat menentukan kualitas hidup. Dengan membangun kebiasaan malam yang sehat, pikiran menjadi lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan hari esok terasa lebih ringan. Rutinitas malam yang baik juga membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. 1. Menjauh dari Gadget 1 […]

  • kasus ayah gadaikan anak

    Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kasus ayah gadaikan anak di Tasikmalaya terungkap setelah bocah ditemukan di Gresik dan kini dalam pendampingan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus ayah gadaikan anak kembali memunculkan keprihatinan publik. Dinas Sosial Gresik menemukan bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun yang dilaporkan hilang oleh ibunya di Tasikmalaya. Bocah itu ternyata dijadikan jaminan pinjaman Rp25 juta oleh ayah […]

  • pagi Nabi Muhammad

    Pagi Nabi Muhammad SAW Dimulai dari Ibadah dan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi Nabi Muhammad SAW tidak sekadar rutinitas ibadah personal. Pola itu membentuk sistem hidup yang tertata dan berdampak sosial. Dalam konteks hari ini, ketika banyak masyarakat memulai hari dalam tekanan waktu dan distraksi digital, pola pagi Nabi Muhammad menjadi cermin yang relevan. Berbagai riwayat sahih menunjukkan bahwa pagi Nabi Muhammad diawali sebelum […]

  • Akses pendidikan

    Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bangunan sekolah telah berdiri, lahan tersedia, dan kebutuhan masyarakat nyata. Namun hingga kini, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, belum dapat menjalankan fungsi pendidikan. Sekolah tersebut belum memiliki kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun anggaran operasional. Situasi ini memantik kritik keras dari DPRD Jawa Barat yang menilai negara gagal […]

  • resep opor ayam

    Rahasia Opor Ayam Gurih Ala Keluarga, Wajib Ada Saat Lebaran

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep opor ayam selalu menjadi incaran menjelang hari raya. Banyak orang mencari cara membuat opor ayam lezat, resep opor ayam gurih, hingga opor ayam khas Lebaran yang autentik. Namun, tidak semua tahu bahwa rahasia kelezatan hidangan ini sering tersembunyi dalam resep warisan keluarga yang sederhana tetapi penuh makna. Selain itu, opor ayam […]

expand_less