Tiga Minggu Berlatih, 80 Paskibra Sukaratu Kibarkan Merah Putih
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sertu Koko Koswara, Pelatih Paskibra Kecamatan Sukaratu, Senin (17/8/2026). (Foto: SriTV).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Paskibra Sukaratu sukses menjalankan tugas pengibaran Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 80 anggota Paskibra dari perwakilan 11 sekolah mengikuti tugas tersebut setelah menjalani latihan bersama selama sekitar tiga minggu.
Upacara HUT RI Sukaratu berlangsung khidmat dan lancar. Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, mulai dari tokoh masyarakat, kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik, MUI, Puskesmas, KUA, organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna, hingga warga sekitar.
Bagi para anggota Paskibra, pengibaran Merah Putih menjadi hasil dari proses latihan yang menuntut disiplin, kekompakan, ketepatan gerakan, serta kesiapan mental.
Momen ketika Sang Saka berkibar pun mendapat perhatian warga yang menyaksikan langsung jalannya upacara.
Tiga Minggu Latihan Mengantar Paskibra ke Lapangan
Di balik lancarnya upacara HUT RI Sukaratu, terdapat proses persiapan yang berlangsung selama sekitar tiga minggu.
Babinsa Desa Tawangbanteng sekaligus pelatih Paskibra Sukaratu, Sertu Koko Koswara, menyampaikan bahwa latihan dilakukan bersama rekan-rekan dari unsur TNI dan kepolisian.
Menurut Koko, proses latihan tersebut akhirnya berjalan sesuai harapan. Para anggota Paskibra dapat melaksanakan tugas pengibaran tanpa hambatan berarti.
Latihan menjadi bagian penting karena setiap anggota harus mampu menjaga formasi, mengikuti aba-aba, mengatur langkah, serta bekerja sebagai satu kesatuan.
Kesiapan tersebut kemudian terlihat ketika pasukan memasuki lapangan dan menjalankan rangkaian tugas pengibaran Merah Putih.
Koko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung persiapan hingga pelaksanaan upacara.
80 Paskibra dari 11 Sekolah Bawa Semangat Kemerdekaan
Sebanyak 80 anggota Paskibra terlibat dalam upacara tingkat Kecamatan Sukaratu. Mereka berasal dari perwakilan 11 sekolah se-Kecamatan Sukaratu.
Keterlibatan lintas sekolah membuat momentum tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi para pelajar.
Tidak hanya siswa, berbagai elemen masyarakat juga hadir. Unsur pendidikan, pemerintahan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga warga ikut menyaksikan peringatan HUT RI ke-81.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda institusi tertentu. Masyarakat dapat mengambil bagian melalui kehadiran, dukungan, dan semangat kebersamaan.
Bagi para pelajar yang bertugas sebagai Paskibra, pengalaman itu juga menjadi kesempatan untuk belajar menjalankan tanggung jawab di hadapan masyarakat.
Warga Sukaratu Terharu Melihat Merah Putih Berkibar
Bagi warga yang hadir, momen pengibaran Merah Putih memiliki kesan tersendiri.
Nina, salah seorang warga, mengaku terharu ketika melihat bendera Merah Putih terbuka dan kemudian berkibar dalam rangkaian upacara.
Perasaan tersebut muncul ketika para anggota Paskibra menjalankan tugas mereka dengan tertib di tengah suasana upacara yang khidmat.
Kesaksian sederhana itu menunjukkan bahwa simbol Merah Putih masih menghadirkan ikatan emosional bagi masyarakat.
Apalagi, pengibaran tersebut melibatkan generasi muda yang telah menjalani latihan selama beberapa pekan.
Camat Sukaratu Tekankan Gotong Royong
Dalam keterangannya kepada wartawan Sri TV, Camat Sukaratu, Wawan, S.Sos. menekankan pentingnya semangat gotong royong masyarakat.
Pesan tersebut berkaitan dengan cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni. Masyarakat juga perlu menjaga kebersamaan dan bekerja bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu terasa relevan dengan suasana upacara di Sukaratu. Para pelajar, guru, pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta warga hadir dalam satu momentum untuk memperingati kemerdekaan.
Dengan demikian, gotong royong bukan hanya menjadi pesan dalam pidato. Kehadiran berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian dari semangat tersebut.
Lebih dari Sekadar Upacara 17 Agustus
Peringatan HUT RI ke-81 di Sukaratu meninggalkan cerita yang lebih panjang daripada rangkaian upacara.
Bagi 80 anggota Paskibra, tiga minggu latihan menjadi pengalaman untuk membangun disiplin dan kekompakan. Bagi sekolah, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menjalankan tanggung jawab.
Sementara itu, bagi masyarakat, pengibaran Merah Putih menjadi momentum untuk kembali mengingat makna persatuan.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti ketika lapangan kembali sepi. Nilai disiplin, gotong royong, sportivitas, dan cinta tanah air dapat terus tumbuh melalui tindakan sehari-hari.
Karena itu, keberhasilan Paskibra Sukaratu menjalankan tugas bukan sekadar catatan dalam sebuah upacara. Ada proses yang menyertainya dan ada nilai yang dapat dibawa pulang oleh para peserta.
Tiga minggu latihan mungkin berakhir ketika Merah Putih mencapai puncak tiang. Namun, semangat yang mereka bawa seharusnya terus berkibar dalam kehidupan—karena kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diisi dengan kerja, persatuan, dan prestasi. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar