Persib Kalah, Bobotoh Ciamis Justru Bikin Bangga
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Nonton Bareng (nobar).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bandung memang pulang tanpa trofi. Namun, ribuan Bobotoh Ciamis justru meninggalkan kemenangan yang jauh lebih berharga. Saat peluit panjang Final Piala Presiden 2026 berbunyi, mereka tidak meluapkan kekecewaan dengan keributan. Sebaliknya, para pendukung Persib memilih pulang dengan tertib, menjaga ketenangan, dan meninggalkan Alun-Alun Ciamis tetap bersih.
Pemandangan itu menjadi sorotan karena memperlihatkan wajah lain sepak bola Indonesia. Di tengah berbagai pemberitaan tentang ulah suporter di sejumlah daerah, Bobotoh Ciamis menunjukkan bahwa fanatisme terhadap klub kebanggaan dapat berjalan seiring dengan sportivitas, kepedulian terhadap ruang publik, dan rasa hormat kepada lawan.
Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Alun-Alun Ciamis pada Kamis (6/8/2026) untuk mengikuti nonton bareng final Piala Presiden antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Polres Ciamis sebagai wadah mempererat kebersamaan masyarakat melalui olahraga.
Kekalahan Persib Tak Mengubah Sikap Bobotoh
Sejak sore, kawasan alun-alun berubah menjadi lautan biru. Anak-anak, orang tua, hingga komunitas Bobotoh datang membawa atribut Persib dengan harapan menyaksikan Maung Bandung mengangkat trofi.
Harapan itu sempat membuncah ketika Patricio Matricardi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-24. Sorak sorai menggema dari ribuan penonton yang memadati lokasi.
Namun, hingga pertandingan berakhir, kemenangan menjadi milik Persebaya Surabaya dengan skor 5-6 lewat adu penalti.
Yang menarik, suasana tetap kondusif. Tidak terlihat aksi provokatif ataupun kericuhan. Para penonton menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, memberikan apresiasi kepada kedua tim, lalu meninggalkan lokasi secara tertib.
Sikap tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap klub tidak selalu harus diwujudkan dengan euforia kemenangan. Justru saat mengalami kekalahan, karakter suporter benar-benar diuji.
Alun-Alun Tetap Bersih, Kesadaran Publik Patut Diapresiasi
Salah satu pemandangan yang paling mencuri perhatian muncul setelah acara usai.
Meski ribuan orang memenuhi kawasan Alun-Alun Ciamis selama pertandingan berlangsung, hampir tidak terlihat sampah berserakan. Warga tampak membawa bungkus makanan dan botol minuman menuju tempat sampah yang telah disediakan.
Petugas yang berjaga pun tidak dihadapkan pada tumpukan sampah seperti yang kerap ditemukan setelah kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Fakta sederhana tersebut menyampaikan pesan penting bahwa budaya menjaga fasilitas umum mulai tumbuh di tengah masyarakat. Ruang publik bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang bersama yang harus dirawat.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kebersihan kota dan pengelolaan ruang publik, sikap Bobotoh Ciamis menjadi contoh bahwa kegiatan berskala besar tetap dapat berlangsung tertib apabila seluruh peserta memiliki kesadaran kolektif.
Bupati Herdiat: Kemenangan Sejati Ada pada Sportivitas
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir langsung bersama Kapolres Ciamis, Wakapolres, dan unsur Forkopimda untuk menyapa masyarakat.
Menurut Herdiat, masyarakat Ciamis telah memperlihatkan kemenangan yang lebih penting daripada sekadar hasil pertandingan.
“Hari ini kita mungkin belum membawa pulang trofi, tetapi masyarakat Ciamis telah menunjukkan kemenangan yang jauh lebih berharga, yaitu kemenangan dalam menjaga persatuan, sportivitas, keamanan, dan ketertiban,” ujarnya.
Selain menyaksikan pertandingan bersama masyarakat, Herdiat juga mengajak Bobotoh mengikuti kuis berhadiah. Sementara itu, Kapolres Ciamis membagikan jersey Persib Bandung pemberian Kapolda Jawa Barat dengan pesan “Jaga Rawat Jawa Barat” sebagai ajakan menjaga persatuan dan kondusivitas.
Panitia juga menyediakan makanan gratis sehingga suasana kebersamaan terasa semakin hangat hingga pertandingan berakhir.
Lebih dari Sekadar Nobar
Keberhasilan penyelenggaraan nonton bareng ini tidak hanya diukur dari ramainya peserta. Yang lebih penting adalah lahirnya ruang publik yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Forkopimda, serta masyarakat berhasil menghadirkan kegiatan yang berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Di sisi lain, keberhasilan malam itu juga menghadirkan tantangan berikutnya. Budaya tertib yang diperlihatkan Bobotoh semestinya tidak berhenti pada satu pertandingan saja. Nilai-nilai sportivitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap ruang publik perlu menjadi kebiasaan dalam setiap kegiatan masyarakat.
Sebab, kemenangan sejati tidak selalu ditentukan oleh papan skor.
Kadang, kemenangan lahir ketika ribuan orang mampu mengendalikan emosi, menghormati lawan, menjaga lingkungan, lalu pulang membawa kebanggaan bagi daerahnya.
Trofi memang jatuh ke tangan Persebaya. Tetapi malam itu, Ciamis membuktikan bahwa harga diri sebuah suporter tidak ditentukan oleh kemenangan timnya. Ketika ribuan Bobotoh pulang dengan tertib dan meninggalkan Alun-Alun tetap bersih, mereka sedang menunjukkan bahwa karakter jauh lebih abadi daripada sebuah gelar juara. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar