Herdiat Tegas: ASN Ciamis Harus Satu Arah
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi ASN.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – ASN Ciamis diminta bekerja dalam satu arah dengan visi dan misi pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I, Kamis (6/8/2026). Di balik arahan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih penting: apakah semangat yang dibangun di ruang pelatihan benar-benar akan mengubah kualitas pelayanan publik setelah para peserta kembali ke meja kerja masing-masing?
Bupati Herdiat menegaskan aparatur sipil negara tidak boleh berjalan dengan agenda sendiri. Menurutnya, setiap pejabat administrator harus mampu menerjemahkan visi kepala daerah menjadi program yang nyata, terukur, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Seluruh ASN harus sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah,” tegas Herdiat dalam penutupan PKA
Pernyataan itu menjadi pesan penting, terutama ketika tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik terus meningkat. Bagi warga, ukuran keberhasilan birokrasi bukan banyaknya pelatihan yang digelar, melainkan seberapa cepat urusan mereka diselesaikan, seberapa mudah layanan diakses, dan seberapa besar dampak pembangunan yang dirasakan.
PKA Selesai, Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai
Pelatihan Kepemimpinan Administrator merupakan bagian dari pengembangan kompetensi ASN. Program ini dirancang untuk membentuk pejabat administrator yang mampu memimpin perubahan, membangun kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Namun, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa pelatihan tidak selalu berbanding lurus dengan perubahan kinerja. Tidak sedikit proyek perubahan yang lahir saat pendidikan berakhir sebagai dokumen administrasi tanpa implementasi yang berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan PKA tidak semestinya diukur dari jumlah peserta yang lulus atau sertifikat yang dibagikan. Tolok ukurnya justru terlihat setelah mereka kembali memimpin unit kerja masing-masing. Apakah pelayanan menjadi lebih cepat? Apakah koordinasi antarlembaga semakin baik? Dan apakah masyarakat merasakan manfaatnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak diajukan karena reformasi birokrasi pada akhirnya harus menghasilkan perubahan yang dapat diukur, bukan sekadar menambah daftar kegiatan tahunan.
Jangan Jalan Sendiri, Tetapi Jangan Sekadar Satu Arah di Atas Kertas
Arahan Bupati Herdiat mengandung pesan strategis. Kesamaan visi dibutuhkan agar setiap organisasi perangkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri dan memiliki prioritas pembangunan yang sama.
Meski demikian, keselarasan visi tidak cukup berhenti pada slogan. Pemerintah daerah juga dituntut memastikan adanya sistem evaluasi yang objektif, indikator kinerja yang jelas, serta mekanisme pengawasan terhadap implementasi hasil pelatihan.
Tanpa pengukuran yang transparan, sulit memastikan apakah perubahan benar-benar terjadi atau hanya menjadi bagian dari laporan administratif.
Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis. Mereka lebih mudah menilai kualitas birokrasi dari pengalaman sehari-hari dibandingkan dari seremoni yang berlangsung di ruang pelatihan.
Reformasi Birokrasi Harus Terasa di Loket Pelayanan
Kabupaten Ciamis menghadapi tantangan yang tidak ringan. Digitalisasi layanan, percepatan investasi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan membutuhkan birokrasi yang adaptif dan mampu bekerja lintas sektor.
Dalam konteks itulah PKA memiliki nilai strategis. Pelatihan ini diharapkan melahirkan pemimpin birokrasi yang berani mengambil keputusan, mampu menyelesaikan persoalan, dan membangun budaya kerja yang lebih profesional.
Namun, keberhasilan reformasi birokrasi tidak cukup diukur dari banyaknya pelatihan yang terlaksana. Ukuran sesungguhnya ialah ketika masyarakat merasakan layanan yang lebih cepat, prosedur yang lebih sederhana, dan aparatur yang lebih responsif.
Jika kondisi itu belum tercapai, evaluasi terhadap implementasi hasil pelatihan menjadi sama pentingnya dengan pelatihannya sendiri.
Lima Peserta Terbaik Diberi Penghargaan
Pada penutupan PKA Angkatan I, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga memberikan penghargaan kepada lima peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian selama mengikuti pelatihan. Prosesi pelepasan tanda peserta menandai berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis, para alumni PKA diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing serta mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Harapan itu tentu mendapat perhatian publik. Sebab, masyarakat tidak hanya menunggu lahirnya pemimpin birokrasi yang kompeten, tetapi juga menanti bukti bahwa setiap pelatihan benar-benar menghasilkan pelayanan yang lebih baik.
Pesan “jangan jalan sendiri” menjadi pengingat yang penting. Kini, publik menunggu langkah berikutnya. Sebab, reformasi birokrasi tidak diukur dari meriahnya penutupan pelatihan, melainkan dari perubahan yang benar-benar terasa di meja pelayanan, di kantor kecamatan, hingga di desa-desa. Di situlah kepercayaan masyarakat dibangun—atau dipertaruhkan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar