Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Juru Parkir Dibacok di Garut, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Juru Parkir Dibacok di Garut, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hampir dua pekan setelah seorang juru parkir menjadi korban pembacokan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, polisi akhirnya berhasil mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku. Penangkapan ini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang sempat menyita perhatian warga karena terjadi di salah satu ruas jalan yang ramai aktivitas perdagangan dan lalu lintas masyarakat.

Kasus juru parkir dibacok Garut ini ditangani Unit Reserse Kriminal Polsek Garut Kota. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang diduga digunakan saat penganiayaan. Hingga kini, penyidik masih melengkapi proses pemeriksaan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Terduga pelaku berinisial RN (26), warga Kecamatan Garut Kota, diamankan sebagai tindak lanjut atas laporan polisi mengenai dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi pada Jumat (17/7/2026).

Polisi Ungkap Awal Mula Kejadian

Senin, (27/07/2026) Kapolsek Garut Kota AKP Zaenuri menjelaskan kepada awak media, bahwa korban saat itu sedang menjalankan pekerjaannya sebagai juru parkir di Jalan Ahmad Yani ketika didatangi terduga pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga melontarkan ucapan bernada provokatif yang berkaitan dengan asal daerah korban. Setelah itu, pria tersebut meninggalkan lokasi sambil mengancam akan kembali.

Tidak lama kemudian, terduga pelaku datang lagi dengan membawa sebilah golok.

Situasi yang semula hanya berupa adu mulut berubah menjadi aksi kekerasan. Polisi menduga pelaku langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai bagian pundak kirinya.

Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. Namun nahas, korban terjatuh sehingga kembali menjadi sasaran serangan.

Korban Alami Sejumlah Luka Saat Menangkis Serangan

Dalam kondisi terdesak, korban berusaha melindungi diri menggunakan tangan kirinya untuk menahan sabetan golok.

Akibatnya, korban mengalami luka serius pada pergelangan tangan kiri. Selain itu, penyidik juga mencatat adanya luka robek pada pundak kiri, bibir bagian dalam, serta beberapa jari tangan kiri.

Di tengah kepanikan tersebut, seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi segera menghampiri untuk melerai. Kehadiran warga itu berhasil menghentikan aksi kekerasan sekaligus mengamankan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.

Tak lama berselang, istri korban datang dan membawa korban ke RSU dr. Slamet Garut untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar karena terjadi di kawasan yang pada waktu tertentu dipadati aktivitas warga dan kendaraan.

Golok Disita, Terduga Pelaku Jalani Pemeriksaan

Setelah menerima laporan, penyidik Unit Reskrim Polsek Garut Kota bergerak mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, dan sejumlah barang bukti.

Hasil penyelidikan mengarah kepada RN sebagai terduga pelaku. Polisi kemudian mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan RN, penyidik menyita satu bilah golok bergagang kayu dengan panjang sekitar 38 sentimeter. Senjata tajam tersebut diduga digunakan saat penganiayaan berlangsung.

Seluruh barang bukti kini menjadi bagian dari proses penyidikan guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.

Polisi: Kekerasan Bukan Cara Menyelesaikan Persoalan

Kapolsek Garut Kota menegaskan bahwa kepolisian akan menindak setiap bentuk kekerasan yang menggunakan senjata tajam karena berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

Selain melakukan penegakan hukum, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur yang damai serta menghindari tindakan yang dapat memicu tindak pidana.

Polisi meminta warga segera melapor apabila mengetahui adanya potensi konflik di lingkungan sekitar agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Hingga berita ini diterbitkan, RN masih menjalani proses hukum di Polsek Garut Kota. Status hukum perkara akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati.

Sebilah senjata tajam mungkin hanya diayunkan dalam hitungan detik, tetapi dampaknya bisa membekas seumur hidup. Karena itu, setiap konflik seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan kekerasan yang merugikan semua pihak. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk mengembangkan usaha di era modern.

    Teknologi Mengubah Wajah UMKM, Peluang Besar atau Ancaman Baru?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan UMKM digital semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi tidak lagi hanya milik perusahaan besar, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam kehidupan pelaku usaha kecil dan menengah. Kini, transformasi bisnis UMKM berbasis digital mulai mengubah cara masyarakat berjualan, promosi, hingga mencari pelanggan. Dulu, banyak pelaku UMKM mengandalkan toko fisik dan promosi […]

  • hak asuh anak setelah perceraian

    Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Tanggung Jawab Orang Tua Menurut Hukum Islam dan UU Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Hak asuh anak setelah perceraian diatur hukum Islam dan UU, demi kepentingan terbaik bagi anak. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan suami istri, tetapi juga permulaan babak baru yang menentukan arah hidup anak-anak mereka. Dalam konteks hukum Islam maupun sistem perundang-undangan Indonesia, hak asuh anak setelah perceraian bukan sekadar soal siapa yang berhak, […]

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga. Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu […]

  • Gedung Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) yang membuka program kuliah langsung kerja di PT Pos Indonesia bagi mahasiswa.

    Kuliah Langsung Kerja! ULBI Siapkan Jalur Karier di PT Pos Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) membuka program kuliah langsung kerja PT Pos bagi mahasiswa baru. Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh jalur karier di perusahaan logistik nasional. Melalui program ikatan kerja ULBI, mahasiswa yang lolos seleksi memiliki peluang untuk bekerja di PT Pos Indonesia […]

  • Tumpukan sampah di Kota Tasikmalaya saat sukwan mogok kerja dan DPRD mendesak solusi cepat dari pemerintah.

    Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka. Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, […]

  • Prospek kerja lulusan sarjana di tengah persaingan dunia kerja

    Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Setiap tahun, jutaan calon mahasiswa berburu jurusan favorit. Nama jurusan sering dianggap sebagai tiket aman menuju masa depan mapan. Semakin populer sebuah jurusan, semakin tinggi pula kepercayaan bahwa lulusannya akan mudah terserap dunia kerja. Namun realitas di lapangan tidak selalu seindah brosur kampus. Di balik tingginya minat, sejumlah jurusan justru menyimpan risiko […]

expand_less