KRYD Polres Garut Sasar Premanisme dan Knalpot Brong
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personil Polres Garut menggelar patroli KRYD malam hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Polres Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Cahaya lampu rotator biru memecah suasana malam di sejumlah ruas jalan Kabupaten Garut, Sabtu (25/7/2026). Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir pekan, 475 personel gabungan diterjunkan dalam KRYD Polres Garut atau Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Operasi kepolisian itu menyasar premanisme, balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, peredaran minuman keras, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi meresahkan masyarakat.
Hasil operasi menunjukkan petugas mengamankan 20 orang yang terindikasi melakukan aktivitas premanisme, menyita 19 botol minuman keras, serta menindak 25 kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Seluruh orang yang diamankan telah didata dan menjalani pembinaan sesuai prosedur.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P. dengan melibatkan personel Polres Garut, Polsek jajaran, Brimob, TNI, Denpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur pemerintah kecamatan.
Malam Akhir Pekan Jadi Fokus Pengamanan
Polres Garut memilih malam akhir pekan sebagai waktu pelaksanaan KRYD karena mobilitas masyarakat meningkat, baik di pusat kota, kawasan wisata, maupun jalur nasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memunculkan gangguan Kamtibmas apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, personel gabungan bergerak serentak menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Kantor DPRD Kabupaten Garut, Kantor Bupati Garut, Pendopo Garut, pusat keramaian, lokasi wisata, hingga ruas jalan yang kerap menjadi lokasi balap liar dan aktivitas kelompok bermotor.
Selain patroli bergerak, petugas juga melaksanakan Blue Light Patrol di jalur-jalur rawan sebagai langkah preventif untuk mencegah aksi geng motor, premanisme, dan kejahatan jalanan sesuai Maklumat Kapolda Jawa Barat.
Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pendekatan Humanis Jadi Bagian Penting Operasi
KRYD kali ini tidak hanya mengedepankan penegakan hukum.
Petugas juga menerapkan metode Park, Walk and Talk, yaitu berdialog langsung dengan warga yang ditemui selama patroli.
Melalui pendekatan tersebut, polisi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas C3, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Selain itu, petugas mengingatkan masyarakat mengenai bahaya minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Remaja yang masih berkumpul hingga larut malam juga mendapat imbauan agar mematuhi ketentuan jam malam sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat.
Di saat yang sama, Polsek jajaran mengajak warga kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai bentuk partisipasi menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Wisata Tetap Ramai, Arus Lalu Lintas Lancar
Di tengah berlangsungnya operasi, aktivitas masyarakat di Kabupaten Garut tetap berjalan normal.
Pemantauan di jalur nasional Limbangan–Malangbong, Kadungora–Tarogong–Cilawu, kawasan perkotaan Garut, hingga akses menuju objek wisata menunjukkan arus lalu lintas ramai, tetapi tetap lancar.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan wisata Cipanas, Darajat, Situ Bagendit, Santolo, dan Sayang Heulang. Petugas tidak menemukan kepadatan maupun hambatan yang berarti.
Berdasarkan data monitoring, sebanyak 5.919 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Garut dengan 1.880 kendaraan memasuki kawasan wisata selama pelaksanaan KRYD.
Situasi yang kondusif tersebut memungkinkan masyarakat menikmati akhir pekan dengan lebih aman dan nyaman.
Kapolres: Kehadiran Negara Harus Dirasakan Masyarakat
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menegaskan bahwa KRYD merupakan bentuk komitmen Polres Garut bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan masyarakat, terutama saat aktivitas malam akhir pekan meningkat.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi kondusif tidak hanya bergantung pada patroli aparat, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
“KRYD dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui patroli preventif, penegakan hukum secara humanis, serta sinergi bersama TNI dan pemerintah daerah, kami berupaya memastikan situasi keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Yugi Bayu Hendarto kepada awak media, Minggu (26/7/2026).
Ia juga mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Patroli yang kuat mampu menekan peluang kejahatan. Namun, keamanan yang sesungguhnya lahir ketika aparat dan masyarakat berjalan dalam langkah yang sama. Saat kolaborasi itu terbangun, Garut bukan hanya menjadi daerah yang aman dikunjungi, tetapi juga nyaman untuk ditinggali. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar