Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Asap pekat masih membumbung ketika warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi mulai menyadari besarnya musibah yang mereka hadapi pada Sabtu (25/7/2026). Dalam hitungan jam, Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya melalap puluhan rumah, menghanguskan lumbung padi tradisional, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi sebuah komunitas yang selama puluhan tahun menjaga warisan leluhur.

Musibah itu bukan hanya soal bangunan yang berubah menjadi abu. Di balik kobaran api, tersimpan ancaman terhadap identitas budaya masyarakat adat yang selama ini hidup berdampingan dengan tradisi, nilai gotong royong, dan kearifan lokal. Karena itulah, kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya menjadi perhatian luas, bukan hanya di Sukabumi, tetapi juga di tingkat nasional.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari pemerintah dan tim penanganan bencana, berikut lima fakta penting di balik peristiwa tersebut.

70 Rumah Adat Hangus dalam Waktu Singkat

Kobaran api menjalar dengan cepat hingga menghanguskan sekitar 70 rumah adat di Kampung Adat Ciptamulya.

Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut menggunakan material kayu, bambu, dan bahan alami lain yang menjadi ciri khas rumah adat. Saat api membesar, jarak antarrumah yang relatif berdekatan membuat kobaran dengan cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Akibatnya, sebagian besar permukiman adat tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah melanda kawasan adat di Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir.

Ratusan Warga Kehilangan Rumah Sekaligus Kenangan

Di balik angka puluhan rumah yang terbakar, terdapat ratusan kisah keluarga yang berubah dalam satu malam.

Pendataan sementara menunjukkan sekitar 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

Bagi masyarakat adat, rumah bukan hanya tempat berteduh. Rumah menjadi ruang berkumpul keluarga, tempat menyimpan peninggalan leluhur, sekaligus bagian dari sejarah setiap generasi.

Kini, banyak warga harus mengungsi sambil menunggu proses pendataan dan bantuan kemanusiaan.

Penyebab Masih Diselidiki, Dugaan Awal Mengarah ke Korsleting Listrik

Hingga kini aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Informasi awal menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah.

Namun, penyebab tersebut belum dapat dipastikan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.

Selain itu, kondisi bangunan berbahan kayu dan bambu serta tiupan angin diduga mempercepat penyebaran api ke hampir seluruh kawasan permukiman adat.

Karena itu, hasil penyelidikan resmi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kebakaran secara pasti.

Leuit yang Menjadi Simbol Ketahanan Pangan Ikut Musnah

Inilah fakta yang membuat musibah ini terasa jauh lebih besar daripada sekadar kebakaran permukiman.

Selain rumah warga, api juga menghanguskan sejumlah leuit, yakni lumbung padi tradisional yang menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Kasepuhan.

Leuit bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan tersebut mencerminkan filosofi ketahanan pangan, penghormatan kepada alam, serta warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ketika leuit ikut terbakar, yang hilang bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga bagian dari identitas budaya masyarakat adat.

Pendataan sementara memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp2,5 miliar, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi.

Tim Gabungan Bergerak Cepat Menangani Dampak Bencana

Tidak lama setelah kebakaran terjadi, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat sekitar langsung bergerak menuju lokasi.

Mereka melakukan pemadaman, mengevakuasi warga, mendata korban, serta menyalurkan bantuan darurat.

Proses penanganan menghadapi tantangan karena akses menuju Kampung Adat Ciptamulya cukup terjal. Meski demikian, koordinasi antarlembaga memungkinkan bantuan segera menjangkau warga terdampak.

Upaya tersebut terus berlanjut untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas dapat terpenuhi.

Lebih dari Sekadar Kebakaran

Kampung Adat Ciptamulya merupakan salah satu kawasan yang masih mempertahankan tata kehidupan adat, termasuk bentuk rumah, sistem penyimpanan padi, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, kebakaran ini tidak hanya menyisakan kerugian materi.

Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa warisan budaya membutuhkan perlindungan yang sama pentingnya dengan infrastruktur modern. Langkah mitigasi bencana, peningkatan sistem keamanan, dan pelestarian kawasan adat menjadi pekerjaan bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Rumah-rumah adat mungkin dapat dibangun kembali. Namun, ukiran yang hilang, leuit yang musnah, dan jejak sejarah yang ikut terbakar membutuhkan waktu jauh lebih panjang untuk dipulihkan. Sebab, ketika api melalap sebuah kampung adat, yang dipertaruhkan bukan hanya bangunan, melainkan juga ingatan dan identitas sebuah peradaban. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Saleh

    Anak Saleh Lebih Berharga dari Harta: Kisah yang Mengingatkan Banyak Orang Tua

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Anak saleh menjadi harapan hampir setiap keluarga Muslim. Karena itu, kelahiran Yadavendra Ryuga Gumilar, putra keempat pasangan Yosep Rangga Gumilar dan Apriani Kristi, bukan sekadar kabar bahagia bagi keluarga, melainkan juga pengingat tentang amanah besar yang Allah titipkan kepada setiap orang tua. Yadavendra Ryuga Gumilar lahir di TMC pada tanggal 3 pukul […]

  • Perbandingan grafis kekuatan militer Indonesia vs Singapore menurut GlobalFirepower 2026 — memuat data PowerIndex, personel, armada, dan anggaran pertahanan.

    Kekuatan Militer Indonesia vs Singapura

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 506
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan kekuatan militer Indonesia vs Singapore menurut GlobalFirepower 2026 menunjukkan dinamika strategis antara dua negara penting di Asia Tenggara. Data terbaru menempatkan Indonesia dan Singapore pada posisi yang mencerminkan kekuatan masing-masing, dengan indikator berbeda dalam personel, anggaran, armada, dan kesiapan logistik. Analisa ini penting karena membahas bukan siapa yang lebih kuat […]

  • Ilustrasi siluet Rasulullah memimpin perundingan damai di bulan Ramadhan dengan suasana tenang dan penuh cahaya

    Diplomasi Damai Rasulullah Saat Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Diplomasi Damai Rasulullah menjadi pelajaran besar bagi umat Islam, terutama saat Ramadhan. Strategi damai Nabi Muhammad SAW di bulan suci tidak hanya membangun kekuatan umat, tetapi juga menata peradaban. Diplomasi Nabi, negosiasi penuh hikmah, dan pendekatan persuasif Rasulullah membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu diraih dengan pedang, melainkan dengan kecerdasan, kesabaran, dan visi […]

  • karedok sunda

    Karedok Sunda Kembali Viral, Ini Resep Rahasia yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Karedok sunda kembali naik daun. Banyak orang kini mencari cara membuat karedok, resep karedok segar, hingga lalapan khas Sunda yang praktis namun sehat. Tren makanan alami tanpa proses memasak membuat hidangan ini kembali populer, terutama di media sosial. Selain itu, gaya hidup sehat mendorong masyarakat memilih menu berbasis sayuran mentah. Karedok menjadi […]

  • kisah Mushab bin Umair

    Kisah Haru Mushab bin Umair: Kaya Raya Hingga Gugur Tanpa Kafan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Mushab bin Umair yang mengharukan menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Sosok Mushab bin Umair dikenal sebagai pemuda tampan, kaya, dan terpandang di Makkah. Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis setelah mengenal Islam. Kisah Mushab bin Umair ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan inspirasi tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan […]

  • Ilustrasi kasus korupsi di lingkungan peradilan Indonesia yang melibatkan pertemuan niat jahat antara aparat hukum dan korporasi

    Pertemuan Niat Jahat dan Bahaya Korupsi di Peradilan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi di lingkungan peradilan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada konsep pertemuan niat jahat, sebuah istilah yang menegaskan bahwa korupsi tidak terjadi secara kebetulan. Sebaliknya, praktik ini lahir dari kesadaran, komunikasi, dan kepentingan yang saling bertemu antara pihak pemberi dan penerima. Dalam konteks hukum, peradilan seharusnya menjadi benteng […]

expand_less