Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian rumah.

Rumah tersebut diketahui milik Entin Kartini, seorang perempuan yang tinggal seorang diri. Berdasarkan informasi di lokasi, pemilik rumah sedang berada di luar saat kebakaran terjadi sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Api Muncul Saat Rumah Sedang Kosong

Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah tidak berpenghuni karena pemiliknya sedang pergi keluar.

Asap tebal pertama kali menarik perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi. Salah seorang saksi, Maman Suryaman, melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah sehingga langsung memberi tahu warga sekitar.

Menurut keterangannya, sumber asap tampak berasal dari area kasur di dalam rumah.

“Awalnya dari kasur, sudah keluar asap,” ujar Maman di lokasi kejadian.

Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas ke bangunan di sekitarnya.

Dugaan Sementara Berasal dari Obat Nyamuk Bakar

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai kasur di dalam kamar.

Material rumah yang sebagian menggunakan bahan mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Dalam waktu singkat, api menjalar ke berbagai sudut bangunan hingga menghanguskan hampir seluruh isi rumah.

Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Dugaan awal tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah apabila ditemukan fakta baru dalam proses penyelidikan.

Damkar Bergerak Cepat Padamkan Kobaran Api

Tidak lama setelah menerima laporan warga, petugas pemadam kebakaran Kota Banjar datang ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam.

Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari sepuluh menit sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar permukiman.

Selain memadamkan api, petugas juga membantu mengevakuasi sejumlah barang yang masih dapat diselamatkan. Di antara serpihan bangunan, petugas menemukan sisa uang kertas milik korban yang ikut terbakar akibat besarnya kobaran api.

Bangunan dan Seluruh Isi Rumah Hangus

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada rumah berukuran sekitar 6 x 10 meter tersebut.

Bangunan semi permanen beserta sebagian besar perabot rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Kondisi rumah setelah api padam menyisakan puing-puing bangunan yang menghitam dan material yang telah terbakar.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai nilai kerugian materiil yang dialami korban.

Warga Diimbau Lebih Waspada terhadap Sumber Api

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah, termasuk penggunaan obat nyamuk bakar maupun peralatan lain yang berpotensi memicu kebakaran apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.

Selain memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah, masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan mengenai dampak kebakaran serta kebutuhan korban pascakejadian.

Api memang padam dalam hitungan menit, tetapi kehilangan tempat tinggal dan kenangan di dalamnya meninggalkan luka yang jauh lebih lama. Kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah musibah yang lebih besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi ruang kelas modern yang menggambarkan sistem pendidikan Finlandia dan seleksi ketat calon guru

    Kenapa Jadi Guru di Finlandia Sangat Sulit? Ini Rahasianya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bayangkan seorang siswa yang bercita-cita menjadi guru. Ia mendaftar ke universitas terbaik di negaranya dengan harapan bisa masuk jurusan pendidikan. Namun setelah proses seleksi selesai, hasilnya mengejutkan. Dari 100 pelamar, hanya sekitar 10 orang yang diterima. Kisah seperti ini bukan cerita fiksi. Inilah realitas dalam pendidikan Finlandia, salah satu sistem pendidikan terbaik […]

  • Persib vs Arema

    Persib vs Arema Buka Piala Presiden 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib vs Arema akan menjadi pertandingan pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 19.30 WIB. Duel Persib Bandung vs Arema FC ini menjadi penampilan perdana Maung Bandung dengan komposisi tim dan jajaran pelatih baru di hadapan ribuan bobotoh. […]

  • Pernyataan sikap resmi SMAN 1 Pontianak terkait polemik LCC 4 Pilar Kalimantan Barat 2026.

    Setelah Polemik LCC Kalbar, SMAN 1 Pontianak Sampaikan Sikap Resmi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

      albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik LCC 4 Pilar Kalbar akhirnya mendapat respons resmi dari SMAN 1 Pontianak. Dalam pernyataan sikap yang dirilis Kamis 14 Mei 2026, pihak sekolah menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini bertujuan memperoleh klarifikasi demi menjaga transparansi, objektivitas, dan integritas pelaksanaan lomba. Sekolah juga memastikan tidak memiliki niat untuk […]

  • masjid ramah pemudik

    Tak Perlu Bingung Cari Rest Area, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik Gratis

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjalanan mudik sering identik dengan kemacetan panjang dan kelelahan di jalan. Karena itu, program masjid ramah pemudik kembali dihadirkan untuk memberi solusi nyata bagi masyarakat. Tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan ribuan masjid sebagai tempat singgah nyaman bagi pemudik Lebaran di berbagai wilayah Indonesia. Melalui konsep masjid untuk pemudik Lebaran, masyarakat tidak […]

  • hak pelayanan publik

    5 Hak Warga Saat Dilayani Pemerintah, Ada Aturan yang Melindunginya

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan publik yang adil, transparan, jelas, dan berkualitas. Karena itu, warga perlu mengetahui haknya ketika berurusan dengan instansi pemerintah maupun penyelenggara layanan publik. Pesan tersebut disampaikan dalam materi edukasi yang dirilis dari Ombudsman RI, yang mengingatkan masyarakat mengenai sejumlah hak penting dalam memperoleh pelayanan publik. Di antaranya […]

  • MyASN BKN

    Literasi Digital ASN, Masalah Lama dalam Sistem Baru

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 276
    • 0Komentar

    MyASN BKN mempermudah pengelolaan data ASN sekaligus menguji kesiapan disiplin administrasi digital. albadarpost.com, FOKUS – Digitalisasi birokrasi terus didorong negara. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menghadirkan MyASN sebagai platform tunggal pengelolaan data aparatur sipil negara. Sistem ini menjanjikan transparansi, efisiensi, dan integrasi nasional. Namun di balik kemajuan teknologi itu, muncul persoalan klasik yang belum tuntas: literasi […]

expand_less