Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Data Balita Jadi Senjata Tasikmalaya Kejar Zero Stunting

Data Balita Jadi Senjata Tasikmalaya Kejar Zero Stunting

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHZero Stunting Tasikmalaya tidak hanya bergantung pada program pemberian gizi atau layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menilai data gizi balita yang akurat melalui Bulan Penimbangan Balita (BPB) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap kebijakan penanganan stunting tepat sasaran. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat kolaborasi agar target tidak muncul lagi kasus stunting baru dapat diwujudkan secara bertahap.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Bulan Penimbangan Balita (BPB) Agustus dan Persiapan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., di Aula Wiradadaha Bappelitbangda, Kamis (23/7/2026).

Rapat itu diikuti secara luring dan daring oleh perangkat daerah, para camat, kepala puskesmas, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya.

Mengapa Data Balita Sangat Penting?

Bulan Penimbangan Balita merupakan kegiatan rutin yang bertujuan memperoleh data berat badan, tinggi badan, dan kondisi tumbuh kembang anak secara berkala. Sementara itu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi instrumen nasional untuk memotret kondisi gizi balita sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan.

Melalui dua kegiatan tersebut, pemerintah dapat mengetahui wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, mengukur efektivitas program yang sudah berjalan, sekaligus menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Asep menegaskan bahwa keberhasilan mencapai Zero Stunting Tasikmalaya memerlukan kerja sama lintas sektor, bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.

“Semoga kolaborasi yang kita bangun mampu mencapai target zero stunting, yaitu tidak adanya kasus stunting baru di Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat, tepat, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Orang Tua Memegang Peran Paling Dekat

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Ia mengajak para orang tua menjadi teladan terbaik bagi anak-anak melalui pola asuh yang baik, perhatian terhadap kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus menjadi teladan terbaik bagi putra-putrinya,” kata Asep.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pemerintah akan lebih efektif apabila didukung oleh keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak tumbuh dan berkembang.

Hari Anak Nasional Jadi Pengingat Memenuhi Hak Anak

Momentum Hari Anak Nasional juga menjadi bagian dari pesan yang disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya dalam rapat koordinasi tersebut.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup sehat, merasa aman, memperoleh perlindungan, didengar pendapatnya, serta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak berhak untuk bahagia, terlindungi, didengar suaranya, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya,” ungkapnya.

Menurutnya, pemenuhan hak anak dan upaya pencegahan stunting berjalan beriringan karena keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Selaras dengan Kebijakan Nasional

Langkah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat BPB dan SSGI sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan penggunaan data yang akurat dalam pelaksanaan intervensi.

Selain itu, pengukuran status gizi balita juga mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, sehingga hasil pengukuran memiliki standar yang seragam secara nasional.

Melalui landasan tersebut, data yang diperoleh dari BPB maupun SSGI tidak hanya menjadi laporan administrasi, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dalam menurunkan angka stunting.

Kolaborasi Menjadi Kunci Menuju Zero Stunting

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir Kepala Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial PPKBP3A, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tasikmalaya, Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, para kepala puskesmas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan program, hingga evaluasi secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap hasil Bulan Penimbangan Balita dan Survei Status Gizi Indonesia tahun ini mampu menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran sehingga target Zero Stunting Tasikmalaya dapat dicapai secara bertahap.

Target zero stunting tidak lahir dari angka di atas kertas, melainkan dari data yang akurat, kolaborasi yang konsisten, dan kepedulian yang dimulai dari setiap keluarga. Ketika semua bergerak bersama, setiap balita memiliki peluang yang lebih besar untuk tumbuh sehat, cerdas, dan meraih masa depan terbaiknya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi membersihkan ikan segar di dapur rumah menggunakan jeruk nipis dan garam untuk menghilangkan bau amis sebelum dimasak.

    Masak Ikan Tanpa Bau Amis? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang menyukai ikan karena sehat dan kaya protein. Namun, tidak sedikit yang akhirnya malas memasaknya karena bau amis ikan sering muncul dan mengganggu suasana dapur. Padahal, cara menghilangkan bau amis ikan sebenarnya sangat sederhana jika tekniknya tepat sejak awal. Menariknya, masalah ini bukan berasal dari ikannya saja. Justru kebiasaan kecil […]

  • Tambang Ilegal Pangandaran

    Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal Pangandaran

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar menutup dua tambang ilegal di Pangandaran demi keselamatan warga dan kepastian hukum lingkungan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup dua tambang galian C ilegal di Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan setelah aktivitas penambangan batu kapur itu dinyatakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Keputusan ini penting karena lokasi tambang berada […]

  • haid tanda baligh

    Baligh Perempuan Dimulai dari Pertama Haid

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Haid menandai baligh perempuan dalam Islam. Sejak titik itu, kewajiban ibadah berlaku penuh. Fakta ini membawa implikasi serius bagi kebijakan pendidikan agama, terutama di sekolah dan keluarga. Ketika negara dan lembaga pendidikan abai, risiko kesenjangan pemahaman syariat pada remaja perempuan semakin besar. Dalam fikih Islam, baligh tidak menunggu usia administratif. Ia ditentukan […]

  • moratorium hutan

    Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis. albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut […]

  • Kolesterol Tinggi

    Kaget! Begini Hasil Cek Kesehatan Pegawai BPBD Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya di lingkungan BPBD memunculkan temuan yang mengejutkan. Mayoritas peserta screening diketahui mengalami kolesterol tinggi dan kadar asam urat di atas batas normal. Temuan tersebut muncul setelah tim kesehatan melakukan pemeriksaan langsung ke kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (18/5/2026). Ironisnya, kondisi […]

  • Garut Berhaji

    Muharram Jadi Awal Gerakan Garut Berhaji

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Masjid Agung Garut tampak berbeda pada Senin (15/6/2026). Ribuan jemaah yang hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya mendengarkan pesan tentang makna hijrah, tetapi juga mendapatkan kabar penting mengenai Garut Berhaji, sebuah program yang mendorong masyarakat merencanakan ibadah haji lebih awal. Program Garut Berhaji atau […]

expand_less