Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus ayah gadaikan anak di Tasikmalaya terungkap setelah bocah ditemukan di Gresik dan kini dalam pendampingan sosial.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus ayah gadaikan anak kembali memunculkan keprihatinan publik. Dinas Sosial Gresik menemukan bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun yang dilaporkan hilang oleh ibunya di Tasikmalaya. Bocah itu ternyata dijadikan jaminan pinjaman Rp25 juta oleh ayah kandungnya. Temuan ini memperlihatkan celah besar dalam perlindungan anak di daerah.

Penemuan Bocah dan Jejak Kasus Ayah Gadaikan Anak

Tim Dinas Sosial (Dinsos) Gresik melakukan asesmen lapangan pada 17 November setelah menerima laporan mengenai anak tanpa dokumen yang tinggal di sebuah rumah di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Anak tersebut tampak tinggal nyaman bersama keluarga pengasuh, namun tidak dapat menjelaskan identitas keluarganya secara jelas.

Kepala Dinas Sosial Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menyebut sejak pemeriksaan awal telah muncul tanda-tanda tidak wajar. Anak itu menyebut nama-nama yang tidak konsisten, tidak mengetahui alamat rumah asalnya, dan tidak memiliki dokumen resmi. Kondisi itu memicu pemeriksaan lebih dalam karena anak tanpa identitas berpotensi menjadi korban eksploitasi.

Proses penelusuran membuka fakta penting: bocah berinisial R merupakan warga Tasikmalaya yang dilaporkan hilang oleh ibunya. Dinsos Gresik kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tasikmalaya untuk menelusuri kebenaran data keluarga R.

Baca juga: Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

Menurut Kasi Rehabilitasi Sosial Gresik, Alvi Ariyanto, sang ayah membawa R ke Gresik untuk kebutuhan ekonomi. R diserahkan kepada sebuah keluarga sebagai jaminan pinjaman Rp25 juta. Keluarga penerima tidak memperlakukan anak itu secara buruk. R bahkan disekolahkan dan sudah duduk di kelas satu SD. Namun latar belakang yang tampak “ramah” itu tidak menghapus fakta hukum: anak dijadikan objek gadai.

Dinsos menilai tindakan tersebut bukan sekadar salah pengasuhan, melainkan bentuk penelantaran dan eksploitasi. Perspektif perlindungan anak menempatkan kasus ayah gadaikan anak pada kategori tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Dampak Psikologis dan Sikap Dinsos

Ketika Dinsos Tasikmalaya akhirnya menemukan ibu kandung R, suasana berubah menjadi emosional. Ibu korban mengaku berbulan-bulan mencari anaknya setelah dibawa pergi oleh suami. Ia tidak mengetahui bahwa sang anak dijadikan jaminan pinjaman.

Saat R diberi kabar bahwa ibunya ditemukan, reaksi tidak langsung positif. Bocah itu terlanjur dekat dengan keluarga pengasuh. Keputusan kembali tidak terjadi serta-merta. Pendampingan psikologis dilakukan di rumah aman. Setelah beberapa sesi, R mulai bersedia pulang ke Tasikmalaya.

Menurut Alvi, langkah pemulangan tidak boleh terburu-buru. Dinsos Gresik memastikan rumah asal memiliki situasi aman dan stabil. Faktor psikologi anak menjadi pertimbangan utama. Kasus ayah gadaikan anak bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut hak dasar: rasa aman, pengasuhan, dan kelekatan emosional.

Proses pemulangan R masih menunggu asesmen final. Selama menunggu, R tetap berada dalam pengawasan sosial.

Kemiskinan dan Lemahnya Literasi Perlindungan Anak

Kasus ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi dapat menggerus batas etika keluarga. Keputusan sang ayah menempatkan anak sebagai objek transaksi keuangan bukan gejala tunggal, melainkan akumulasi kemiskinan, konflik keluarga, dan rendahnya literasi perlindungan anak. Di beberapa daerah, penyelesaian masalah ekonomi sering dilakukan secara informal tanpa memahami konsekuensi hukum.

Masyarakat kerap melihat anak sebagai bagian “tanggungan”, bukan subjek yang memiliki hak. Pandangan ini memunculkan celah bagi tindakan seperti gadai anak. Dalam perspektif hukum, hal itu termasuk eksploitasi. Dalam pandangan sosial, tindakan demikian memperlihatkan ketidakpahaman terhadap hak dasar anak.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

Dinsos Tasikmalaya kini mendalami aspek legal dari kasus ini. Peluang proses hukum terbuka, terutama jika ditemukan unsur kesengajaan yang menyebabkan penelantaran. Namun, aparat juga mempertimbangkan aspek pemulihan psikologis agar R tidak menghadapi trauma baru.

Kasus ayah gadaikan anak membuka urgensi literasi perlindungan anak. R telah ditemukan, namun proses hukum dan pemulihan masih berjalan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • Semifinal Piala Presiden 2026

    Empat Tim Berebut Tiket Final Piala Presiden

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Semifinal Piala Presiden 2026 dipastikan menghadirkan dua pertandingan sarat gengsi. Persib Bandung akan berhadapan dengan Persija Jakarta, sementara Arema FC ditantang Persebaya Surabaya pada babak empat besar yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 4 Agustus 2026. Pemenang dari masing-masing pertandingan akan melaju ke final, sedangkan tim yang kalah akan memperebutkan posisi ketiga pada Kamis, […]

  • NIB UMKM

    NIB Kini Jadi Tiket Baru Seller Marketplace

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara notifikasi pesanan masuk terdengar dari sebuah ponsel yang diletakkan di atas meja makan. Di sudut rumah sederhana itu, seorang ibu sedang membungkus keripik pisang yang baru saja dipesan pelanggan melalui marketplace. Tak ada papan nama usaha. Tak ada toko besar. Yang ada hanya ruang tamu yang disulap menjadi gudang kecil, beberapa […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

  • Kantor Urusan Agama memberikan layanan konsultasi keluarga, nikah, dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat

    Banyak yang Belum Tahu! KUA Ternyata Punya 9 Layanan Penting

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 261
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Layanan KUA ternyata tidak berhenti di urusan pernikahan. Di balik itu, ada peran yang lebih luas. Bahkan, fungsi KUA saat ini mulai menyentuh banyak sisi kehidupan masyarakat, dari keluarga hingga urusan sosial keagamaan. Tidak semua orang tahu ini. Padahal manfaatnya terasa. Perubahan Pelan, Tapi Dampaknya Nyata Selama ini, banyak orang datang ke KUA […]

  • Ilustrasi seseorang termenung memandangi senja dan jam dinding sebagai simbol makna waktu dalam Surat Al-Ashr

    Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Surat Al-Ashr terasa semakin tajam di zaman modern. Tafsir Surat Al-‘Ashr, makna waktu dalam Islam, dan pesan tentang kerugian manusia kini seperti berbicara langsung kepada kehidupan hari ini. Banyak orang bangun pagi dengan kesibukan penuh, pulang malam dengan tubuh lelah, tetapi tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Hari berjalan […]

expand_less