Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dana Umat Rp344 Triliun, Mengapa Kemiskinan Belum Banyak Berkurang?

Dana Umat Rp344 Triliun, Mengapa Kemiskinan Belum Banyak Berkurang?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Potensi Dana Umat Rp344 triliun yang disebut dalam sebuah forum filantropi kembali memunculkan pertanyaan besar. Jika nilai dana sosial keagamaan di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, mengapa angka kemiskinan masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi?

Pertanyaan tersebut mengemuka setelah Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, memaparkan estimasi perputaran dana umat dalam Focus Group Discussion (FGD) Jurnalisme Filantropi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Rizaludin, hasil riset Indikator memperkirakan perputaran dana filantropi Islam di Indonesia mencapai sekitar Rp344 triliun per tahun. Namun, dalam forum tersebut ia tidak memaparkan secara rinci metodologi maupun periode riset yang menjadi dasar estimasi tersebut. Karena itu, angka tersebut perlu dipahami sebagai estimasi yang disampaikan narasumber, bukan jumlah dana yang telah berhasil dihimpun lembaga pengelola zakat.

“Penghimpunan zakat mal saat ini baru sekitar Rp27 triliun. Angka itu masih memiliki peluang untuk meningkat apabila didukung kebijakan fiskal yang lebih progresif,” ujar Rizaludin.

Lima Instrumen Penyusun Dana Umat

Dalam paparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa estimasi Dana Umat Rp344 triliun berasal dari lima instrumen utama filantropi Islam.

Komponen terbesar berasal dari infak dan sedekah yang diperkirakan mencapai sekitar Rp221 triliun per tahun. Selain itu terdapat kurban sekitar Rp50 triliun, wakaf sekitar Rp33 triliun, zakat mal sekitar Rp27 triliun, serta zakat fitrah sekitar Rp8 triliun.

Paparan tersebut menunjukkan bahwa filantropi Islam di Indonesia tidak hanya bertumpu pada zakat, tetapi juga pada berbagai bentuk kepedulian sosial masyarakat.

Mengapa Dampaknya Belum Terasa Lebih Luas?

Besarnya estimasi dana umat tidak berarti seluruh dana tersebut telah berhasil dihimpun maupun disalurkan.

Dalam pengelolaan zakat, istilah potensi menggambarkan kemampuan maksimal yang dapat dicapai apabila seluruh masyarakat yang memenuhi syarat menyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf, maupun kurban melalui sistem yang optimal.

Sementara itu, pengentasan kemiskinan merupakan persoalan yang dipengaruhi banyak faktor. Selain penghimpunan dana sosial keagamaan, keberhasilannya juga bergantung pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, kualitas pendidikan, akses layanan kesehatan, serta efektivitas berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa besarnya potensi dana umat tidak secara otomatis menurunkan angka kemiskinan apabila penghimpunan dan penyalurannya belum mencapai kapasitas maksimal.

Zakat Mal Dinilai Masih Berpotensi Tumbuh

Rizaludin menilai salah satu ruang peningkatan masih berada pada penghimpunan zakat mal.

Menurutnya, angka sekitar Rp27 triliun saat ini masih dapat meningkat apabila pemerintah mengkaji harmonisasi tata kelola zakat dan pajak melalui skema tax credit.

Secara sederhana, tax credit merupakan mekanisme yang memungkinkan zakat yang telah dibayarkan diperhitungkan sebagai pengurang langsung terhadap pajak yang masih harus dibayar wajib pajak. Berbeda dengan sistem yang berlaku saat ini, gagasan tersebut masih berupa usulan dan memerlukan kajian dari sisi regulasi, administrasi perpajakan, tata kelola zakat, serta dampaknya terhadap penerimaan negara.

Karena itu, implementasinya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut oleh pemerintah bersama para pemangku kepentingan.

Transparansi Menjadi Kunci

Selain regulasi, tingkat kepercayaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan penghimpunan dana umat.

Laporan keuangan yang transparan, audit independen, pemanfaatan teknologi digital, serta publikasi dampak program secara berkala dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.

Di sisi lain, semakin banyak dana yang berhasil dihimpun juga perlu diimbangi dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, beasiswa, pendampingan UMKM, hingga layanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Dengan demikian, filantropi Islam tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Angka Rp344 triliun memang mencerminkan potensi besar. Namun, ukuran keberhasilannya bukan terletak pada besarnya estimasi, melainkan pada seberapa banyak keluarga yang berhasil keluar dari kemiskinan berkat pengelolaan dana umat yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jangan putus asa

    Sudah Terlalu Jauh dari Allah? Jangan Putus Asa

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada masa ketika seseorang merasa dirinya sudah terlalu jauh dari Allah. Dosa bertambah, ibadah berantakan, hati terasa berat, lalu muncul pikiran, “Masih pantaskah saya kembali?” Ironisnya, manusia sering lebih cepat menghukum dirinya daripada memperbaiki dirinya. Ketika melakukan kesalahan, kita mudah berkata, “Namanya juga manusia.” Namun, ketika hendak bertobat, tiba-tiba masa lalu berubah […]

  • doa mulai kerja

    Jangan Mulai Kerja Tanpa Doa Ini, Dampaknya Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa mulai kerja menjadi amalan penting yang sering diabaikan, padahal doa ketika memulai pekerjaan bisa membuka pintu rezeki, menghadirkan keberkahan, dan menenangkan hati. Banyak orang fokus pada strategi kerja, namun lupa bahwa keberhasilan juga dipengaruhi oleh doa sebelum bekerja, niat yang benar, serta tawakal kepada Allah. Di tengah tekanan hidup modern, mengawali […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin diperiksa Kejari Bandung, penyelidikan belum diungkap ke publik. albadarpost.com, LENSA – Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan ini menimbulkan beragam spekulasi lantaran belum ada penjelasan resmi mengenai kasus yang tengah […]

  • Infografis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjelaskan enam layanan dasar wajib bagi masyarakat sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021.

    Banyak Warga Belum Tahu, Ini 6 Hak Dasar yang Wajib Dipenuhi Pemda

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Banyak warga hafal nama kepala daerahnya. Banyak pula yang tahu program-program pembangunan yang sedang berjalan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ada standar pelayanan yang wajib diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat. Standar itu bernama Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021, pemerintah mewajibkan setiap daerah memenuhi enam layanan dasar […]

  • PSGC Ciamis

    PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit PERSIB

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PSGC Ciamis resmi menjalin kerja sama strategis dengan PERSIB Bandung dan menjadi tim satelit PERSIB untuk menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kabupaten Ciamis pada Rabu (1/7/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pengelolaan klub sekaligus meningkatkan pembinaan sepak bola Ciamis. Selain itu, kolaborasi ini membuka […]

  • menunda amal baik

    Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab […]

expand_less