Upacara HUT RI ke-81 di Pangandaran, Ini Pesan Dandim
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi upacara HUT RI ke-81 di Pangandaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upacara HUT RI ke-81 Pangandaran digelar di Alun-Alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Senin, 17 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kodim 0625/Pangandaran, kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., bersama berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Upacara 17 Agustus 2026 Pangandaran itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur pemerintah daerah, para veteran, pelajar, unsur masyarakat, prajurit TNI, serta personel Polri di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Rangkaian kegiatan mencakup pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pembacaan teks Proklamasi, serta penghormatan dan doa bersama untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan kemerdekaan.
Namun, bagi Dandim 0625/Pangandaran, peringatan kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda tahunan.
Dandim Pangandaran Tekankan Makna Kemerdekaan
Dalam informasi yang dibagikan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan bahwa HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan persatuan serta memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
Pesan tersebut menempatkan peringatan 17 Agustus bukan hanya sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab bagi seluruh masyarakat.
Terlebih, tantangan bangsa terus berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.
Bagi pelajar, misalnya, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar dan mengembangkan prestasi. Sementara itu, masyarakat dapat mengambil bagian melalui pekerjaan, pelayanan sosial, kegiatan kemasyarakatan, maupun berbagai bentuk kontribusi positif lainnya.
Merah Putih dan Pesan Persatuan dari Parigi
Pengibaran Sang Merah Putih menjadi bagian penting dalam upacara kemerdekaan Pangandaran tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, veteran, pelajar, dan masyarakat dalam satu kegiatan juga menunjukkan luasnya elemen yang terlibat dalam peringatan HUT RI ke-81.
Di tengah peringatan kemerdekaan, persatuan menjadi pesan yang kembali mendapatkan perhatian.
Pasalnya, kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, menjaga persatuan menjadi bagian penting dalam mempertahankan hasil perjuangan tersebut.
Dandim 0625/Pangandaran juga menegaskan komitmen untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan pengabdian terbaik bagi bangsa serta negara.
Pesan itu tidak hanya relevan bagi aparat atau pemerintah. Masyarakat pun memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing.
Mengenang Pahlawan, Melanjutkan Perjuangan
Selain menjadi momentum memperkuat nasionalisme, upacara HUT RI ke-81 Pangandaran juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan.
Pembacaan Proklamasi dan doa bersama menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hadir secara cuma-cuma.
Generasi sekarang memang tidak menghadapi perjuangan dengan bentuk yang sama seperti para pendahulu. Namun, tantangan untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan tetap ada.
Karena itu, semangat perjuangan dapat diteruskan melalui karya, pengabdian, kepedulian terhadap sesama, serta upaya menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Dari Alun-Alun Parigi, peringatan HUT RI ke-81 kembali membawa pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menentukan apa yang dilakukan hari ini untuk masa depan Indonesia.
Kemerdekaan Harus Terlihat dalam Karya
Peringatan 17 Agustus akan selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia.
Namun, makna kemerdekaan tidak berhenti ketika bendera diturunkan dan upacara berakhir.
Semangat nasionalisme justru perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula persatuan harus terjaga dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat kerja, sekolah, hingga ruang publik.
Pesan Dandim Pangandaran tersebut menjadi pengingat bahwa setiap warga memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
Sebab, 81 tahun kemerdekaan bukan sekadar angka yang dirayakan setiap Agustus. Kemerdekaan akan benar-benar hidup ketika persatuan dijaga, karya terus diciptakan, dan pengabdian kepada negeri tidak berhenti setelah upacara selesai. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar